Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.111 KELUARGA AURELIN


__ADS_3

"Mas apa yang harus kita lakukan untuk putra kita?" sepertinya Putra kita sudah sangat mencintai Aurelin. Tetapi Mengapa Aurelin menolak Mario? Mami bingung dengan kebohongan yang dilakukan oleh Putra kita.


"lebih baik besok kita temui saja kedua orang tua Aurelin untuk membicarakan hal ini mom!"ujar Tuan Gaston Perez kepada istrinya Julia Perez.


"Mami setuju dengan pendapat Papi, Mami juga tidak tega melihat Putra kita seperti ini. ia terlihat sudah benar-benar sangat mencintai Auralin." sahut Nyonya Julia Perez.


"Tapi bagaimana jika Aurelin sama sekali tidak mencintaiku putra kita dan tetap menolak lamaran kita ?


"Masalah itu Jangan dipikirkan dulu yang penting Sekarang kita bicarakan langsung kepada kedua orang tua Aurelin dengan baik-baik.


"Mas yakin kedua orang tua Aurelin juga mengerti akan hal ini." ucap Tuan Gaston Perez. Nyonya Julia berlalu dari kamar Mario dan berniat Untuk menghubungi Ayeuna malam itu juga. Karna Ayeuna kenal dekat dengan Aurelin. Setidaknya Ayeuna mengetahui sedikit banyaknya Tetang Aurelin.


Kring


Kring


Kring


Suara ponsel Ayeuna terdengar jelas ditelinga Ayeuna. Ayeuna meraih ponselnya yang ada diatas nakas. Kebetulan Ayeuna sudah berbaring diatas tempat tidur bersama Damian. Ayeuna melihat nomor yang menghubunginya nomor ponsel nyonya Julia, ia langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.


"Hello selamat malam mom!" sapa Ayeuna dari Jakarta.


"Selamat malam sayang?"


"Ada apa mom kok tumben menghubungi Ayeuna malam malam begini?


"Ada sesuatu yang ingin mami bicarakan sayang"


"Ada apa mom?" lalu nyonya Julia langsung menanyakan perihal tentang Aurelin terhadap Ayeuna. Sebenarnya Ayeuna tidak merasa heran nyonya Julia menanyakan perihal itu terhadapnya. Karna nyonya Julia tau kalau Aurelin dan Ayeuna dekat.


"Mom, sebenarnya ketika Mario dan Ayeuna datang ke pesta pernikahan kami saat itu dan Mario mengaku kalau Aurelin adalah calon istri Mario, Ayeuna tidak seratus persen tidak yakin saat itu. Karena Ayeuna tau Aurelin tidak akan menjalin hubungan dengan Mario.


"Mengapa kamu berpendapat demikian sayang?" Tanya Nyonya Julia

__ADS_1


"Karna menurut Ayeuna, Aurelin sudah mengetahui tentang masa lalu Mario yang sering bermain main dengan wanita. Disamping itu Aurelin sangat taat beribadah, sungguh tidak mungkin dia meninggalkan kepercayaan untuk mengikuti kepercayaan Mario.


Karna yang Ayeuna kenal, Aurelin bukan tipe yang haus akan kekayaan yang mau menjual kepercayaannya hanya untuk menikahi pria yang kaya raya sepeti Mario mom. Tapi maaf sebelumnya kalau Ayeuna lancang mengatakan ini sama mami.


Karna Ayeuna mengetahui kalau Aurelin itu wanita tangguh, baik dan luar biasa menurut Ayeuna. Walau kepercayaan Ayeuna berbeda dengannya. Tapi Aurelin tidak pernah memilih milih untuk menolong seseorang siapa pun itu." ucap Ayeuna berterus terang kepada nyonya Julia.


Setelah berbicara dengan Ayeuna nyonya Julia Perez memutuskan sambungan telepon selulernya. Nyonya Julia Perez akhirnya paham mengapa Aurelin menolak Putranya Mario Perez. Mereka juga tidak bisa memaksakan kehendak mereka terhadap Aurelin dan keluarganya.


Tetapi Nyonya Julia dan Tuan Gaston juga berniat tetap ingin membicarakan hal ini kepada orangtua Aurelin. Nyonya Julia tidak ingin putranya kecewa di kehidupannya.


nyonya Julia Perez menyerahkan semua pilihan kepada putranya masing masing. Mereka tidak pernah memaksakan kehendak mereka untuk masa depan kedua putranya.


Keesokan paginya, Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez berniat langsung menemui AKBP Haposan Siregar dengan Aurelin di kediaman. Pak Haposan yang kebetulan hari itu hari weekend.


"Apa yang kita perlukan untuk menemui orang tua Aurelin?


"Sebenarnya untuk sekarang belum ada yang harus kita bawa mom, Karna hanya membicarakan perihal hubungan antara Mario dengan Aurelin. Kita bisa hanya bawa buah tangan biasa seperti berkunjung ke rumah sanak saudara." sahut Tuan Gaston


"Pagi ini mereka pasti tidak ada dirumah mom, karna mereka pasti masih beribadah, mungkin mereka dirumah sekitar siangan nanti. Tidak perlu buru buru mom.


"Mami sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aurelin dengan keluarganya. Dan mami ingin menanyakan langsung kepada Aurelin masalah hubungan Aurelin dengan Putra kita.


Ditempat lain Ayeuna dan Damian juga membicarakan hal yang sama mengenai hubungan antara Mario dengan Aurelin.


"Mas.... Ayeuna rasa, sepertinya Aurelin akan menolak lamaran Mario, karna Ayeuna sangat tau kalau Aurelin sangat taat dengan ajaran agamanya. Kecuali kalau Mario Ikut dengan keyakinan Aurelin." ucap Ayeuna berhati hati karna Ayeuna takut kalau Damian marah terhadapnya.


"Kalau menurut mas, semua terserah Mario saja. Gimana perasaan Mario terhadap Aurelin. Kalau seandainya Mario harus ikut keyakinan Aurelin, mas bisa apa? itu jalan hidup mario dan masa depan Mario sendiri." ucap Damian kepada Ayeuna.


"Tapi mas, bagaimana dengan mami dan papi? Ayeuna tau kalau Mario sudah sangat mencintai Aurelin itu terlihat jelas ketika Clarissa kembali mendekati Mario saat pesta pernikahan kita dan menghina Aurelin disana. Mario membela Aurelin habis habisan." ucap Ayeuna kepada Damian.


"Mami dan papi tipe yang tidak ingin memaksakan kehendak mereka terhadap anak anaknya. Mami dan papi memberi kebebasan kepada kita untuk memilih jalan masa depan kita masing masing." ucap Damian sambil mengebangkan senyumnya dan mengecup bibir Ayeuna dengan sekilas.


****

__ADS_1


Siang harinya Tuan Gaston dan nyonya Julia pergi menemui keluarga Aurelin yang letaknya tidak jauh dari kediaman Damian. Hanya butuh waktu lima belas menit perjalanan dari kediaman Perez ke kerumah keluarga Pak Haposan.


Setelah tiba di rumah keluarga Pak Haposan, Pak Haposan mengembangkan senyumnya ketika melihat Tuan gaston menghampiri keluarganya.


"Hello Tuan Gaston apa kabarnya?" sapa Pak Haposan sembari memberi pelukan hangat kepada Tuan Gaston


"Kami semuanya baik." sahut Tuan Gaston


Pak Haposan mempersilakan Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez masuk kerumah. Sementara Aurelin belum pulang kerumah karna perkumpulan kaum pemuda di Gereja.


"Maaf pak Haposan kalau kalau kedatangan kami mengganggu anda." ucap Tuan Gaston,


"Ah Tuan Gaston bisa saja, lagian saya sedang tidak bertugas kok, jadi tidak Merasa terganggu.


"Oh iya, Aurelin Dimana Pak, Bu?" tanya nyonya Julia.


"Aurelin belum pulang dari Gereja karna ada perkumpulan kaum pemuda di Gereja. karena Aurelin salah satu pengurusnya disana, jadi Aurelin tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Tapi sebentar lagi saya rasa Aurelin akan pulang. " sahut Pak Haposan sambil mengebangkan senyumnya.


Sedangkan Ibu Silalahi datang dari dapur dan menghidangkan minuman dan makanan ringan kepada tamu mereka.


"Nyonya Julia sangat takjub dengan rumah sederhana milik keluarga pak Haposan, walau rumahnya tidak terlalu besar, tapi tertata rapi dan dan asri. Membuat kesejukan dan kenyamanan rumah milik keluarga pak Haposan menjadi membuat orang betah tinggal di dalamnya.


"Syalom....." sapa Aurelin yang baru pulang dari gereja


" Syalom...." kamu sudah pulang inang?" sapa Pak haposan


"Iya Pa, ucap Aurelin sambil memberikan salam kepada papa dan mamanya.


"Eh ada Om dan Tante, ucap Aurelin sambil mengembangkan senyumnya dan memberikan salam kepada Tuan Gaston dan nyonya Julia.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2