Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 76. SIAPA NYONYA RASTI


__ADS_3

Untungnya Leonardo bertemu dengan Ayeuna, dan memastikan kalau keadaan Ayeuna baik baik saja. Tinggal bersama lelaki yang menjadi rivalnya selama ini. Walau dengan berat hati Leonardo harus berat hati merelakan Ayeuna untuk Damian. Karna Ayeuna telah mencintai Damian.


Leonardo tidak ingin memaksakan kehendaknya. Sehingga dengan ikhlas Leonardo memilih untuk merestui hubungan Damian dengan Ayeuna. Walaupun rasa cinta yang ada dihati Leonardo, ia tidak egois. Leonardo lebih mementingkan kebahagiaan Ayeuna dibandingkan dengan dirinya.


Rasa benci nyonya Rasti kepada Ayeuna membuat Leonardo bertanya tanya dalam hati, mengapa nyonya Rasti sangat membencinya. Itu dapat terlihat semenjak Ayeuna masih duduk di bangku SD kalau nyonya Rasti tidak pernah tulus menyayangi Ayeuna.


Hanya Leonardo yang selalu membantunya sewaktu dia kesusahan dan selalu dimarah oleh nyonya Rasti tanpa alasan yang tak berarti. oleh karna itu Leonardo ingin mencari tahu apa penyebab nyonya Rasti sangat membenci Ayeuna selama ini.


"Aku akan mencari tahu mengapa mami sangat membenci Ayeuna. Padahal sejak kecil, Ayeuna tidak pernah membantah dan selalu patuh kepada mami." gumam Leonardo dalam hati. Sembari berjalan masuk kedalam kamarnya berniat untuk istirahat.


Tetapi Ketika Leonardo sudah berada dikamar, Leonardo sama sekali tidak dapat memejamkan matanya. Bahkan sudah satu jam bergelut di atas ranjang, Leonardo tak kunjung dapat memejamkan matanya. Hingga dia memilih untuk kembali keluar dan duduk di balkon sambil mengepulkan asap rokok yang ia epul ketika dirinya sudah berada di balkon.


"Ada apa ini kenapa mami selalu memintaku untuk menjauhi Ayeuna?" gumam Leonardo dalam hati. Leonardo meraih ponselnya dalam yang ada disaku celananya berniat untuk menghubungi seseorang.


"Hello tolong bantu aku mencari tahu, tentang masa lalu mamiku." ucap Leonardo didalam sambungan telepon selulernya.


Leonardo langsung mematikan sambungan telepon selulernya setelah selesai memerintahkan seseorang mencaritahu masa lalu nyonya Rasti. Ia tidak ingin nyonya Rasti membenci Ayeuna terus menerus dengan alasan yang Ayeuna tidak tau.


Ditempat lain, Ayeuna menghampiri Damian diruang kerjanya setelah Prasetya tertidur pulas. Damian sudah sedari tadi mondar mandir menunggu Ayeuna.


"Ada apa mas!" kok mas meminta Ayeuna nemuin mas disini?tanya Ayeuna


"Begini sayang, besok kata mami dan papi kita harus segera fitting baju dan foto prewedding. Mami dan papi sudah ngomel sedaritadi karena mas mempercayakan pesta pernikahan kita kepada asisten mas." ucap Damian kepada Ayeuna.


"Memangnya rencana pernikahannya kapan sih mas? tanya Ayeuna yang Belum rencana pernikahan mereka karena sebelumnya Demian tidak memberitahu ayeuna.


"Mami minta Minggu depan." sahut Damian Perez dengan santai membuat Ayeuna sangat terkejut.


"Yang benar aja dong mas!" bagaimana mungkin bisa mempersiapkan segala sesuatunya dalam satu Minggu ini." celetuk Ayeuna.


"Kan sebelumnya mas sudah menyerahkan urusan pernikahan kita kepada asisten mas. jadi kita tinggal fitting baju dan foto prewedding. Semua bisa diatur dan proses kerja mereka juga cepat." ucap Damian kepada Ayeuna.


"Mas ada ada saja deh, bingung Ayeuna mas. Ayeuna aja belum ada persiapan apa apa." ucap Ayeuna kepada Damian.


"Memangnya apa yang harus kamu persiapkan sayang? kamu hanya mempersiapkan Didi saja menjadi nyonya Damian Perez." ucap Damian sambil langsung meraih tubuh Ayeuna kepelukannya.

__ADS_1


"Tapi mas!"


"Tidak ada tapi tapian sayang!" ucap Damian dan langsung ******* bibir manis Ayeuna. Perlahan ciuman itu semakin mendalam, hingga Ayeuna terbuai dengan lumayan Damian. Ayeuna mulai membuka mulutnya agar Damian dapat memainkan lidahnya didalam rongga mulut Ayeuna.


"Ayeuna sudah mulai mendesah seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.******* Ayeuna membuat Damian semakin mempercepat ciumannya nya. Hingga Ayeuna semakin mendesah. Tangan Damian sudah mulai menjalar ke balik baju tidur yang dikenakan oleh Ayeuna. Dan mulai memainkan gunung kembar Himalaya milik Ayuena.


Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar jelas ditelinga Ayeuna dan Damian. Damian menghentikan gerakannya kesal.


" Siapa sih, ganggu oran saja." umpat Damian membuat Ayeuna langsung cengengesan melihat tingkah calon suaminya yang kesal diganggu seseorang. Padahal Damian sedang menikmati permainan mereka malam itu.


Ayeuna merapikan bajunya, barulah Damian membuka pintu.


"Lama amat bukanya!"


"Mami!" pekik Damian


"Ada apa mom?


"Kamu ditunggu papi kamu, itu papi mau nanya jam berapa kalian akan fitting baju besok." ucap nyonya Julia kepada Damian. Tiba tiba netra nyonya Julia menelisik isi isi ruang kerja Demian. Hingga netranya menangkup sosok Ayeuna di sana.


Ayeuna tersenyum malu. Ia takut jika calon ibu mertuanya akan kecewa kepadanya.


"Mami minta maaf sudah mengganggu acara kalian."ucap Nyonya Julia sambil mengembangkan senyumnya dan berlalu dari ruang kerja Damian.


"Ih mami ada ada saja mengganggu aja." gerutu Damian sambil beranjak keluar kamar dengan menggandeng tangan Ayeuna.


"Ada apa Pi kok malam malam begini manggil Damian?


"Tidak papi hanya memastikan kalian besok pagi harus sudah fitting baju di butik langganan mami. Dan setelah selesai Fitting baju, kalian foto prewedding agar urusan pernikahan kalian segera selesai dan tinggal nunggu hari H nya." ucap tuan Gaston Perez.


"Damian menganggukkan kepalanya pertanda Damian setuju dengan usulan tuan Gaston.


"Sayang lebih baik kamu istirahat gih, ini sudah larut." ujar Damian kepada Ayeuna Agar Ayeuna segera istirahat.


"Ya mas ayeuna juga sudah ngantuk." sahut Ayeuna sambil berlalu meninggalkan Tian gaston dan Damian disana.

__ADS_1


Ayeuna meninggalkan Damian dan tuan Gaston, Tuan Gaston bertanya kepada Damian.


"Apa kamu kenal dengan kedua orangtua Ayeuna?


"Tidak Pi, Ayeuna sudah Yatim piatu semenjak duduk di bangku SD. Dia dibesarkan oleh ibu tirinya nyonya Rasti.


"Nyonya Rasti?


"Ia Pi! emangnya lali kenal dengan nyonya Rasti?


Tuan Gaston tidak langsung menjawab.Ia terdiam sejenak.


"Bagaimana hubungan Ayeuna dengan nyonya Rasti?


"Kalau menurut keterangan Ayeuna, hubungan mereka kurang baik. Hanya kakak tirinya Leonardo yang selalu ada untuknya. Itupun Leonardo selalu diancam oleh nyonya Rasti jika Leonardo dekat dengan Ayeuna.


Tuan Gaston teringat dengan kejadian 15 tahun yang lalu. Tentang nyonya Rasti yang ingin menjebak Tuan Gaston. Untung saja asisten Tuan Gaston tepat waktu. Kalau tidak Tau Gaston pasti sudah menjadi mangsa nyonya Rasti.


"Papi kok diam?


"Apa papi kenal sama nyonya Rasti?


Tuan Gaston masih tetap mode diam dan tidak berkata apa apa, membuat Damian semakin penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Tian Gaston. Apalagi setelah Damian mengatakan kalau Nyonya Rasti adalah ibu tiri Ayeuna membuat Tuan Damian terdiam seribu bahasa .


"Papi!"Damian kembali memanggil ,hingga Tuan Gaston terkejut dan langsung menatap Damian dengan tatapan penuh arti.


"Ada apa Pi?


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.


Trims

__ADS_1


__ADS_2