Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 26. AMARAH


__ADS_3

"Hai....Rin! gimana kabar ibumu?"Ayeuna langsung menyapa tatkala bertemu dengan Riana di perpustakaan kampus.


"Ayeuna? Ahh.... puji Tuhan, ibuku sudah semakin membaik yun. wanita berambut pendek itu tersenyum hangat pada teman seperjuangannya. Mereka saling memeluk sambil cipika-cipiki ria. iya senang bisa bertemu dengan ayeuna hari ini.


"Syukurlah kalau begitu. Aku turut bahagia mendengarnya."


Mereka saling melempar senyuman hangat. Ayunan sangat nyaman jika ngobrol dengan Riana. Gadis beragama Kristen itu sangat ramah dan baik padanya. Mungkin karena sama-sama lahir dari keluarga sederhana, mereka jadi sangat akrab. Berbeda dengan Saidah, meski wanita itu adalah sahabat Ayeuna dulunya, tapi dia tak pernah mau bergaul dengan Riana dan wanita-wanita di bawahnya.


Ayeuna tak pernah mempermasalahkan itu selama Saidah baik dan menerimanya apa adanya. Tapi semua berubah saat wanita itu menghianati persahabatan mereka dengan perselingkuhan dengan Andre, kekasih Ayeuna.


"Ke kantin yuk!"aku yang traktir!"ajak Ayeuna. rasanya ia perlu teman untuk menemaninya kali ini.


"Hemmm... baiklah. sebentar aku rapikan dulu buku-buku ini.,"


Riana memasukkan buku yang baru saja dipinjam nya ke dalam tas. Mereka pun akhirnya berjalan berdua menuju kantin kampus. Ayeuna senang bisa kembali melihat wajah ceria temannya itu.


"Yun.... aku benar-benar minta maaf soal waktu itu!"Riana tiba-tiba buka suara. sambil mengaduk-aduk jus alpukat miliknya, iya menatap Ayeuna dengan santainya melahap mie ayam pesanannya. Riana sangat kagum dengan pribadi Ayuna yang nampak santai, Padahal dia tahu jika wanita itu pun menyimpan banyak masalah dan luka di hatinya.


"Maaf? soal apa? tanya Ayeuna bingung.


"soal kejadian waktu itu. Waktu kau menggantikan aku menjadi bartender. Aku benar-benar tidak menyangka akan terjadi hal tersebut padamu. Maafkan Aku Ku Yun!"


Ayeuna tersenyum selalu mengusap-usap punggung tangan wanita yang saat ini wajahnya terlihat sendu. Riana merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa ayuna waktu itu.


"Sudahlah. tak usah dibahas lagi. Aku tak apa-apa. lagipula pria itu tak sempat melecehkan ku Karena aku telah ditolong seseorang!"ucap Ayeuna


"Seseorang? siapa? kau tak cerita padaku saat itu?"Riana nampak penasaran dengan dewa penolong ayeuna. Wajahnya yang sendu berubah berseri yang Mendengar secara langsung bahwa wanita itu tak sempat mendapatkan pelecehan. Ia begitu lega, ternyata desas-desus keributan saat Ayeuna menggantikan dirinya itu tak sesuai dengan apa yang ia dengan dari ayeuna. Riana mendengar gosip bahwa Ayeuna, wanita yang menggantikan dirinya itu telah dilecehkan oleh pria mata keranjang.


"Kau tak akan kenal dengannya!'


"Hem..., apa dia tampan? kaya?"tanya Riana dengan alis yang naik di turunkan.


Ayeuna mengdelikkan bahunya. tak ingin membahas pria menyebalkan itu.

__ADS_1


"Ayo cepat makan, Rin. Keburu dingin tuh baksonya!"Titah Ayeuna seraya menusuk bakso milik Riana.


Riana hanya menggelengkan kepalanya sambil melahap Bakso miliknya. Ia sangat bingung dengan Ayeuna. wanita itu terlihat biasa saja padahal Ia telah dikhianati pacar dan sahabatnya.


"Yun, boleh aku bertanya?


"ngak,"jawabnya singkat.


"Ihh....Yun. Serius nih!"


Iya ...iya. mau tanya apa sih?"Ayuna yang telah menghabiskan satu mangkok mie ayam itu mengusap bibirnya menggunakan tisu. rasa pedas dari sambal itu membuat matanya kembali segar.


"Apa kau tak akan kembali lagi dengan Andre Yun? tanyanya langsung.


"Tidak mungkin aku kembali padanya,Rin!"


"Tapi dia sepertinya menyesal. Berapa kali dia memintaku untuk menyampaikan ini. Dia sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi.


Ayeuna menyipitkan matanya. Sebenarnya ada apa ini? Mengapa Riana seolah membela pria itu?


"lagi pula, aku masih suka melihatnya bersama Saidah. sepertinya mereka sangat cocok."


"Itu karena Saidah yang mengejar-ngejar Andre. pria itu hanya menyukaimu, Yun."


Ayeuna tersenyum kecut. Sepertinya memang ada yang tak beres. Tak mungkin Riana berkata demikian jika tak ada apa-apa sebelumnya. perkataannya terdengar sedikit memaksa.


"Dengar iya, Rin. meskipun wanita mengejar-ngejar, tapi jika pria itu setia dan memiliki pendirian tetap tak mungkin sampai pria itu tergoda dan mau jalan dengan wanita menggodanya. Aku merasa, baik Andre maupun Saidah semuanya Sama saja. sama-sama penghianat.


Riana langsung terdiam. Tenggorokannya seakan tercekat. Ia tak mampu lagi menjawab perkataan dari Ayeuna yang begitu dalam. Sepertinya niat hatinya untuk mempersatukan kembali hubungan Ayeuna dengan Andre akan sulit.


"Tak perlu membahas pria itu ya, Rin. aku sangat baik-baik saja tanpanya!"ucap Ayeuna lagi. Rihanna pun mengangguk dan kembali menyantap makanan yang entah mengapa terasa hambar rasanya.


Saat keduanya tengah terdiam dan menyelami pikiran masing-masing, sebuah tepukan dibawa Ayeuna membuat wanita itu terlonjak.

__ADS_1


Ayeuna menoleh dan semakin terkejut tatkala mendapat Leonardo sudah berdiri dibelakangnya. Sedang apa pria itu di kampusnya? dan mengapa dia bisa tahu keberadaan ayunan di kantin ini? pertanyaan demi pertanyaan itu bersarang dalam benak ayeuna.


"Kak Leonardo..."


"Ayo ikut aku!"


Tanpa senyuman, itu langsung menarik tangan Ayeuna. Hal itu sontak membuat Ayeuna semakin terkejut dan bingung. cekalan tangan itu begitu kuat. Ayeuna pasrah dan mengikut kemana pria itu akan membawanya.


Riana yang melihat kejadian itu mengangguk paham. Dia berpikir Apakah sekarang Ayeuna menjalin hubungan dengan kakak tirinya? mungkin itu yang membuat ayunan sudah move on dari Andre.


Entahlah, Riana tak mau ambil pusing dibuatnya. Hanya saja, iya sudah tak bisa mengabulkan permintaan dari Andre tempo hari yang memintanya untuk mempersatukan kembali dengan Ayeuna


"Kak, mau bawa aku kemana?"tanya Ayeuna saat Leonardo terus menariknya dengan paksa keluar dari kampus. namun tak ada jawaban yang keluar dari mulut pria itu. Wajahnya begitu serius menakutkan. belum pernah ayeuna melihat mimik wajah kakaknya seperti itu.


"Masuk!"tita Leonardo saat mereka sudah sampai di parkiran mobil.


"Ta.....tapi, kak. Aku harus pulang!"ucap Ayeuna lirik.


"Pulang ke mana? pulang ke rumah pria itu?"sindir nya


Ayeuna ia tak bisa berbohong pada kakaknya. dia pun mengangguk pelan dan sontak membuat Leonardo semakin kesal dan marah.


"Aarrghhhh....."


Ayeuna semakin terkejut saat Leonardo menghafal tangannya lalu meninjau mobilnya sendiri hingga menimbulkan suara yang keras. Ayeuna terkesiap. Jantungnya berdebar kencang ia tak menyangka kakaknya akan semarah itu.


"Maafkan aku Kak, aku..."


"Jika kau butuh uang, mengapa kau tak ambil uang yang jelas-jelas halal dan menjadi hak mu?Mengapa kau mau mengorbankan dirimu pada pria itu?"


Keterkejutan Ayeuna semakin bertambah saat mendengar penuturan tersebut. Ia tak menyangka kakaknya akan berpikir sejauh itu. tak terasa beluran bening itu menggenang dengan tangannya yang terkepal. Tenggorokannya seakan tercekat untuk sekedar membela diri dari ucapan sarkas kakaknya.


"Katakanlah! berapa dia membayar mu?

__ADS_1


"Berapa harga Mu? akan aku tebus kau dari pria tidak tahu diri itu!"


Bersambung....


__ADS_2