
Jonathan pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju butik dan salon yang lokasinya tidak jauh dari kantor Damian. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, Saida dan Jonathan pun tiba di salah satu butik ternama yang ada di kota ini.
"Berikan pakaian terbaik yang ada di butik ini kepada istri saya. Dan tolong permak dia secantik semakin." ucap Jonathan kepada pemilik butik sekaligus sahabat Jonathan.
"Wow Sejak kapan seorang Jonathan membawa wanita cantik ke butik saya? ucap pemilik butik dan juga salon yang biasa dipanggil Kak Meri karena sifat dan tingkah lakunya ala ala Betty
"Benaran besty, Kalau wanita cantik yang ada diruang pas, itu calon isteri kamu beb?"tanya Meri kepada Jonathan.
"Memangnya saya kelihatan berbohong, kalau kamu tidak percaya tanya aja orangnya. sahut Jonathan. Dengan sedikit ketus karna meri terlalu agresif kepada Jonathan.
Visual Jonathan
Visual Saida.
"Jangan galak galak dong Besty, nanti ketampanan kamu jadi berkurang loh." ucap Meri kepada Jonathan sambil meraih Saida agar terlihat lebih cantik dan menawan. Saida hanya mengembangkan senyumnya melihat Jonathan terlihat kesal melihat Meri yang terlalu agresif.
"Masih lama lagi tidak meri? ini sudah jam berapa, nanti kami telat loh acara pestanya." ucap Jonathan kepada Meri yang telah merias Saida. Jonathan tidak ingin kalau mereka telat menghadiri pesta yang diadakan salah satu keluarga bisnis perusahaan yang dikelola oleh Damian Perez.
"Sebentar lagi besty, sudah mau selesai kok Besty Tenang saja." ucap Meri sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Jonathan membuat Jonathan semakin kesal melihat Meri yang senang menggodanya. Sementara Saida tertawa cengengesan melihat mimik wajah Jonathan yang terlihat semakin kesal kepada Meri.
Setelah satu jam sudah berlalu, Saida telah usai dirias. Saida terlihat anggun dan cantik dibaluti dengan gaun berwarna hitam, rambut digerai di poles make up natural, membuat Aura kecantikan semakin terpancar dan mempesona.
Ketika Saida keluar dari ruang ganti, Ia kembali menghampiri Jonathan yang sedang menikmati membaca sebuah majalah yang disediakan di butik tante Meri. Ketika Saida menghampiri Jonathan, Jonathan sangat terkejut melihat kecantikan yang Saida cetar membahana."Wow cantik sekali"gumam Jonathan di dalam hati sembari menatap Saida dari ujung kaki hingga ujung rambut.
__ADS_1
Benar-benar perfect. Saida merasa heran melihat Jonathan yang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ada apa mas kok melihat saida seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilan Saida? sekarang Saida bertanya kepada Jonathan.
Karena Jonathan hanya menatap Saida tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Jonathan sampai tidak berkedip melihat kecantikan Saida. Membuat Jonathan semakin terpesona. Karena tak kunjung mendapat jawaban dari Jonathan sehingga Saidah pun melambaikan telapak tangannya tepatnya di wajah Jonathon.
Hal membuat Jonathan pun langsung salah tingkah ketika Saida sudah berada di hadapannya..
"Kamu kenapa sih Mas? sudah dari tadi menatapku seperti itu ditanya bukan menjawab malah bengong."ucap Saida kepada Jonathan.
"Maaf sayang, habis mas pangling melihat kecantikan kamu."ucap Jonathan jujur kepada Saida membuat Saida tersipu malu. "Jangan terlalu memujiku Mas, nanti Saida bisa bisa besar kepala loh." sahut Saida sambil mengembangkan senyumnya.
Sedangkan Jonathan pun langsung menggandeng tangan Saida ingin berlalu dari butik milik tanya Meri
"Berapa semuanya totalnya mer? tanya Jonathan kepada Meri sang pemilik butik dan juga salon.
"Totalnya hanya 15 juta saja, itu saya sudah berikan diskon kepada cowok setampan kamu." ucap Meri Sambil mencolek dagu Jonathan membuat Jonathan bergidik ngeri dengan tingkah tante Meri yang begitu agresif terhadapnya.
"Mas baju dan biaya salonnya kok mahal banget? tanya Saida kepada Jonathan membuat Jonathan menatap Saida dengan senyuman.
"Tidak apa-apa sayang, itu belum seberapa kamu nikmati saja hasil kerja keras Mas selama ini." ucap Jonathan sambil meraih tubuh Saida ke dalam pelukannya. Saida benar-benar bahagia mendapat perhatian lebih dari Jonathan.
Hingga Mereka pun langsung berlalu dari butik milik tante Meri menuju lokasi pesta yang dihadiri beberapa pebisnis ternama di negara ini. Ketika Saida dan Jonathan tiba di acara pesta kolega bisnis Demian Perez, terlihat Saidah, sedikit minder dengan orang-orang yang hadir di sana.
Ia melihat yang hadir di acara pesta itu, dari kalangan atas. Membuat Saidasemakin minder dengan penampilan orang-orang yang hadir di sana. Saida khawatir akan membuat Jonathan malu dengan penampilannya seperti ini.
Tetapi Jonathan meyakinkan Kalau penampilannya saat ini pasti akan membuat orang-orang yang ada di sana terpukau melihat kecantikannya. Jonathan dan Saida memasuki area pesta.
__ADS_1
Semua mata tertuju kepada Jonathan yang sedang bergandengan tangan bersama seorang wanita cantik. Membuat setiap orang yang hadir di sana pun penasaran Siapa wanita yang menjadi pasangan Jonathan saat ini.
Karena setiap kali Damian Perez dan juga Jonathan menghadiri beberapa acara penting kalangan pebisnis, Jonathan tidak pernah membawa pasangan wanita. Hal itulah yang membuat setiap orang penasaran siapa sosok wanita yang menjadi pasangan Jonathan saat ini yang mampu menaklukkan hati seorang Jonathan.
Salah satu rekan bisnis perusahaan milik Damian perez datang menghampiri Jonathan.
"Hai selamat siang," kamu baru datang ya?" sapa Gibran ketika melihat sosok Jonathan yang ada di sana bersama Saida.
"Ya saya baru datang, sudah lama Belum? Ucap Jonathan sambil memberikan salam dan pelukan hangat kepada rekan bisnisnya yang bernama Gibran. "Tumben-tumbennya kamu membawa pasangan wanita, biasanya kamu datang menghadiri segala pesta apapun kamu selalu bersama dengan Tuan Demian Perez. Tetapi untuk saat ini saya melihatnya agak berbeda. Jujur kalian memang pasangan yang serasi.
"Apa kalian pasangan kekasih? tanya Gibran penasaran. Jonathan mengembangkan senyumnya pertanda tebakan Gibran benar adanya. lalu Jonathan pun memperkenalkan Saida kepada Gibran.
"Oh iya sampai lupa kenalin ini Saida calon istriku, kami akan menikah beberapa hari lagi silakan datang ke pesta pernikahan kami." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya ke arah Gibran membuat Gibran mengerutkan keningnya .
Padahal selama ini yang ia tahu Jonathan tidak pernah memiliki kekasih. Tetapi ketika ia bertemu lagi dengan Jonathan ia langsung mendengar dari mulut Jonathan sendiri kalau Jonathan akan segera melangsungkan pernikahan.
"Wah cantik sekali!" Kamu Serius nona cantik ini calon istri kamu? ucap Gibran yang tidak percaya akan apa yang dikatakan Jonathan kepadanya. Ya serius lah mana mungkin Saya berbohong sama kamu. Dia Saida calon istriku Putri dari Pak walson dan juga Ibu Amelia.
Ibu Amelia? tanya Gibran seolah dirinya mengenali Ibu Amelia.
"Ya Ibu saya yang bernama Ibu Amelia sahut Saida sambil mengembangkan senyum manisnya.
"Ibu Amelia kan seorang jaksa ternama di negara ini!" pekik Gibran karena dirinya terkejut bahwa calon istri Jonathan merupakan putri dari seorang jaksa yang namanya di kenal masyarakat.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up yuk mampir kekarya baru emak