Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.23O RAHASIA NURAINI


__ADS_3

Prasetya Perez menangis sejadi-jadinya ia tidak dapat melakukan apa-apa selain hanya meringis kesakitan dan menangis. Ia terus memohon kepada Nuraini agar dirinya segera dilepaskan. Tetapi Nuraini sama sekali tidak bergeming. Justru ia berniat ingin sekali melenyapkan Prasetya Perez Putra kandung saudara kembarnya sendiri.


Benar-benar wanita psikopat. Membuat salah satu anak buahnya merasa iba melihat bocah kecil tak berdosa menjadi pelampiasan kemarahan Nuraini. Entah setan Apa yang membuat Nuraini dapat melakukan hal di luar nalar orang lain. Apalagi Nuraini merupakan seorang wanita.


Prasetya Perez sudah terlihat lemas, akibat benturan di kepalanya yang dilakukan oleh Nuraini yang asal mendorongnya sampai kepala Prasetya Perez terbentur ke tembok. Terlihat rumah tua tempat Prasetya perez disekap oleh Nuraini, benar benar mencekam. Bahkan di ruangan itu banyak sarang laba-laba yang membuat Prasetya semakin merasa ketakutan.


Prasetya sudah mulai tidak berdaya. Apalagi mulutnya yang ditutup dengan lakbet hitam, tangan diikat dan kaki juga diikat. Membuat Prasetya sama sekali tidak berdaya."Mami Ayeuna.....papi.....tolong Prasetya." mohon Prasetya Perez di dalam hatinya, karena dirinya sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara.


Sudah lima jam Prasetya Perez berada di gedung Tua itu. Tetapi tidak ada sedikitpun niatan Nuraini memberikan Prasetya perez setetes air putih ke mulutnya. Hal itu membuat tubuh Prasetya Freezer semakin tidak berdaya.

__ADS_1


"Mami..... Ayeuna, Papi....di mana kalian haruskah Prasetya mati di sini di tangan nenek sihir ini." gumam Prasetya dalam hati sejujurnya Prasetya ingin menjerit saat itu tetapi ia tidak berdaya sama sekali.


Sementara Damian Perez dan pihak kepolisian sudah mencari keberadaan Nuraini. Tetapi mereka belum mendapatkan jejak Nuraini sekarang. Ayeuna terus menangis histeris di rumah bersama putrinya baby Catherine. Tampak rumah semakin mencekam. Para asisten rumah tangga juga sudah menangis sih keadaan Prasetya saat ini mereka tahu betul Bagaimana sikap Nuraini.


Karena sebelum Ayeuna kembali dari rumah sakit, Nuraini sudah terlebih dahulu memberikan siksaan kepada Tati karena tadi tidak melakukan segala apa yang diperintahkan oleh Nuraini. Begitu juga dengan Bi Asih hal itu yang membuat mereka bungkam kepada Ayeuna sebelumnya.


"Ya Allah selamatkanlah tuan muda Prasetya Dia masih kecil belum seharusnya doa tadi di dalam hati. Begitu juga dengan Bi Asih yang sudah menganggap Prasetya Perez, sebagai cucu kandungnya sendiri Ia pun berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar Prasetya diselamatkan dari seorang Nuraini wanita psikopat.


Bi Asih langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya berharap sambungan telepon seluler itu tersambung dengan jelas.

__ADS_1


"Halo assalamualaikum Di dalam sambungan telepon selulernya.


"Iya, waalaikumsalam Ibu." ucap bou. Maaf mengganggu ini dari pihak rumah sakit membangun, memberitahu kalau pasien atas nama Karto, Harus segera dioperasi.


Karena harus ada pertanggungjawaban dalam melakukan tindakan operasi." ujar pihak rumah sakit kepada Bi Asih membuat bi ASI sedikit bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


Bi Asih langsung berpamitan kepada Ayeuna untuk segera berangkat ke rumah sakit. Ia pun menjelaskan apa yang terjadi kepada salah satu pekerja di rumah milik keluarga Damian.


Setelah Bi Asih memberitahu kepada Ayeuna bahwa saat itu juga, Bi Asih harus segera ke rumah sakit untuk menandatangani surat persetujuan operasi, pengeluaran peluru yang ada di perut security itu.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai semuanya dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.


__ADS_2