
Hal itu yang membuat Damian tidak merasa komplain, jika Tuan Gaston Perez pensiun dari dunia bisnis. Ia berjanji kepada Tuan Gaston Perez untuk terus mengembangkan perusahaan milik mereka seperti yang sudah dilakukan Tuan Gaston Perez selama ini.
Ia tidak ingin mengecewakan Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez. "Aku berjanji untuk melakukan tugas dan tanggung jawabku sebagai Pimpinan perusahaan. Aku yakin dengan kemampuan yang aku miliki. Dan dengan apa yang sudah Papi ajarkan kepada Damian. Damian akan mampu mengembangkan dan mempertahankan perusahaan kita, dalam keadaan apapun." ucap Damian sambil mengembangkan senyumnya.
Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez ingin menikmati masa tua mereka di California. Setelah masalah yang mereka hadapi dengan Hendarson sudah terselesaikan. Kini Hendarson sudah berada dibalik jeruji besi. Setelah apa yang sudah ia lakukan terhadap masyarakat banyak dan juga kepada keluarga Perez.
"Tuan Gaston sudah mengesahkan harta kekayaan kepada Damian Perez dan Mario perez.Dan sekarang mereka ingin menghabiskan masa Tua mereka di California. Tetapi Mario Perez memberikan permohonan kepada Tuan Gaston perez dan nyonya Julia, kelak jika Aurelin lahiran, Tuan Gaston dan nyonya Julia bersedia datang ke Indonesia.
Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez menyetujui permintaan putranya. Karna kehadiran cucu mereka dari Mario Perez dan Aurelin, juga merupakan impian Nyonya Julia dan Tuan Gaston Perez.
Tidak lupa, Tuan Gaston perez juga memberikan beberapa aset miliknya kepada putra angkatnya Jonathan. Yang selama ini setia kepada keluarga Perez. Bahkan dia rela mempertaruhkan nyawanya, untuk melindungi keluarga Perez dari orang orang yang berniat jahat kepada Mereka.
"Mas mau kemana?
"Ayo siap siap sayang, papi meminta kita datang ke rumah kak Damian." ucap Jonathan meminta kepada Saida, agar segera mempersiapkan diri pergi ke rumah kakak angkatnya itu.
"Memangnya ada apa suamiku sayang, sehingga meminta istri Mu yang cantik ini mempersiapkan diri pergi ke rumah papi? ucap Saida Sambil langsung mengalungkan tangannya ke leher jenjang Jonathan.
"Eh sudah pintar menggoda sekarang ya sayang, belajar dari mana nih?" ucap Jonathan merasa heran melihat tingkah istrinya yang tidak biasanya bertingkah manja kepada Jonathan.
"Mas, Saida lagi masa subur loh." bisik Saida membuat Jonathan langsung sontak mengendong tubuh mungil istrinya, seolah menginginkan sentuhan darinya. Apalagi akhir akhir ini, Jonathan jarang menyentuh Saida, setelah kejadian penembakan beberapa minggu yang lalu.
"Jonathan seolah tidak peduli dengan perintah Damian yang meminta kehadiran mereka di rumah Damian. Jonathan memberikan kecupan hangat di bibir manis Saida yang sudah sangat merindukan sentuhan darinya.
__ADS_1
Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga lidah mereka saling bertautan disana. perlahan kecupan itu beralih ke jenjang leher milik Saida. Hingga Saida merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Nih emak kasih ilustrasi visual Saida dan Jonathan.
Saida tidak ingin ketinggalan dari suaminya, langsung memainkan adik kecil Jonathan. Hingga Jonathan merasakan desiran yang cukup hebat di tubuhnya. Mendapat gerakan yang sangat luar biasa dari istrinya.
"Kamu semakin pintar sayang" bisik Jonathan sambil kembali terus bermain di bagian gunung kembar milik Saida. membuat Saida benar benar merasakan sensasi yang sana luar biasa. Hingga satu jam mereka memadu kasih, kini Jonathan dan Saida benar benar sudah mencapai puncaknya.
"Kamu memang sangat luar biasa sayang. semoga benih cinta kita segera tumbuh disini." ucap Jonathan sembari mengelus perut Saida yang rata. "Trimakasih sudah Hadir di kehidupan mas." ucap Jonathan dan memberikan kecupan hangat di kening Saida.
"Sama sama mas. Entah kenapa tadi Saida menginginkan mas " ucap Saida sambil memalingkan wajahnya dari suaminya.
"Aku mencintaimu mas dihati Saida hanya ada kamu mas." ucap Saida sambil mengeratkan pelukannya kepada suaminya yang begitu berarti di kehidupannya.
"Mas juga sangat mencintai kamu sayang dan hanya kamu yang ada di hati mas." sahut Jonathan.
Tiba tiba suara deringan ponsel milik Jonathan terdengar jelas ditelinga Jonathan. Jonathan meraih ponselnya di atas nakas dengan menggunakan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya masih setia memeluk Saida.
Jonathan melihat yang menghubungi dirinya nomor ponsel milik Damian . Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian.
"Hello Assalamualaikum kak!" sapa Jonathan dalam sambungan telepon selulernya.
__ADS_1
"Dimana kamu Jo?
"Kok belum datang?"
"Eh maaf pak bos, ada pekerjaan penting tadi makanya agak tertunda sedikit datang ke mansion." ucap Jonathan
"Pekerjaan penting apa sih?
"Pekerjaan penting untuk masa depan ." sahutnya sambil terkekeh. Sayang siapa yang telepon? tanya Saida tetapi masih dapat didengar Damian.
"Eh kamu ini, pasti baru bertempur kan? teriak Damian dari ujung telepon. Membuat Jonathan langsung membulatkan matanya.
"Ih si bos tau saja!" pekiknya. sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
"Sayang, sepertinya kak Damian meminta kita agar segera datang Kerumah. katanya ada sesuatu hal penting yang ingin papi dan mami bicarakan." ucap Jonathan kepada Saida. Berharap Saida tidak berkecil hati, kalau saat itu juga mereka harus segera mengakhiri percintaan mereka.
"Ya mas, tapi sebentar Saida mandi Dulu. Badan Saida pegal dan gerah." ucap Saida sambil berlari masuk kedalam kamar mandi. untuk melakukan ritual mandinya.
Bersambung....
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK. "JODOH DI USIA SENJA" (marokkap dung matua)
__ADS_1