Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 179. MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR


__ADS_3

Tetapi ketika pihak Bank itu sudah memeriksa beberapa kali, ternyata memang cek yang diberikan Leonardo kepada mereka ternyata cek kosong. Leonardo langsung pergi begitu saja meninggalkan teler itu. Di bank, Leonardo pun merasa tertipu dan berniat untuk mencari keberadaan Pak Burhan dan ibu Liana.


Leonardo emosi, Ia pun berniat ingin menemui Pak Burhan Di tempat saat mereka mengadakan transaksi jual beli perusahaan milik Ayeuna. Leonardo bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang perusahaan sudah dipegang oleh Burhan. lelaki sialan itu telah menipuku." gumam Leonardo di dalam hati sembari menghempaskan barang-barang yang ada di dekatnya.


Membuat petugas keamanan Bank itu pun langsung menarik Leonardo keluar. Karena Leonardo sudah membuat keributan di sana. Leonardo menatap petugas keamanan itu dengan tatapan tajam. Ia pun langsung pergi dengan menggunakan mobil miliknya dengan kecepatan tinggi. Leonardo ingin pergi ke perusahaan yang sudah dibeli Pak Burhan sebelumnya.


Leonardo tidak menyadari kalau Burhan merupakan anak buah Jonathan dan Damian Perez. Ketika Leonardo sudah tiba di perusahaan yang sebelumnya ia pimpin, Ia pun begitu terkejut melihat beberapa mobil sudah terparkir di sana. Itu berarti perusahaan itu sudah kembali berkoperasi seperti biasanya.


Bahkan beberapa pegawai yang selama ini bekerja di sana, jasa mereka tetap digunakan oleh Damian untuk bekerja di perusahaan yang dikelola Damian dan Jonathan saat ini yaitu perusahaan milik orang tua Ayeuna.


Damian sama sekali tidak memberitahu masalah ini kepada Ayeuna.Ia tidak ingin membebani pikiran Ayeuna tentang permasalahan yang dilakukan Leonardo kepadanya. Dengan penuh emosi, Leonardo berniat masuk ke dalam kantor.


Tetapi petugas keamanan tidak memperbolehkan Leonardo masuk kedalam kantor sesuai dengan instruksi Jonathan kepada para pegawai yang bekerja disana, terutama petugas keamanan. Membuat emosi Leonardo semakin memuncak.


Membuat Leonardo terlibat adu mulut dan baku hantam dengan petugas keamanan di sana. Hal itu memicu keributan sehingga Jonathan dan beberapa asisten lainnya menghampiri petugas keamanan untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Jonathan yang mengetahui kalau kejadian seperti itu pasti akan terjadi, Ia pun sudah menyiapkan strategi untuk melawan balik Leonardo. Sementara Damian hanya memperhatikan kejadian itu dari layar ponselnya melalui sambungan jaringan CCTV yang mengarah pintu gerbang kantor.


Terlihat ada adu mulut antara petugas keamanan dengan Leonardo. Membuat Damian tersenyum kecut menatap Leonardo yang terus berteriak-teriak di pintu gerbang kantor yang selama ini dikelola Leonardo.


"Kamu sendiri yang membuat kamu seperti ini. Kamu terlalu serakah!" istriku tidak pernah mengusik harta kekayaan orang tuanya. Bahkan dia membujuk ku agar aku berinvestasi ke perusahaan yang kamu pimpinan. Tetapi kamu ingin menguasainya semua. Dan kamu juga menginginkan nyawa istriku. Maka aku tidak akan tinggal diam jika kalian mengusik wanitaku." gumam Damian dalam hati sambil tetap memperhatikan layar ponselnya.


Sementara Jonathan yang menyaksikan Leonardo berteriak-teriak dan baku hantam di pintu gerbang kantor pun, langsung bertepuk tangan melihat interaksi Leonardo dengan petugas keamanan yang ada di sana.

__ADS_1


"PROK....PROK....PROK....


Suara tepuk tangan Jonathan terdengar jelas di telinga Leonardo. Hal itu membuat Leonardo langsung terdiam dan melihat ke arah seseorang yang bertepuk tangan seperti seseorang itu sedang mengejeknya. Leonardo begitu terkejut melihat Jonathan yang bertepuk tangan dan datang menghampirinya.


"Apa yang kamu lakukan di sini Tuan Leonardo yang terhormat?tanya Jonathan dengan suara baritonya.


"Seharusnya saya yang bertanya kepada kamu ngapain kamu di kantor saya?" ucap Leonardo tanpa ada sedikit rasa malu.


"Apa?


"Kantor kamu?


Apa Saya tidak salah dengar? bukannya kamu sudah menjual perusahaan ini kepada Pak Burhan?


Hal itu membuat Leonardo berniat untuk menghajar Jonathan. Tetapi sebelum Leonardo menghajar Jonathan, petugas keamanan dan asisten Jonathan langsung menghajar Leonardo habis-habisan. Mereka pun mengusir Leonardo agar segera pergi meninggalkan kantor itu.


"Aku tidak akan tinggal diam!" lihat kalian akan menanggung akibatnya." teriak Leonardo sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Di perjalanan Leonardo sangat kesal. Ia pun tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sementara biaya rumah sakit Nyonya Rasti membutuhkan biaya yang lumayan banyak sehingga Leonardo memutuskan untuk menjual beberapa aset miliknya untuk biaya Rumah Sakit Nyonya Rasti.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Selain mobil dan rumah yang kami tempati. Tetapi rumah itu pun bukan atas namaku. Bagaimana mungkin aku bisa menjualnya?" gumam Leonardo dalam hati.


Tetapi ia teringat kalau dirinya memiliki aset pribadi seperti rumah dan juga mobil yang sudah ia beli atas nama dirinya ketika Leonardo memimpin perusahaan. Ia pun menjual satu unit mobil miliknya untuk biaya rumah sakit Nyonya Rasti. Berharap kedepannya mereka dapat menyambung hidupnya dengan sisa uang penjualan mobil itu.


Leonardo sangat bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia berharap kalau Nyonya Rasti cepat pulih kembali. tetapi apa dikata Nyonya Rasti ternyata tidak dapat bertahan sehingga Nyonya Rasti menghembuskan nafas terakhirnya, ketika Leonardo menghampiri Nyonya Rasti di rumah sakit.

__ADS_1


Zat racun yang termakan Nyonya Rasti memang sudah dikeluarkan oleh tim Dokter. Tetapi zat racun itu sudah mengenai jantung dan hati Nyonya Rasti. Sehingga Nyonya Rasti pun tidak dapat bertahan.


Nyonya Rasti menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan Leonardo sendiri. Membuat Leonardo meretuki dirinya sendiri. karena secara tidak langsung Leonardo membunuh ibu kandungnya sendiri.


" Mami.....Bangun mom.... Panggil Leonardo kepada Nyonya Rasti. Ia pun berteriak berharap Nyonya Rasti bangun kembali. Teriakan itu tidak membuat nyonya Rasti terbang lagi. Ia pun hanya merutuki dirinya sendiri dan merasa bersalah akan apa yang terjadi saat ini kepada Nyonya Rasti.


Rencana jahat mereka yang ingin melenyapkan Ayeuna, justru membuat Nyonya Rasti kehilangan nyawanya. Sungguh di luar dugaan, membuat Leonardo tidak bisa terima akan kepergian ibu kandungnya.


Rencana jahat itu juga merupakan ide dari Nyonya Rasti. Tetapi yang menjadi korban saat ini bukanlah Ayeuna melainkan Nyonya Rasti sendiri lebih tepatnya itu biasa dikatakan senjata makan tuan.


"Mengapa jadi seperti ini mom.....Bukan hal ini yang aku inginkan." gumam Leonardo sembari menangis histeris melihat Nyonya Rasti berbaring kaku di atas brangker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Pihak rumah sakit pun menyayangkan hal itu. Mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa Nyonya Rasti. Pihak rumah sakit sudah berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan zat racun yang ada di tubuh Nyonya Rasti. Tetapi Tuhan berkehendak lain sehingga Nyonya Rasti terlebih dahulu menghadap sang khalik.


Leonardo tidak dapat berkata apa-apa. Ia hanya menatap Nyonya Rasti yang terbaring kaku. Seolah dirinya tidak percaya kalau Nyonya Rasti sudah tiada."Hancur sudah harapanku, tidak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini. Ayeuna wanita yang selama ini aku cintai yang menjadi milik orang lain, kini pasti sudah membenciku.


Bahkan ia tidak akan Sudi melihat wajahku lagi sekarang. Mami sudah meninggalkanku dan aku tidak memiliki apa-apa lagi." tangis Leonardo di rumah sakit sembari terus menatap jenazah Nyonya Rasti.


Bersambung.....


hai hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏💙


sambil menunggu ini up yuk mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2