
"Alhamdulillah kondisi bayi Saida saat ini sudah mulai stabil. Mudah-mudahan Saida juga cepat pulih agar dapat berkumpul kembali bersama keluarganya. Satu jam Setelah Ayeuna menghubungi nomor ponsel kedua orang tua Saida, Kedua orangtua Saida pun sudah tiba di rumah sakit tempat Saida dirawat.
Ketika orang tua Saida tiba di rumah sakit, mereka langsung menemui Ayeuna untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada Saida,hingga membuat kondisi Saida semakin memburuk. Ayeuna tidak dapat menjawab pertanyaan dari kedua orangtua Saida. dan memilih meminta mereka segera melihat kondisi Saida dan bertanya kepada dokter apa sebenarnya terjadi kepada Saida.
Ketika kedua orang tua Saida melihat kondisi putrinya, yang saat ini sedang berjuang menahan rasa sakit yang ia rasakan. Orangtua Saida sangat menyesal karna telah mengusir Saida dari rumah.
"Apa yang terjadi Ayeuna mengapa bisa seperti ini? tangis ibu Amelia
"Maaf Bu, lebih jelasnya lebih baik ibu bertanya kepada dokter yang menangani Saida. Tetapi Ayeuna langsung memberikan pesan whatsapp yang dikirimkan Saida kepadanya sebelum Saida jatuh pingsan.
Hal itu membuat kemarahan Ibu Amelia semakin memuncak dan menatap keluarga laksmana dengan tatapan tajam.
"Aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang jika terjadi sesuatu kepada putriku. Ibu Amelia yang notabennya bekerja di kejaksaan negeri, tentunya tidak akan tinggal diam dengan apa yang dilakukan keluarga Laksamana kepada Saida.
Apalagi dengan Pak walson yang bekerja di salah satu perusahaan BUMN yang ada di kota ini, juga tidak akan tinggal diam melihat kondisi putrinya berbaring lemah terpasang selang dan berbagai alat-alat medis di tubuh Saida saat ini. Akibat siksaan yang dilakukan Nyonya laksmana kepadanya. Padahal Nyonya laksmana mengetahui kalau saat itu Saida sedang hamil anak dari Andre laksmana.
Ketika dokter Handoko datang menghampiri Saida dan berniat memeriksa kondisi kesehatan Saida, Ibu Amelia dan Pak walson langsung menghampiri dokter Handoko.
"Apa sebenarnya terjadi kepada putri kami Dokter sehingga mengalami koma seperti ini? tanya ibu Amelia kepada dokter Handoko.
Dokter Handoko pun menjelaskan sedetail mungkin agar ibu Amelia dan Pak walson tidak salah paham. Dokter Handoko pun mengatakan mereka sangat bersyukur karena Saida dapat bertahan hingga saat ini. Karena melihat kondisi Saida pasca menjalani operasi. Sungguh tidak mungkin keduanya akan selamat.
Mendengar penjelasan Dokter Handoko Ibu Amelia menangis histeris. Ia bersujud di kaki Dokter Handoko agar menyelamatkan nyawa putrinya. Dokter Handoko sangat mengenal Ibu Amelia di kejaksaan negeri ini. Dokter Handoko meraih tangan Ibu Amelia yang yang sedang bersujud kepadanya.
"Jangan seperti ini Ibu Amelia, Ibu pasti mengenal saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Saida. Apalagi setelah saya mengetahui kalau Saida itu adalah Putri kamu sahabat saya sendiri. Percayalah aku akan berusaha untuk menyelamatkan nyawa Saida Dan tolong bantu doakan Saida. Agar merespon obat yang saya berikan." ucap dokter Handoko yang ternyata merupakan sahabat dari ibu Amelia.
__ADS_1
Sementara Pak walson pun langsung menghampiri dokter Handoko.
"Tolong selamatkan putri kami." mohon pak walson kepada dokter Handoko. Tanpa kamu minta juga saya pasti berusaha menyelamatkan Saida. Apalagi itu Putri kalian."ucap dokter Handoko sambil berlalu masuk ke ruang ICU untuk memeriksa perkembangan kesehatan Saida saat ini.
****
Satu minggu sudah berlalu Saida belum juga sadarkan diri dari komanya. Hal itu membuat Tuan laksmana dan keluarganya semakin panik.
"Semua ini gara-gara kamu!" ucap Tuan laksmana kepada Nyonya laksmana sambil langsung memberikan tamparan yang cukup hebat di wajah istrinya.
"Jangan menyalahkan saya di sini. Salahkan sendiri anak kamu itu anak yang tidak berguna itu." ucap Nyonya laksmana menyalahkan Andre. Padahal sebelumnya Nyonya laksmana selalu membela Andre selama ini.
"Jika kamu tidak memperlakukannya layaknya seorang pembantu di rumah ini, dan selalu menyiksanya memberikan pekerjaan yang tidak sepatutnya ia kerjakan tidak akan begini jadinya. Kamu mengetahui bukan? kalau saat ini keluarga Perez Sudah mengantongi bukti-bukti Apa yang kamu lakukan kepada Saida.
Sekarang yang dapat kamu lakukan hanyalah berdoa agar Saida sadar dari komanya. Dan anak yang dilahirkan Saida, pun sehat walafiat. Karena saya tahu siapa Ibu Amelia.
"Memangnya siapa dia? saya tidak peduli." ucap Nyonya laksmana tetap dengan nada sombongnya.
"Pantas saja kamu sepele kepada Saida selama ini. Kamu belum tahu bukan kalau ibu Amelia ibu kandung Saida bekerja di kejaksaan negeri ini dan jabatannya juga cukup tinggi di sana dan orang yang sangat berpengaruh.
" Kamu hati-hati berbicara dengan mereka. mereka bukan orang sembarangan di negeri ini." ucap Tuan laksmana kepada Nyonya laksmana. Hal itu membuat nyali Nyonya laksmana seketika menciut.
****
"Mami.......Mami.....," Mengapa Mami menangis? tanya Prasetya yang melihat air bening mengalir di wajah Ayeuna. Ayeuna langsung menghapus air matanya agar Prasetya tidak terlalu banyak bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Mami....mengapa mami menangis? apa papi menyakiti mami? tanya Prasetya
"Tidak sayang," papi tidak nyakitin mami. Tapi sahabat Mami sudah satu minggu dia berbaring di rumah sakit. Tetapi sahabat Mami belum juga sadarkan diri."ucap Ayeuna berterus terang kepada Prasetya.
"Mami jangan menangis!" lebih baik Mami berdoa kepada Allah supaya Allah memulihkan sahabat mami. Kata pak ustad semakin banyak yang mendoakan seseorang itu maka Allah akan mengabulkan permohonan kita." ucap Prasetya sambil langsung memeluk Ayeuna.
Demian Perez yang melihat interaksi keduanya begitu dekat, mengembangkan senyumnya. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa baginya siang ini, melihat kedekatan Prasetya dengan Ayeuna. Damian Perez begitu Bahagia memiliki istri yang sangat dekat kepada putranya. Walaupun Prasetya itu tidak darah daging Ayeuna. Prasetya juga sangat menyayangi Ayeuna. Sehingga Prasetya lebih dekat kepada Ayeuna daripada Damian Perez yang merupakan ayah kandung Prasetya sendiri.
Demian menghampiri Ayeuna,
" loh.... loh.... loh, Jadi Mami saja nih yang dipeluk, Papi tidak? ucap Damian Perez membuat Prasetya langsung tertawa ngakak melihat Damian Perez yang cemburu kepada Ayeuna.
"Mas....., Ayeuna bisa minta tolong tidak? Tolong antarin Ayeuna ke rumah sakit sekarang. Karena Ayeuna sangat mengkhawatirkan kondisi Saida. Sudah dua hari Ayeuna tidak menjenguk Saida di rumah sakit." mohon Ayeuna kepada Damian.
Kalau Ayeuna sudah memohon kepada Damian dam yang tidak akan bisa menolak permintaan Ayeuna. Damian menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju Kalau Ayeuna hari ini menjenguk Saida di rumah sakit.
Ayeuna benar-benar sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan Saida dan juga bayi yang masih berada di inkubator karena terlahir prematur.
" Prasetya bisa ikut tidak mom? tanya Prasetya kepada Ayeuna.
"No.... sayang, itu Rumah Sakit banyak bakteri di sana. Anak-anak seperti kamu tidak bagus berada di rumah sakit. Karena tubuh anak-anak sepertimu masih sensitif sayang." ucap Ayeuna sambil langsung mencium wajah tampan Prasetya.
bersambung.
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓💓
__ADS_1