
Jonathan langsung meraih ponsel miliknya yang ada di atas nakas berniat untuk menghubungi Saida pagi itu. Ketika sambungan telepon seluler milik Saida sudah tersambung ke nomor ponsel milik Jonathan, Ia pun langsung mengatakan kepada Saida Kalau malam itu Ia tidak dapat datang ke rumah, Pak walson karena Jonathan tiba di Jakarta sudah larut malam.
Kring.....
kring....
Kring....
Suara ponsel milik Saida terdengar jelas ditelinga Saida. Membuat lamunan Saida buyar begitu saja. Saat Saida asyik dalam lamunannya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya merupakan lelaki yang sudah dari tadi Ia lamunkan.
Ada rona bahagia di hati Saida mendengar suara deringan ponselnya kalau yang menghubungi dirinya, Jonathan ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan Jonathan.
"Hallo Assalamualaikum Mas," Sapa Saida dalam sambungan telepon selulernya. "Waalaikumsalam sayang," sahut Jonathan. Ia pun mengatakan kalau dirinya pagi itu tidak bisa menemui Saida. Karena ia harus segera ke kantor.
Jonathan juga sudah terlambat masuk ke kantor, karena bangun kesiangan. Tetapi Saida paham akan hal itu. Ia tahu kalau Jonathan kembali dari Banyuwangi sudah sangat larut malam, pasti tubuh Jonathan saat ini terasa lelah.
"Sudah tidak apa-apa Mas, yang penting Mas baik-baik saja kan?" sahut saida.
"Iya sayang, Mas baik-baik saja sayang." sahut Jonathan. Setelah berbicara kepada Saida dan meminta maaf kepada Saida kalau dirinya tidak bisa datang ke rumah Pak Walson, Jonathan memutuskan sambungan telepon selulernya.
Ia pun langsung berlalu dari apartemen miliknya menuju kantor. Di kantor yang selama ini dipimpin oleh Damian Perez, Damian sudah menunggu kedatangan Jonathan. Ia melirik jarum jam yang ada di pergelangan Tangannya sudah menunjukkan pukul 10.30 pagi.
Tetapi Jonathan tak kunjung datang membuat Damian Perez sedikit gelisah dan bertanya dalam hati, Mengapa Jonathan belum tiba di kantor? Ia berniat untuk menghubungi Jonathan pagi itu. Tetapi ketika dirinya sudah meraih ponselnya yang ada di saat ku celananya, Jonathan sudah tiba di sana.
__ADS_1
Membuat Damian mengurungkan niatnya untuk menghubungi Jonathan. Damian yang melihat kehadiran Jonathan di sana pun langsung mengembangkan senyumnya, dan memberi salam kepada Jonathan. Ia pun mempersilahkan Jonatan duduk di kursi yang ada di hadapan kursi kerajaan milik Damian Perez.
Lalu Damian pun bertanya kepada Jonathan mengenai penyelidikannya tentang keadaan Leonardo. Jonathan pun memberitahu kepada Damian bahwasanya Leonardo benar-benar ada di Banyuwangi. Tetapi sepertinya Leonardo masih ingin menenangkan diri terlebih dahulu.
Sehingga Leonardo meminta kepada Pak Rohdian agar menyembunyikan identitasnya kepada setiap orang. Ia meminta kepada Pak Rohdian agar tidak memberitahu kepada setiap orang pun keberadaannya di sana, termasuk kepada Jonathan.
Setelah mendengar penjelasan dari Jonathan, Damian mengangguk paham. Ia pun tidak dapat memaksakan kehendaknya kepada Jonathan dapat membawa Leonardo dari Banyuwangi ke Jakarta. Ia berharap Leonardo akan bersikap lebih bijaksana lagi dalam menghadapi segala hal, ataupun mengambil setiap tindakan yang akan ia lakukan.
Karena itu dapat merugikan dirinya sendiri. Damian sebenarnya sangat menyayangkan kejadian yang menimpa nyonya Rasti beberapa hari yang lalu, yang menjadi korban dari niat jahat mereka terhadap Ayeuna, Tetapi apa mau kata, nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa dirubah lagi. Mungkin ini sudah suratan takdir Nyonya Rasti pergi karena kesalahan mereka sendiri yang membuat nyawa Nyonya Rasti terenggut karna kesalahan mereka sendiri.
Setelah berbicara mengenai Leonardo, kepada Jonathan, Damian pun kembali mengalihkan pembicaraan Meraka mengenai hubungan antara Jonathan dengan Saida. Ia ingin mengetahui hubungan antara keduanya.
" Bagaimana perkembangan hubungan kamu dengan Saida?" tiba-tiba Damian bertanya demikian kepada Jonathan. Membuat Jonathan mengerutkan keningnya. Ia bingung Mengapa Damian tiba-tiba menanyakan hal pribadi kepada Jonathan
Kalau hubungannya sudah semakin dekat. Bahkan ia sendiri sudah melamar Saida secara pribadi. Mendengar penjelasan dari Jonathan, tentang hubungan antara Jonathan dengan Saidah, langsung memeluk Jonathan.
Ia pun meminta kepada Jonatan agar segera melamar Saida menjadi pendamping hidupnya. Ia ingin kehidupan Saida bahagia bersama Jonathan dan baby Neptunus. "Kenapa harus dilama-lama kan lagi? lebih baik kamu langsung melamar Saida sekarang juga." ujar Damian Perez sambil tertawa cengengesan melihat Jonathan yang terlihat malu-malu ketika Jonathan memberitahu mengenai hubungannya dengan Saida.
Jonathan belum memiliki keberanian untuk melamar Saida secara resmi dihadapan Pak walson dan ibu Amelia Bos. Karena bagaimanapun, Bos tahu sendiri bukan? kalau ibu Amelia dan Pak walson bukanlah tipe orang yang dapat menerima dengan mudah pasangan hidup untuk Saida saat ini. Apalagi Saida sudah pernah mengalami trauma dalam menjalin suatu hubungan dengan lelaki.
Jonathan tahu rasa sakit hati ibu Amelia dan Pak Walson kepada Andre belum sembuh seutuhnya. Walaupun saat ini perlahan Ibu Amelia dan Pak walson sudah menerima Saida kembali di tengah-tengah keluarga mereka.
Tetapi belum tentu kalau saat ini Pak Walson dan ibu Amelia sudah dapat menerima pasangan hidup Saida kembali." terang Jonathan kepada Damian membuat Damian pun mengatakan kepada Jonathan kalau Jonathan Harus optimis jangan pesimis.
__ADS_1
Jonathan merasa bahagia mendapat dukungan penuh dari seseorang Damian Perez, keluarga terpandang di negara ini keluarga yang benar-benar berpengaruh di negara ini. Ia juga bahagia dapat menjadi anggota keluarga Perez walaupun dirinya menjadi anak angkat di keluarga Perez.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Jonathan ketika dirinya mendapatkan dukungan penuh dari Damian, yang ingin meraih cinta Saida dan keluarga Pak walson. Damian pun berniat untuk membicarakan hubungan antara Jonathan dengan Saida kepada Pak walson dan ibu Amelia tanpa sepengetahuan Jonathan.
Ketika Jonathan meninggalkan ruang kerja Damian dan berlalu ke ruang kerjanya. Damian meraih ponsel yang ada di atas meja kerjanya. Berniat untuk menghubungi pak Walson yang sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa di kantor BUMN yang selama ini tempat Pak walson mencari nafkah untuk keluarganya.
Kring ....
Kring ....
Kring .....
setelah sambungan telepon seluler milik Damian dan Pak walson tersambung Pak walson menyapa Damian di dalam sambungan telepon selulernya dengan ramah . Setelah memberi salam kepada Damian, Ia pun bertanya kepada Damian perihal apa yang penting sehingga Damian siang itu menghubungi pak walson.
Kemudian Damian pun memberitahu masuk dan tujuannya menghubungi pak walson. Damian ingin membicarakan mengenai hubungan antara Jonathan dengan Saida. Hal itu membuat pak Walson sedikit merasa bingung dengan apa yang dikatakan Damian kepadanya.
Karena yang ia tahu hubungan antara Saida dengan Jonathan hanya sebatas persahabatan saja. Tetapi ketika Damian mengatakan niat baik Jonathan yang ingin melamar Saida, pak Walson begitu terkejut.
Tetapi di dalam hatinya yang paling dalam, pak Walson begitu bahagia mendengar kabar gembira itu. Pak Walson pun mengatakan kepada Damian Perez, kalau dirinya menyerahkan segala pilihan kepada Saida sendiri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
__ADS_1