Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 214 BERTEMU LEONARDO


__ADS_3

Lima bulan kemudian usia kandungan Ayeuna sudah menginjak sembilan bulan. Itu artinya persalinan Ayeuna sudah semakin mendekat tinggal menghitung hari. Terlihat Ayeuna meminta bantuan kepada Tati untuk menemaninya pergi ke sebuah mall membeli beberapa perlengkapan bayi yang akan digunakan nantinya,setelah bayi yang ada di dalam kandungan Ayeuna lahir.


Sementara DAMIAN sudah mempersiapkan kamar didesain sedemikian rupa untuk kamar buah hati mereka. Ayeuna sengaja tidak melakukan USG, karena menurut Ayeuna tidak menjadi kejutan lagi, jika Ayeuna melakukan USG. Karena Ayeuna ingin membuat kejutan untuk seluruh keluarga Perez.


Damian Perez rela mengeluarkan kocek yang lumayan besar untuk mendesain sedemikian rupa kamar untuk bayi yang akan meramaikan rumah Damian perez. Terlihat para asisten rumah tangga sudah tidak sabar ingin mendengar suara tangis Bayi.


Apalagi setelah kehadiran Ayeuna di rumah keluarga Damian Perez. mereka merasa rumah itu terasa hangat tidak seperti sebelumnya. Keadaan rumah tegang dan tidak ada yang berani membuka berbicara. Apalagi dengan sikap Arogant Damian perez selama ini.


Membuat setiap asisten rumah tangga tidak dapat mengeluarkan pendapat mereka masing-masing. Tetapi untuk saat ini Damian Perez justru meminta pendapat dari para asisten rumah tangga dan juga pekerja yang ada di kantor untuk memberikan masukan desain interior kamar untuk calon anak Damian Perez dengan Ayeuna.


Ketika Ayeuna dan Tati berada di sebuah mall ia dikejutkan dengan kehadiran Leonardo di sana. "Kak Leonardo." Panggil Ayeuna sambil menghampiri Leonardo yang sedang duduk di sebuah restoran junk food yang ada di mall itu.


Leonardo terkejut melihat kehadiran Ayeuna di sana, dengan perut yang sudah membesar. Leonardo menatap Ayeuna dengan tatapan sendu. Ia seolah tidak dapat memandang Ayeuna. Karena ia sudah merasa bersalah kepada Ayeuna. Telah merencanakan untuk membunuh Ayeuna.


Tetapi Ayeuna tidak bisa merasa benci kepada Leonardo. Karena kasih sayang yang diberikan Leonardo semenjak kecil kepadanya. Hidup bersama Nyonya Rasti dan Leonardo semenjak kecil. Hanya Leonardo saja yang memberikan kasih sayang kepadanya.


Apalagi semenjak ayah kandung Ayeuna meninggal dunia. Sampai akhirnya Ayeuna lulus dari sekolah menengah atas dan memilih untuk keluar dari rumah mereka, untuk meratapi segala apa yang terjadi di kehidupan Ayeuna selama ini. Yang mana ia merasa bersalah telah membuat kedua orang tuanya pergi untuk selamanya. Padahal kejadian yang sebenarnya bukan seperti yang dituduhkan oleh nyonya Rasti kepadanya selama ini.


"Kakak lagi ngapain Di Sini? tanya Ayeuna sambil duduk di hadapan Leonardo tanpa ada sedikitpun rasa benci di hatinya, terhadap Leonardo. Tetapi Leonardo yang tidak merasa enak hati, Ia pun terus tertunduk tak mampu menatap Ayeuna sedikitpun.


"Bukankah Kakak selama ini berada di Banyuwangi? tanya Ayeuna penuh selidik. Leonardo pun akhirnya angkat bicara dan memohon maaf kepada Ayeuna atas segala apa yang terjadi belakangan ini. Ia juga meminta maaf atas nama Nyonya Rasti yang selama ini berbuat jahat kepada Ayeuna.

__ADS_1


"Sudahlah Kak!" sebelum kakak meminta maaf kepada Ayeuna, Ayeuna sudah benar-benar memaafkan kakak." ucap Ayeuna sambil mengembangkan senyumnya.


" Kamu sama siapa ke sini? apa kamu bersama suamimu di mana Damian? tanya Leonardo penuh selidik. Karena ia tidak tega melihat Ayeuna jalan sendirian di mall dengan perut membuncit.


Aku datang ke sini bersama Tati untuk membeli beberapa perlengkapan bayi kami. Tetapi sepertinya Tati pergi ke kamar mandi" ucap Ayeuna sambil mencari keberadaan Tati. Sekitar 10 menit kemudian, Tati i pun muncul menghampiri Ayeuna. Alangkah terkejutnya Tati melihat kehadiran Leonardo di sana.


Tati memberi kode di kepada Ayeuna agar lebih berhati-hati kepada Leonardo. Tetapi Ayeuna meyakinkan Tati agar tidak terlalu mengkhawatirkan segalanya. ia tahu betul sikap asli Leonardo selama ini. Yang ia tahu Leonardo sangat menyayanginya. Leonardo pasti melakukan itu keadaan terpaksa karena mendapat ancaman dari Nyonya Rasti.


"Dimana suami kamu?mengapa Bukan dia saja yang menemanimu? Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu? tanya Leonardo merasa mengkhawatirkan Ayeuna .


"Mas Damian saat ini sedang sibuk di kantor. tidak apa-apa Lagian ada Tati yang menjagaku kemanapun aku pergi. Sahut Ayeuna sambil memanggil salah satu pelayan restoran itu untuk memesan makanan buat Tati dan juga Ayeuna.


Sementara pesanan Leonardo sudah datang terlebih dahulu.


"Untuk saat ini rumah itu masih kosong, Kakak berniat untuk mengembalikan rumah itu kepada kamu.


Karena itu adalah hak kamu, warisan dari papa untuk kamu. Tidak ada hak Kakak di sana." sahut Leonardo.


"Kakak jangan ngomong seperti itu, lebih baik Kakak kembali ke sana dan kembalilah mengelola perusahaan kak. Itupun jika Kakak mau, Ayeuna tidak dapat memaksa kehendak Ayeuna.


Tetapi Ayeuna berharap kakak kembali ke rumah itu dan Kembali lah mengelola perusahaan yang dirintis oleh papa. Dari awal sudah Ayeuna katakan, Ayeuna tidak akan memperebutkan harta warisan papa. Yang penting Kakak menjaganya dan tidak memiliki niat untuk menjualnya.

__ADS_1


Karena rumah dan perusahaan itu satu-satunya peninggalan Papa yang Ayeuna. Karena bagaimanapun kita harus menghargai jasa papa semasa hidupnya. Kita dapat bertahan hidup sampai sekarang, karena jasa papa yang mengelola perusahaan dengan sekuat tenaga menguras pikiran dan otaknya. hanya saja umur Papa tidak panjang sehingga kita harus merasakan seperti ini." ucap Ayeuna sambil memakan makanan yang mereka pesan sebelumnya.


Akhirnya Ayeuna dan Leonardo Tati juga menyicipi makanan yang disediakan di restoran itu. Tanpa ada rasa takut atau khawatir jika Leonardo berbuat sesuatu kepada Leonardo. Sudah memiliki perubahan terlihat jelas dari sikap dan tegur sapa Leonardo kepada Ayeuna, begitu lembut dan ramah.


Tetapi Tati masih tetap menaruh curiga kepada Leonardo. Hingga dirinya lebih berhati-hati. Bahkan sebelum Ayeuna memakan menu makanan yang disediakan oleh pihak restoran kepada mereka, Tati terlebih dahulu mencicipi menu makanan yang akan dimakan oleh Ayeuna.


Karena Tati takut kalau Ayeuna sampai keracunan. Di situasi Ayeuna yang sudah hamil besar membuat Tati harus over protektif akan makanan yang dimakan oleh Ayeuna. Apalagi dokter sudah menganjurkan kepada Tati agar mengingatkan Ayeuna untuk selalu mengkonsumsi. Makanan yang bervitamin dan juga tidak boleh terlalu kelelahan.


Hingga saat ini, Tati benar-benar masih belum percaya begitu saja kepada Leonardo. Hingga dia terus memantau Ayeuna dan Leonardo dan berbicara sambil menyantap menu makanan miliknya. Di tempat lain, Damian Perez terlihat sudah menunggu kehadiran Ayeuna Di rumah.


Tetapi ketika dirinya sudah menunggu Ayeuna dan Tatik tak kunjung pulang membuat Damian merasa khawatir. Ia pun langsung menghubungi nomor ponsel milik Ayeuna untuk sekedar bertanya keberadaan saat ini.


Kring....


Kring....


"Kring.....suara deringan ponsel milik Ayeuna terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya merupakan suaminya.


"Panjang umur Ini. mas Damian menghubungiku." ucap Ayeuna sambil senyum sumringah.


Ayeuna pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian. Ia juga memberitahu Mengapa mereka saat ini belum pulang, hingga Damian Perez pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju mall, tempat Ayeuna dan Tati berbelanja. Ia merasa khawatir jika Leonardo akan melakukan sesuatu yang di luar dugaan Ayeuna.

__ADS_1


hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓


yuk mampir ke karya baru emak


__ADS_2