Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 167 AYEUNA BERMANJA


__ADS_3

Aurelin dan Mario berlalu dari hadapan para karyawan yang menyambut kedatangan Mario setelah Mario bertegur sapa dengan para karyawan. Tangan Mario terus menggenggam tangan Aurelin seolah dirinya takut kehilangan Aurelin.


Mario terlihat posesif kepada Aurelin karena sudah mengetahui salah satu karyawan yang bekerja di kantor Graha kencana mencintai Aurelin yang tak lain yang satu suku dan kepercayaan kepada Aurelin. Mario tidak ingin kalau Aurel berpaling darinya kalau Aurelin mengetahui salah satu karyawan yang bekerja di kantor Graha kencana mencintai dirinya.


"Mas lepasin tangan Aurelin tidak enak dilihatin orang-orang." ujar Yuli berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Mario. Tetapi Mario seolah acuh tidak peduli dengan ocehan Aurelin yang meminta dirinya agar segera melepaskan tangan Aurelin


"Untuk apa dilepas? biarin aja seperti ini. Mas ingin menunjukkan kepada setiap orang yang ada di kantor ini kalau kamu itu milik Mas seorang." sahut Mario sambil mengembangkan senyumnya dan terus berjalan menuju ruang kerja Mario.


Setelah berada di ruang kerja Mario. Mario langsung memeriksa berkas-berkas yang ada di meja kerjanya. Sementara tangan kiri Mario menggenggam tangan Aurel.


"Mas lebih baik Mas lepasin tangan Aurelin agar Aurelin dapat membantu pekerjaan Mas di sini. Kalau mas tidak mengizinkan Aurelin bekerja di ruang kerja Aurelin." ujar Aurelin agar Mario melepaskan genggamannya.


Mario menatap Aurelin dengan tatapan penuh arti. Ia mengembangkan senyumnya dan tiba-tiba langsung mengecup bibir Aurelin dan **********. Hal itu membuat Aurelin langsung terdiam karena mendapat serangan mendadak dari Mario.


Sekilas Aurelin membalas kecupan dari Mario. Membuat Mario mengembangkan senyumnya karena dirinya sudah mendapat respon dari Aurelin. Mario begitu bahagia ketika Aurel mulai merespon kecupannya.


"Terima kasih sayang untuk semuanya." ucap Mario sambil mengembangkan senyumnya ketika Mario sudah merasakan sensasi yang sangat luar biasa setelah mendapat respon kecupan dari Aurelin


Sementara di tempat lain Sania Sanjaya berusaha mencari investor untuk perusahaan Tuan Sanjaya yang baru dirintis oleh Tuan Sanjaya sendiri. Setelah perusahaan milik Tuan Sanjaya mengalami kebangkrutan. banyak perusahaan yang menolak berinvestasi ke perusahaan milik Tuan Sanjaya.


Apalagi setelah perbuatan Sania Sanjaya kepada Damian Perez. Membuat para investor tidak berani melakukan investasi di perusahaan milik Tuan Sanjaya. Karna itu akan berakibat fatal ke perusahaan milik para investor jika mereka berani menentang keluarga Perez.


"Sulit sekali sih mencari investor!" apa aku harus kembali seperti dulu lagi? gumam Sania dalam hati, ia ingin menghalalkan segala cara untuk mendapatkan investor ke perusahaan yang baru dirintis oleh Tuan Sanjaya.

__ADS_1


Ketika Sania kembali ke kantor milik Tuan Sanjaya dengan tangan kosong tidak mendapatkan investor sama sekali. Tuan Sanjaya menggelengkan kepalanya. Ia bingung harus berbuat apa dan mencari investor dari mana.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? mencari investor untuk perusahaan yang papa rintis saat ini sungguh sulit bagi Sania. jalan satu-satunya Sania harus mencari investor dengan cara Sania sendiri." ucap Sania membuat Tuan Sanjaya bingung dengan apa yang dikatakan Sania kepadanya.


Maksud kamu apa? Tuan Sanjaya bertanya kepada Sania.


"K alau Papa ingin mendapatkan investor dengan cara seperti ini? papa tidak akan mendapatkan investor satupun. Karena Sania tahu kalau keluarga Perez sudah melakukan tindakan intimidasi kepada perusahaan milik papa.


Jadi sepertinya perusahaan ini tidak perlu Papa yang pimpin. Tetapi kita lakukan dengan cara merubah nama perusahaan ini menjadi milik orang lain. Agar para investor percaya kepada perusahaan ini. Jika perusahaan ini masih atas nama papa atau Sania, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan ini tidak akan mendapatkan investor satupun.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Tuan Sanjaya balik bertanya kepada Sania kemudian Sania pun langsung memberitahu idenya kepada Tuan Sanjaya, dibalas senyuman dan anggukan dari Tuan Sanjaya. karena otak licik Sania yang akan bekerja di perusahaan yang dirintis oleh Tuan Sanjaya sendiri.


Tuan Sanjaya setuju dengan ide Sania. padahal Tuan Sanjaya sendiri tidak mengetahui risiko kedepannya jika mereka melakukan seperti ide yang diberikan sania kepadanya. Mereka tidak mengetahui kalau Demian Perez dan Jonathan tetap memantau keluarga Sanjaya. Karena keluarga perez tidak ingin diusik keluarga itu lagi.


"Setelah Damian menghubungi pihak terkait mengenai pengalihan nama perusahaan Tuan Sanjaya. Agar pengalihan nama tersebut tidak dapat dilakukan, Ia pun kembali mengerjakan pekerjaannya berharap pekerjaan Damian saat ini cepat kelar. Agar mereka segera kembali ke rumah.


Ayeuna yang baru terbangun dari tidurnya langsung menghampiri Damian yang sedang berkutat di laptopnya. Ayeuna langsung memeluk Damian dari belakang membuat damaian sedikit terhenyak mendapat perlakuan Manis dari istrinya.


"Kamu sudah capek Mas? rayu Ayeuna sambil memijat punggung Damian. Damian memutari kursi yang ia duduki agar dirinya dapat melihat istrinya dengan leluasa.


"Kamu sudah bangun Sayang? bagaimana tidurmu apa anak kita merepotkanmu?


"Tidak Mas!" anak kita baik kok ." ucap Ayeuna sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata. Damian mengelus dan pengecut perut Ayeuna. ia mengajak berkomunikasi dengan janin yang ada di rahim Ayeuna seolah janin yang ada di rahim Ayeuna dapat mendengar ocehan Damian.

__ADS_1


Ayeuna terkekeh ketika mendengar ocehan Demian di perut Ayeuna sendiri. Ada rona bahagia tersendiri ketika mendapat perlakuan konyol dari suaminya. Ayeuna langsung mencium wajah tampan suaminya karena dirinya begitu gemas melihat tingkah suaminya yang rada konyol.


"Sayang apa kamu sudah lapar? tanya Demian sambil terus mengelus perut Ayeuna.


"Mas Ayeuna sudah lapar Kita makan yuk.


"Kita mau makan di mana sayang?


"Maunya makan di sini saja.Tetapi Mas harus suapin Ayeuna. Damian mengembangkan senyumnya melihat tingkah manja istrinya. Yang akhir-akhir ini membuat Demian sedikit bingung akan tingkah manja Ayeuna.


"Ya sudah kalau begitu Tunggu sebentar, Mas akan pesankan makanannya. Kamu mau makan apa sayang?


"Pesan aja yang Mas suka, pasti Ayeuna akan suka?" ucap Ayeuna sambil mengalunkan tangannya di leher Damian.


Kemudian Damian langsung menghubungi pihak restoran, yang lokasinya tidak jauh dari kantor yang dipimpin oleh Damian sendiri


untuk segera menghantarkan makanan ke ruang kerja Demian. Sesuai dengan permintaan istrinya, Mereka pun akhirnya makan bersama di ruang kerja Damian.


Dengan telaten, Damian memberikan suapan demi suapan kepada Ayeuna. Ayeuna sangat bahagia mendapat respon yang begitu perhatian dari Damian. Sungguh Ayeuna tidak tahu mengapa dirinya akhir-akhir ini sangat manja kepada Damian


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏💓💓 i

__ADS_1


__ADS_2