Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.260 AURELIN HAMIL


__ADS_3

"Uek.....uek....uek... Aurelin berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan seluruh isi perutnya. Ia merasa pusing, mual dan muntah pagi itu. Membuat tenaga Aurelin menjadi terkuras. Mario Perez datang menghampiri istrinya, yang sadari tadi mual dan muntah.


"Kamu kenapa sayang? tanya Mario sambil mengelus pundak istrinya, memijat memijat kening istrinya. Ia tidak tega melihat istrinya yang sedari tadi mengeluarkan isi perutnya.


"Entahlah Mas. Tetapi sepertinya Aurelin menatap langit-langit kamar ini seperti berputar semua." sahut Aurelin sembari langsung terduduk lemas di samping kamar mandi. Mario Perez meraih tubuh istrinya lalu menggendong dan membaringkannya di atas tempat tidur yang berukuran King size itu.


Mario Perez menekan nomor ponsel milik dokter pribadi keluarga Perez yang ada di kota Medan. Meminta kepada sang dokter untuk segera datang ke rumah agar kondisi kesehatan istrinya di periksa oleh dokter. Tidak menunggu lama sekitar 30 menit kemudian, sang dokter datang menghampiri Mario Perez dan juga Aurelin.


"Maaf tuan Mario, Siapa yang sakit sehingga Tuan memanggil saya ke sini?tanya sang dokter sambil memberi salam kepada Mario Perez.


"Istri saya sedari tadi merasa pusing mual dan muntah. Coba dokter periksa terlebih dahulu." ujarnya sambil langsung membawa dokter itu ke kamar.


Sang dokter mengikuti Mario Perez menghampiri Aurelin. "Maaf Nyonya saya memeriksa kondisi kesehatan anda dulu." ucap sang dokter sembari meraih alat pemeriksaannya dari dalam tas milik sang dokter.


Aurelin menganggukkan kepalanya. Sang dokter pun memeriksa tensi dan suhu tubuh. Hingga beberapa kali sang dokter memeriksa kondisi kesehatan sepertinya ada yang mengganjal di sana.


"Maaf Tuan Mario, menurut pemeriksaan saya. Sepertinya nyonya Aurelin saat ini sedang hamil. Tetapi untuk memastikannya lebih baik nyonya Aurelin diperiksa ke dokter kandungan." sahut sang dokter membuat Mario Perez mengembangkan senyumnya.


Dokter Serius kalau Istri saya sedang hamil? tanya Mario Perez mengulang perkataan sang dokter. Sang dokter menganggukkan kepalanya. "Menurut pemeriksaan saya, seperti begitu Tuan. Tetapi untuk memastikannya lebih baik langsung diperiksa ke dokter kandungan." ujar sang dokter.


Mendengar penjelasan dari sang dokter, Mario Perez merasa bahagia. Ia langsung memberikan kecupan hangat bertubi-tubi di wajah cantik Aurelin.


"Sayang Kamu hamil! mas bahagia mendengar kabar bahagia ini. Sebentar lagi mas akan menjadi seorang ayah." ucap Mario Perez merasa bahagia dan langsung memeluk istrinya yang masih merasa pusing.


Aurelin yang belum percaya dengan apa yang dikatakan dokter itu kepadanya. Aurelin masih diam saja. Ia hanya mengembangkan senyumnya menahan rasa pusing di kepalanya.


Saya berikan suntikan obat, untuk mengurangi rasa pusing dan mual nya saja. Nanti langsung diperiksa kedokteran kandungan." ucap dokter.


"Silahkan dokter. Berikan pengobatan yang terbaik untuk istri saya." sahut Mario perez.


***


Setelah dokter memberikan suntikan obat untuk mengurangi rasa pusing dan mual Aurelin, Sang dokter berniat untuk segera berpamitan kepada Mario Perez dan Aurelin.

__ADS_1


"Kalau begitu, saya pamit dulu Tuan. Karena saya hari ini harus ke rumah sakit juga. Ada beberapa pasien yang membutuhkan pertolongan saya." ucap sang dokter sembari memberi salam kepada Mario Perez dan Aurelin.


"Terima kasih Dokter. Saya sangat bahagia mendengar apa yang Dokter katakan." ucap Mario Perez sembari berjalan menemani dokter itu keluar dari kamar yang ditempati oleh Aurelin.


Ketika sang dokter sudah meninggalkan kediaman Mario Perez. Mario Perez kembali menghampiri Aurelin. "Bagaimana Sayang apa Sudah mendingan setelah diberikan suntikan obat dari dokter? tanya Mario Perez kepada Aurelin mengelus rambut indah Aurelin.


"Puji Tuhan sudah mulai mendingan mas. rasa pusingnya sudah mulai hilang." Sahut Aurelin. "Syukurlah kalau begitu. Nanti kalau kondisi kamu sudah mendingan, kita langsung pergi ke dokter kandungan. Untuk memastikan benar tidaknya pemeriksaan dokter itu.Aurelin menganggukkan kepalanya. Pertanda iya setuju kalau dirinya langsung diperiksa ke dokter kandungan.


***


Bagaimana dokter, apa istri saya benar hamil? dokter kandungan itu melambangkan senyumnya. "Selamat ya Pak istri anda benar hamil. Dan usia kandungannya sudah 3 minggu."ucap dokter kandungan Itu kepada Mario Perez. Ketika Mario Perez dan Aurelin memeriksakan kondisi Aurelin kepada dokter kandungan sesuai dengan anjuran dokter pribadi keluarga perez.


"Trimakasih dokter." ucap Mario Perez kepada dokter kandungan itu, sambil mengebangkan senyumnya menatap istrinya. Dan dokter itu secara bergantian. Mario Perez dan Aurelin pun berpamitan kepada sang dokter. Setelah memastikan dokter kandungan itu, memastikan kalau saat ini Aurelin benar benar hamil.


"Sayang Trimakasih kamu sudah memberikan kabar gembira ini untuk mas. Jujur mas sangat bahagia sambil langsung memeluk istrinya kepelukannya.


"Sama sama mas. Ini buah cinta kita ."


Aurelin mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan seksama. Ketika mereka sudah berada di dalam mobil, supir pribadi yang selama ini menemani Mario, langsung melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Perez.


Tak henti-hentinya Mario Perez memberikan kecupan demi kecupan kepada istrinya. Istri yang menemani hari harinya beberapa bulan belakangan ini, setelah acara pernikahan Meraka diadakan di California. Istri yang begitu berarti buat Mario Perez.


Tiba tiba suara deringan ponsel milik Mario Perez terdengar jelas di telinga pasangan suami istri yang lagi Bahagia itu. Mario Perez meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Ia melihat nomor yang menghubungi dirinya nomor ponsel Nyonya Julia Perez.


"Ada apa Mami menghubungiku ya? Gumamnya sambil langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Julia Perez.


"Ya hello mom selamat siang menjelang Sore!" sahut Mario di dalam telepon selulernya.


"Ya, Selamat siang sayang. Apa kabar?


"Kami sehat mom, bagaimana dengan mom dan papi disana?


"Mom dan papi juga sehat.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kak Damian, ka Ayeuna dan ponakan Mario, apa mereka baik dan sehat?


"Alhamdulillah, Kakak kamu Damian, Ayeuna dan kedua ponakan kamu sehat dan baik baik saja." sahut nyonya Julia Perez di ujung telepon.


"Oh ya menantu kesayangan mom dimana?


"Ini Aurelin disamping Mario. Kami baru pulang dari rumah sakit.


Deg ....


Jantung nyonya Julia Perez berdegug kencang, ketika mendengar nama rumah sakit di ucapkan Mario Perez. Ia Kwatir kalau Mario atau Aurelin lagi sakit.


"Rumah sakit?


"Memangnya siapa yang sakit nak?


"Tidak sakit sih mom, hanya sakit cantik saja."


"Maksudnya?


"Iya mom, barusan kami ke dokter kandungan. Karna cucu mom dan papi akan bertambah lagi " ucap Mario Perez dalam sambungan telepon selulernya.


"Kamu serius sayang?


"Iya mom, tidak mungkin Mario berbohong dengan urusan seperti ini. Makanya Mario saat ini sangat bahagia." ucap Mario Perez kepada nyonya Julia Perez.


"Alhamdulillah... akhirnya cucu mom dan papi akan nambah lagi. ucap nyonya julia Perez merasa bahagia mendengar berita kehamilan Aurelin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2