
Tuan Gaston Perez meminta kepada anak buahnya untuk membawa Hendarson ke rumah sakit terdekat. Apalagi Tuan Gaston Perez tidak tega melihat mantan sahabatnya itu merenggang nyawa tanpa ada pertobatan.
"Bangun lah Hendarson!" pekik Tuan Gaston sambil menepuk menepuk wajah Tuan Hendarson. Tetapi Henderson tidak merespon apa-apa. Membuat Tuan Gaston semakin kwatir dan berteriak langsung meminta kepada anak buahnya untuk segera membawa ke rumah sakit.
"Dimana kalian? Mengapa kalian lambat sekali? teriak Tuan Gaston membuat para anak buahnya langsung berlari menghampiri Tuan Gaston dan membawa Hendarson masuk ke dalam mobil. Hendarson di jaga ketat oleh anak buah Tuan Gaston. Mereka khawatir kalau Hendarson hanya berpura-pura saja.
****
Bagaimana kondisinya dokter? apa dia baik-baik saja?
"Tuan tenang saja. dia hanya dehidrasi dan sepertinya satu harian ini pasien tidak makan sama sekali.
"Tidak makan?
"Maksudnya?
Tuan Gaston Perez merasa heran mendengar apa yang dikatakan dokter kepadanya. Padahal Ia selalu memerintahkan kepada anak buahnya agar memberikan hendak usah makan. Sekalipun Hendarson disekap oleh Tuan Gaston Perez.
Kini emosi Tuan Gaston semakin memuncak. Ia keluar dari ruang pemeriksaan dokter menghampiri para anak buahnya. Saya ingin bertanya kepada kalian. Tetapi coba jawab kalian dengan jujur. Apa kalian melakukan seperti apa yang saya perintahkan? tanya Tuan Gaston dengan nada yang sudah sangat emosi.
Semua anak buah Tuan Gaston hanya terdiam tidak dapat menjawab apa-apa. Mereka sebenarnya hanya ingin memberikan pelajaran kepada Hendarson agar Hendarson bersedia untuk tidak melakukan hal yang sama lagi.
Salah satu anak buah Tuan Gaston Perez akhirnya angkat bicara, dan memberitahu apa yang sebenarnya mereka melakukan. Ia juga memberitahu kepada Tuan Gaston maksud dan tujuan mereka. Sehingga memberikan pelajaran kepada Hendarson.
Tuan Gaston menghela nafas panjang. Ia tidak dapat memarahi anak buahnya Karena tujuan anak buahnya cukup baik. Ia pun meninggalkan anak buahnya dengan kekesalannya. Kemudian ia kembali menghampiri Hendarson yang sedang berbaring lemah di atas Banker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
__ADS_1
Di tempat lain, Nuraini berteriak-teriak meminta tolong kepada seseorang agar dirinya dilepaskan dari jeruji besi. Dengan bukti-bukti yang ada, Tuan Gaston perez berhasil mencebloskan Nuraini ke dalam penjara.
Ia tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali kepada cucunya. Apalagi orang yang ia incar merupakan orang yang begitu berarti di hidup Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez.
"Anda jangan berteriak. Tidak ada gunanya Anda berteriak di sini." ucap salah satu petugas kepolisian yang berjaga di sana.
"Saya tidak bersalah, lepaskan saya." teriak Nuraini yang dapat memecah gendang telinga petugas Kepolisian.
"Sekali lagi anda berteriak, maka saya tidak akan segan-segan menghukum kamu lebih lama lagi. Dari hukuman yang dijatuhkan kepadamu kelak." ucap pihak kepolisian yang bertugas di sana.
Nuraini terdiam sejenak. lalu ia meratapi nasibnya. Lebih tepatnya tidak ada penyesalan di hatinya. Ketika berbuat kesalahan kepada almarhumah kakak saudara kembarnya. Apalagi ketika melakukan penculikan terhadap Prasetya yang sampai mengalami trauma.
Justru ia semakin dendam kepada Damian atau keluarga Perez. Ia berjanji kepada dirinya sendiri akan menghancurkan keluarga Perez, jika dirinya sudah bebas dari balik jeruji besi.
"Wanita gila!" tadi saja berteriak-teriak minta dilepaskan. Sekarang malah tertawa ngakak." ucap personil kepolisian yang bertugas disana. Petugas kepolisian menggelengkan kepalanya melihat ke arah Nuraini.
Nuraini benar-benar wanita psikopat dapat melakukan apapun yang ia mau."Nuraini melihat Foto-foto yang ada di sakunya. foto itu foto beberapa keluarga Perez. Satu persatu foto itu disilanginya. Pertanda Siapa yang pertama yang akan ia habis kelak, Jika dia bebas dari balik jeruji besi
Yang pertama sekali, saya akan menghabisi Ayeuna wanita yang sudah merebut posisiku di hati Damian. Kemudian aku akan menghabisi Nyonya Julia Perez. Wanita yang sangat dicintai Gaston Perez.
Kedua wanita itu, akan aku habisi membuat Gaston Perez dan Damian Perez pasti akan terpuruk, hingga mereka tidak dapat melakukan apa-apa terhadapku.Tenang saja Gaston kamu bisa tertawa sekarang. Tetapi tidak waktu yang lama kamu pasti akan menangis." Celutuknya Sambil tertawa ngakak di balik jeruji besi.
Dirumah sakit, tepatnya di ruang rawat inap Hendarson. Henderson sudah mulai sadar dari pingsannya. Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez menghampiri Hendarson ada rasa malu di hati Hendarson, ketika dirinya terlihat lemah di hadapan rivalnya. Kini ia tidak berdaya selain harus pasrah dengan keadaan.
Bagaimana kondisimu Henderson, Apa sudah baikan?tanya Tuan Gaston Perez dengan nada bersahabat. Hendarson hanya terdiam menatap Tuan Gaston yang begitu perhatian kepadanya. Padahal selama ini Hendarson sudah sangat jahat kepada Tuan Gaston Perez.
__ADS_1
Hingga saat ini Tuan Gaston tidak membiarkan mantan sahabatnya begitu saja.
"Aku berharap cobalah berdamai dengan masa lalu. dan berdamailah dengan keadaan sekarang. Aku pastikan hari-harimu akan semakin baik." ujar Nyonya Julia Perez kepada Hendarson.
Henderson tetap bungkam tidak dapat berbicara apa-apa. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia menyesali perbuatannya terhadap sahabatnya membantu wanita yang salah. Menggores luka yang sangat dalam di hati mantan sahabatnya itu.
Karena hasutan dari Nuraini sehingga dendam Henderson kembali bangkit. Sehingga hendarson membantu Nuraini untuk menghancurkan Tuan Gaston perez. Ia tidak mengetahui Siapa Sebenarnya Nuraini yang merupakan wanita psikopat
"Kamu tahu siapa Nuraini itu? tidak bukan?
sedangkan membunuh Kakak kembarnya saja dia mampu. Dan juga sahabat baiknya. Maka tidak menutup kemungkinan Nuraini akan membunuh kamu juga.
Ia mendekatimu, karena ada yang ia mau." ucap Nyonya Julia Perez kepada Hendarson terlihat Henderson menatap Nyonya Julia Perez dengan tatapan mendalam. Sesekali ia melirik ke arah Tuan Gaston peres.
Benar apa yang dikatakan istri saya. Lebih baik kamu berubah. Saya tidak akan membawa kamu ke jalur hukum, jika kamu benar-benar berubah. Karena bagaimanapun kamu mantan sahabatku.
Sudah banyak yang kita lalui bersama. Sakit tidaknya ketika kita masih duduk di bangku sekolah, kita jalani bersama-sama. Tetapi karena kamu memilih berbisnis haram itu, membuat aku sama sekali tidak mentolerirnya.
" Maafkan aku sudah mencoblos kamu ke penjara beberapa tahun yang lalu. itu aku lakukan agar kamu hidup lebih baik, jangan kamu lakukan kesalahan Yang Sama lagi.
" Nuraini wanita iblis itu, tidak akan tinggal diam dan terus memanfaatkan kamu, Jika kamu terus bekerja sama dengannya."ucap Tuan gastro Perez kepada Hendarson. Henderson tetap terdiam. Dia sama sekali tidak menjawab. Entah apa yang di dalam pikirannya saat ini. Tuan Gaston Perez sama sekali tidak mengetahuinya.
bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1