Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 28. ALASAN


__ADS_3

Uhhuuuuukk...."


Ayeuna tersendat makanannya sendiri saat pria itu mengatakan akan check-in bersamanya. Damien Perez memang benar-benar pria kurang ajar. Bisa-bisanya mengatakan hal demikian.


"Minumlah...! jangan ke geer dulu. Maksudnya aku juga akan check in di hotel yang sama dengan kamu. Bukan berarti kita kita tidur satu kamar. Aku tak sudi tidur bersamamu!"ujarnya dengan sarkas.


Ayeuna mendelik sebel. Ia segera meraih minumannya dan segera meneguk hingga tandas.


"Aku merasa risih di rumah banyak wanita-wanita genit itu. Lebih baik aku tak pulang sekalian!"sambungnya lagi.


Ayeuna merasa lega. Walaupun ucapan Damian menyakitkan. Tapi setidaknya pikiran buruk tentang tidur satu kamar dengan nya itu tak akan pernah terjadi.


"Hmmmm..... bukankah Sania itu tunangan Mu harusnya kau senang jika dekat dengannya!" Ayeuna mulai berkomentar. Ia sedikit penasaran dengan sikap dingin dan cuek pria itu di hadapannya. Ternyata sikap buruknya itu tak hanya ditunjukkan untuk Ayeuna. Bahkan pada tunangannya sendiri saja dia bersikap seperti itu.


"Aku tak suka dengan wanita genit. Apalagi jika wanita itu pernah berkhianat!"sahut Damian dengan wajah datar.


Ayeuna terdiam sejenak. mencerna ucapan Damian barusan.


"Ehm... apa Sania pernah mengkhianatimu?'


Mata tajam Damian langsung menatap Ayeuna dengan tatapan menghunus. Ia paling tak suka Jika ada yang bertanya tentang kehidupan pribadinya.


"Uuppss..... tak perlu kau jawab. Aku ke toilet dulu sebentar." Ayeuna langsung beralasan untuk menghindar saat melihat tatapan tak bersahabat dari pria itu.


"Dasar pria aneh. dia sendiri mengusik kehidupan pribadiku. Sekalinya aku bertanya tentang nya dia seperti tak suka. Dasar pria egois!"umpat Ayeuna sepanjang perjalanan menuju toilet di restoran mewah tersebut.


Jam menunjukkan pukul 9 malam saat mereka sudah sampai di sebuah hotel bintang lima. setelah sampai di basement mata Ayeuna sedikit memicing mendapati parkiran hotel yang sangat penuh. Sepertinya di dalam hotel tersebut sedang ada acara besar.


" Tuan Damian, apa sebaiknya kita cari hotel lain? sepertinya hotel ini sudah penuh!"ucap Ayeuna.


Damian tak mengindahkan ucapan wanita itu. ia berjalan mendahului Ayeuna menuju meja resepsionis.

__ADS_1


"Maaf Pak!" kamar di sini sudah penuh. Semua kamar telah dibooking oleh pemilik hotel yang akan mengadakan pesta kelulusan nanti."ucap resepsionis itu dengan ramah.


"Ehm.... tapi sebentar, Pak. Ada satu kamar VIP yang masih kosong karena pemiliknya meng-cancel sepihak.


"Apa tak ada lagi kamar lain? Saya butuh dua kamar!"


"Maaf, pak. semuanya telah di booking. Tinggal satu kamar VIP yang masih kosong.


Damian berpikir sejenak lalu mengangguk.


"Baiklah. Saya mau!'


Ayeuna langsung menarik tangan pria itu. Ia yang sejak tadi mendengarkan percakapan demikian dengan resepsionis tersebut nampak tak setuju. Bila hanya satu kamar yang tersisa itu artinya dia harus tertidur satu kamar dengan pria itu.


"Tuan, sebaiknya kita cari hotel lain. Aku tak mau tidur satu kamar dengan Tuan !"protes Ayuna setengah berbisik.


"Kau pikir aku supir Mu. Aku sudah lelah. mau atau tidak? jika tidak, sana cari hotel atau pulang ke rumah dan identitas mu sebagai pengasuh Prasetya akan terkuak!" ucap Damian dengan penuh penekanan.


Ayeuna bergeming. Ia menggigit bibir bawahnya. dilema, itulah yang ia rasakan saat ini.


dengan kesal, Ayeuna mengikuti Damian menuju kamar yang dipesannya.


Sementara Damian, dia mengedipkan sebelah matanya pada resepsionis tersebut. Hotel itu adalah milik pamannya. Dan tentang kamar yang penuh tentu saja itu tak benar. Ia hanya sedang mengerjai Ayeuna. Ingin tahu seberapa besar wanita itu bisa menjaga diri dari pesonanya.


Mengenai pesta esok hari, tentu Ia juga sudah tahu. Karena pesta itu untuk merayakan keberhasilan sebagai CEO yang sukses sehingga sang Paman mengadakan pesta besar ini untuknya.


"Tuan, kasurnya hanya satu, sebaiknya kau tidur di sofa!"ucap Ayeuna. dirinya sudah sangat lelah. Ingin rasanya membaringkan tubuhnya di kasur King size yang empuk itu.


"Heh, wanita bodoh! kau pikir kau siapa memintaku tidur di sofa. Aku yang membayar kamar ini. Jadi kau yang tidur di sofa!"seru Damian tak mau kalah. ia melepas jas lalu membuka kancing kemejanya.


"Kau mau apa membuka baju? jangan macam-macam! oke... aku yang akan tidur di sofa!"pekik Ayeuna saat pria itu menatapnya dengan seringai.

__ADS_1


"Kau itu terlalu lugu, Miss Ayeuna. Aku mau mandi!"


"Bisakah kau buka bajumu di kamar mandi saja?"protes Ayuna yang merasa risih saat semua kancing kemeja itu hampir terbuka.


"Kenapa? suka-suka dong. lagi pula kau juga sudah lihat semuanya!" ledek Damien Perez.


Ayeuna mendengus kesal. Ia memilih menutup wajahnya menggunakan bantal sofa. Memilih pura-pura terpejam daripada harus melihat pemandangan yang sebenarnya membuat ia harus menelan salivanya kuat kuat.


Siapa yang tak terpesona pada dada berotot itu? tapi Ayeuna masih bisa menyadarkan dirinya. Ia bukanlah wanita murahan yang dengan mudahnya bisa tergoda oleh cetakan roti sobek milik pria itu.


Guyuran air di dalam kamar mandi terdengar hingga ke tempat di mana Ayeuna berbaring dengan posisi yang sama. Wajah yang ia tutup dengan bantal itu akhirnya benar-benar tertidur. terlebih perut yang sudah terisi penuh membuat dirinya ngantuk berat.


Damian keluar dengan handuk kecil yang dililitkan di pinggangnya. Titik-titik air yang menetes dari rambutnya membuat pria itu terlihat semakin cool.


Saat hendak menggunakan pakaiannya kembali, iya melirik Ayuna yang terbaring dengan wajah yang tertutup bantal.


Pria itu tersenyum miring. Iseng-iseng ia menghampiri Ayuena dan mengangkat bantal yang menutup wajahnya.


"Astaga.... dasar wanita tukang tidur. Baru saja ditinggal 15 menit mandi saja sudah nyenyak sekali!"ucap Damien Perez sambil menggelengkan kepalanya.


"Hemmm.... kasihan juga. Dia pasti lelah seminggu kemaren kurang tidur karena menjaga Prasetya."gumamnya dalam hati.


Demian segera mengangkat tubuh Ayeuna dan membawanya ke atas kasur. Ia merasa kasihan jika pengasuh anaknya itu harus tidur di sofa. Pasti tubuh wanita itu akan pegal. Dan jika dia sakit, itu akan mempengaruhi kinerja nya dalam mengasuh anaknya.


"KAU PRIA BRENGSEK ANDRE. MENJAUHLAH DARI KEHIDUPANKU. AKU JIJIK PADAMU!"KAMU MAMPU MENGHIANATIKU DENGAN SAHABAT KARIBKU SENDIRI!" Ayeuna mengigau dengan menyebut nama mantan kekasihnya. Sepertinya kilas balik kejadian itu terekam dalam mimpi buruknya.


Damian mengeryit. ia menjadi penasaran siapa Andre itu sebenarnya? Mengapa banyak sekali pria dalam hidup wanita itu? sungguh menyebalkan. umpatnya.


Pria itu hendak memakai pakaiannya kembali. tapi karena kesal mendengar nama pria yang wanita itu sebut-sebut dalam mimpinya, Ia mengurungkan niatnya nya itu. Dengan seringai tipis. Ia melihat tubuh Ayeuna yang begitu seksi meskipun berbalut seragam kerja yang tertutup.


"Wanita yang memiliki banyak pria sepertimu harus mendapatkan hukuman! Sepertinya kita akan mengulangi lagi malam indah itu,"bisik Damian ditelinga Ayeuna.

__ADS_1


Wanita itu hanya menggeliat merasakan geli karena pas Damian yang menggelitik telinganya. Sankin lelahnya, ia masih tetap terpejam. Ayeuna tak menyadari jika mata tajam itu menatapnya dengan buas.


Bersambung.....


__ADS_2