
"Rin kamu tahu tidak, aku diterima bekerja di Medan,
"Serius ?
"Iya Aku baru mendapat balasannya barusan. dan perusahaan memintaku untuk segera datang interview esok hari. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Sementara aku sudah berjanji kepada Prasetya untuk selalu dapat mendampingi dirinya jika dirinya membutuhkan sesuatu dariku.
"Sudahlah kesempatan tidak dapat dua kali Apalagi kamu diterima di perusahaan ternama di kota Medan. lebih baik kamu terima saja pekerjaan itu. Toh kamu sudah memberikan nomor ponsel kamu bukan kepada Prasetya? " "Kan Prasetiya dapat melakukan panggilan sambungan telepon video kepada Mu, Jika dia sangat merindukanmu ujar Riana kepada Ayeuna agar Ayeuna tidak ragu untuk menerima pekerjaan itu.
Ayeuna menghela nafas berat, di satu sisi yang dikatakan Riana benar adanya. Karena kesempatan tidak akan datang dua kali. mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar dan ternama di Sumatera Utara yaitu di kota Medan.
"Tapi itu terserah kamu Yun. Semua keputusan ada di tangan kamu. Aku hanya mengatakan pendapat aku yang sebenarnya."ucap Riana dibalas anggukan dari Ayeuna.
Mengingat sikap buruk Damian selama ini terhadapnya. Membuat Ayeuna membulatkan tekadnya untuk berangkat ke Medan esok hari. menerima pekerjaan itu itu sesuai dengan pendapat Riana. Apalagi ayeuna ingin menghindari Leonardo, Nyonya Rasti, Saidah dan juga Nyonya laksmana. Yang selama ini menginginkan dirinya enyah dari hadapan mereka.
__ADS_1
"Ada baiknya untuk sementara waktu aku menghindar dari mereka. Lebih baik aku menerima pekerjaan ini. Agar Kak Leonardo tidak dapat menemukan ku sesuai dengan permintaan ibu. Aku tidak ingin membuat Ibu lebih kecewa lagi kepadaku.
Karena selama ini ibu benar-benar tidak pernah menyayangiku dengan tulus. Aku memang penyebab Ibu dan ayahku meninggal. Jadi tidak ada tempat bagi ku di ibu kota ini. tangis Ayeuna sambil langsung memeluk sahabatnya Riana.
Riana mengelus pundak sahabatnya itu. Ia tahu persis masalah yang dihadapi oleh Ayeuna Karena hanya kepada dirinya lah ayeuna bercerita tentang kehidupan pribadinya selama ini.
"Baik-baiklah bekerja disana sesungguhnya aku berat rasanya jauh darimu. Tetapi aku yakin suatu saat nanti kita akan dapat bertemu kembali. Untuk kebaikanmu lebih baik kamu menghindar terlebih dahulu dari orang-orang yang tidak menginginkan kamu berada di ibukota." sahut Riana sembari ikut meneteskan air matanya karena melihat sahabatnya yang sangat rapuh.
Riana membantu Ayeuna untuk membereskan barang bawaannya ke kota Medan. Tak lupa Riana selalu mengingatkan agar Ayeuna tidak lupa untuk menghubungi dirinya dan memberi kabar kepada Nya, Setelah tiba di kota Medan.
Rasa bersalahnya kepada kedua orang tuanya terus menghantui dirinya. Apalagi ketika Nyonya Rasti selalu mengikatkan dirinya akan Hal itu. Membuat Ayeuna semakin merasa bersalah dan tidak memiliki tempat untuk tinggal di ibu kota. Tiket pesawat tujuan Jakarta Medan sudah dipesan oleh Riana melalui aplikasi online yang ada di ponselnya.
"Kau berangkat siang ini juga, aku sudah membelikan tiket untukmu!"
__ADS_1
"Sejujurnya aku sangat berat hati untuk melepaskan mu. Karena tidak ada sahabat sebaik kamu. Yang aku temukan di muka bumi ini. pekik Riana sambil kembali memeluk sahabatnya itu karena dirinya benar-benar sangat sedih ditinggal oleh Ayeuna.
Siang harinya tepatnya pukul sebelas siang, Ayeuna berangkat ke bandara soekarno-hatta dengan diantar langsung oleh Riana. Ketika panggilan dari ruang informasi bahwasanya penumpang pesawat tujuan Jakarta_Medan akan segera berangkat, membuat Riana dan Ayeuna langsung berpelukan karena Ayeuna akan segera berangkat ke kota Medan.
"Baik-baiklah bekerja di sana sahabatku. Aku menunggu kabar baik darimu. Mudah-mudahan pekerjaan di sana membuat kamu betah dan menyenangkan hatimu. Aku yakin dibalik senja akan ada siang hari. Jadi begitu juga dengan kehidupanmu kau akan meraih kebahagiaan itu cepat atau tidak yang pasti Allah tidak akan meninggalkan umatnya yang selalu setia kepadanya.
Setelah berpelukan, dan cipika-cipiki mereka lakukan. Ayeuna berlalu dari hadapan Riana. perlahan punggung Ayeuna sudah tidak terlihat dari pandangan Riana. Raut kesedihan terlihat jelas di wajah Riana karena ia harus berpisah dengan sahabat baiknya.
"Aku yakin kamu pasti mampu menghadapi semuanya. kamu wanita kuat dan wanita hebat. kau bukan wanita lemah."gumam Riana sembari langsung berlalu dari bandara. Dengan menggunakan taksi online yang sudah ia pesan Ia pun berlalu dari bandara dan kembali ke kosnya.
Ketika Ayeuna sudah berada di dalam pesawat, Ayeuna mengingat sosok bocah yang selama ini mencuri perhatiannya."Maafkan Miss sayang, Miss harus meninggalkan kamu. Kamu menjadi korban dari mereka semuanya yang tidak mengharapkan ku berada di ibukota. percayalah Miss sangat menyayangimu."gumam Ayeuna dalam hati sembari memejamkan matanya ketika pesawat sudah take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju bandara Kualanamu yang ada di Deli Serdang Sumatera Utara.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏