
Dua hari kemudian Ayeuna sudah diperbolehkan oleh dokter pulang ke rumah karena kondisi kesehatan Ayeuna sudah berangsur-angsur membaik. Prasetya begitu bahagia mendengar ketika dokter mengatakan kalau Ayeuna hari itu juga sudah diperbolehkan pulang.
Setelah membereskan barang bawaan dan menyelesaikan segala administrasi dan biaya pengobatan Ayeuna, Damian, Prasetya dan Tati sudah bersiap untuk kembali ke rumah.
Setelah berada di lobby rumah sakit, Damian langsung mengambil mobil miliknya yang terparkir di parkiran rumah sakit. Damian menuntun Ayeuna masuk ke dalam mobil karena dirinya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Ayeuna apalagi sekarang Ayeuna sedang hamil buah cinta mereka.
20 menit dalam perjalanan mereka tiba di kediaman Damian. Terlihat para asisten rumah tangga sudah sibuk untuk menyambut kepulangan Ayeuna dan juga Damian. Rona bahagia terlihat jelas di wajah Damian membuat para asisten rumah tangga langsung memberi salam untuk memberikan Selamat atas kehamilan Ayeuna.
Padahal selama ini biasanya asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian tidak pernah berani menatap Damian dari jarak dekat. Asisten rumah tangga mengenal Damian sebagai pria dingin, angkuh dan Arogant.
Sehingga setiap orang yang bekerja di kediaman Damian, Tidak pernah berani untuk berbicara atau menatap Damian dari jarak dekat. Itu akan membuat masalah bagi mereka yang berani menjawab segala apa yang ia perintahkan.
Tetapi setelah kehadiran Ayeuna di kehidupan Damian membuat lelaki dengan itu berubah menjadi hangat. Para asisten rumah tangga merasa beruntung dan bersyukur mendapat majikan seperti Ayeuna menganggap mereka seperti keluarga sendiri. Dan dapat melunakkan hati Damian yang Dingin seperti es dari kutub Utara.
Apalagi dengan Tati, Ayeuna sudah menganggapnya seperti adik kandungnya sendiri. Ayeuna tidak pernah menganggap asisten rumah tangga dan juga Baby sister yang menjaga Prasetya selama ini sebagai pekerja di sana. Ia hanya menganggap asisten rumah tangga dan para pekerja di rumah Damian seperti keluarga sendiri.
Sebelum kehadiran Ayeuna di tengah-tengah kehidupan Demian suasana rumah seperti vakum dan dingin tidak ada kehangatan di sana. Bahkan setiap asisten rumah tangga yang melakukan kesalahan Damian tidak akan segan-segan memberikan hukuman yang berat kepada setiap orang yang melakukan kesalahan.
Melihat rona bahagia di wajah cantik Ayeuna Bi Atun datang menghampiri Ayeuna.
"selamat ya Yun akhirnya kamu dipercayakan Allah untuk mengandung seorang bayi, Bibi sangat bahagia mendengar kabar kehamilan kamu. Rumah ini pasti akan semakin ramai dan Tuan muda Prasetya tidak akan merasa kesepian lagi." ucap Bi Atun sembari memeluk Ayeuna.
"Ya Bi Terima kasih. Semua ini atas doa-doa kalian kepada Ayeuna. Kalian adalah keluarga Ayeuna yang sangat luar biasa." ucap Ayeuna sambil membalas pelukan Bi Atun.
__ADS_1
Bi Atun dan asisten rumah tangga lainnya sengaja memasak makanan kesukaan Ayeuna berharap Ayeuna makan dengan lahap.
"Oh Ya non, Bibi sudah masak masakan kesukaan kamu loh." ucap Bi Atun kepada Ayeuna.
"Beneran Bi, kebetulan banget nih Ayeuna sudah lapar karena selama berada dirumah sakit, Ayeuna tidak selera makan. Soalnya makanan yang disediakan rumah sakit tidak enak rasanya. ucap Ayeuna sembari mengembangkan senyumnya.
Melihat interaksi antara Ayeuna dan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian yang cukup dekat membuat Damian mengembangkan senyumnya. Ia bahagia melihat istrinya yang sangat ia cintai begitu dekat dengan orang-orang yang bekerja di rumah nya.
"Mas Kita makan yuk, kata Bi Atun, Bi Atun memasak masakan kesukaan Ayeuna kita makan yuk mas, Ayeuna sudah lapar." ucap Ayeuna sembari menarik tangan Damian.
"Ya sayang, apa sih yang tidak buat kamu!"ucap Damian pun langsung mengikuti Ayeuna berjalan ke ruang makan. Terlihat di sana sudah tertata rapi makanan kesukaan Ayeuna dan juga Prasetya.
"Wah banyak banget masakannya sayang." ucap Demian sembari melihat tatanan makanan yang ada di meja makan yang berukuran besar tetapi penghuninya selalu dua atau tiga orang saja. Ruang makan yang sangat mewah itu hanya dihuni oleh Damien Perez, Ayeuna dan juga Prasetya. Terkadang Kalau Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia perez sedang berada di Jakarta dan berkunjung di ke kediaman Damian baru terlihat ramai.
Dengan sekejap Ayeuna menghabiskan makanan yang ada dihadapannya.
Membuat Damian sampai menggelengkan kepalanya.
"Sayang Kamu doyan apa lapar? tanya Damian sembari mengembangkan senyumnya
"Habis masakan Bi Atun sangat enak mengunggah selera makan ayeuna. Apalagi selama berada dirumah sakit Ayeuna tidak pernah selera makan Karena makanannya sama sekali tidak enak." Sahut Ayeuna sambil menambah makanannya ke dalam piring yang ada di hadapannya.
"Mas Kenapa belum makan dan hanya menatap Ayeuna sedari tadi? tanya Ayeuna kepada Damian
__ADS_1
"Melihat cara kamu makan saja Mas sudah merasa kenyang. Mas belum pernah melihat kamu makan sebanyak ini sayang." sahut Damian.
Tiba-tiba Bi Atun angkat bicara. Anda bagaimana sih Tuan!" ini yang makan bukan hanya Nyonya Ayeuna tetapi janin yang ada di dalam kandungan Nyonya Ayeuna juga butuh asupan gizi. Jadi makanan yang dimakan oleh Nyonya Ayeuna untuk 2 orang." ucap Bi Atun membuat damian langsung terdiam.
"Maaf bi, Damian tidak sadar akan hal itu ucap damaian meminta maaf kepada Bi Atun dan juga Ayeuna. Dalam sejarah Damian baru kali itu meminta maaf kepada salah satu Asisten rumah tangganya. Biasanya pantang bagi Damian untuk meminta maaf kepada orang lain. Apalagi untuk asisten rumah tangga seperti Bi Atun.
Hal itu membuat Bi Atun merasa heran dengan sikap manis dan terhadap asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Damian
"Ke sambet apa Tuan Damian sehingga Tuan Damian minta maaf kepada saya?" gumam Bi Atun dalam hati. Tetapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkan wajahnya yang heran melihat sikap Damian yang berubah drastis.
Bi Atun langsung berlalu meninggalkan Ayeuna dan Damian. Ia tidak ingin mengganggu Damian dan Ayeuna menikmati menu makanan yang sudah disediakan Bi Atun di meja makan. Tiba tiba Tati dan Prasetya datang menghampiri Ayeuna dan Damian,
"Ih papi sama mami makan duluan tanpa menunggu kita." gerutu Prasetya karna Ayeuna dan Damian tidak menunggu Prasetya terlebih dahulu membersihkan Diri.
"Mami tadi sudah lapar bangat sayang, jadi mami makan duluan deh, maafkan mami ya sayang." ucap Ayeuna dengan nada memelas.
"Ya deh, lagian Prasetiya juga tidak ingin mem buat Dedek bayi kelaparan di dalam. Prasetya kan sayang sama dedek bayi." ucap Prasetya sambil mengebangkan senyumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love, like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu karya ini up mampir yuk ke karya emak yang lain
__ADS_1