
Dengan berat hati, Saida menganggukkan kepalanya sejujurnya Saida sudah ingin menangis. Tetapi ia berusaha untuk kuat demi anak yang ada di dalam kandungannya. ia tidak ingin terlihat cengeng di depan Nyonya laksmana. Tetapi ketika Nyonya laksmana sudah tidak ada di tempat itu lagi, Saida menangis histeris. Tanpa terdengar suaranya sedikitpun air bening mengalir di wajah cantiknya deras begitu saja.
Seolah dirinya ingin berteriak sekencang mungkin.Saida sama sekali tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti permintaan Nyonya laksmana.
"Ingat kalian akan menerima ganjaran apa yang telah kalian perbuat kepadaku. Suatu saat kalian akan bertekuk lutut di kaki ku." geram Saida karena dirinya sudah merasa tidak tahan atas perbuatan nyonya laksmana kepadanya.
Apalagi Andre sama sekali tidak menganggapnya ada disana. Padahal anak yang dalam kandungan Saida adalah darah daging Andre sendiri. Mampu melihat saida di perlakukan layaknya lebih dari pembantu Di paksa kerja rodi. Sungguh hati yang sangat tidak berprikemanusiaan. Tapi Saida berusaha untuk kuat. Saida tidak ingin kalau nyonya laksamana melihatnya rapuh.
Ketika Saida mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan oleh Nyonya laksmana. Andre mencari keberadaan Saida. Tetapi ketika ia mencari keberadaan Saida di kamarnya ia tidak melihat sosok Saida di sana. Sehingga ia penasaran dan bertanya kepada Nyonya laksmana.
"Ma Saida di mana? tanya Andre kepada Nyonya laksmana
"Ngapain kamu mencari wanita jelang itu? tapi syukurlah dia datang ke rumah ini Mami tidak perlu mengeluarkan uang membayar pembantu . Ada pembantu gratis juga untuk apa kita banyak-banyak membayar pembantu." ucap Nyonya laksmana sembari tertawa ngakak.
Andre mengerutkan keningnya ia bingung maksud perkataan Nyonya laksmana.
"Maksudnya mama apa?"
"Jadi anak jangan terlalu bodoh, kamu harus pintar memanfaatkan anjing seperti Saida." ucap Nyonya laksmana.
"Pertanyaan Andre bukan itu ma," yang Andre tanyakan di mana Saida berada kok tidak ada di kamarnya apa Mami mengusirnya?
"Sudah terlalu bodoh Mami Kalau Mami mengusir Saida, yang dapat mama memanfaatkan di rumah ini mengerjakan pekerjaan yang ada di rumah ini. Dia sekarang berada di atas Mami menyuruhnya menyetrika pakaian." ucap Nyonya laksmana sambel tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa Nyonya laksmana sadari Tuan laksmana mendengar apa yang dibicarakan Nyonya laksmana dengan Andre.
__ADS_1
"Apa?
"Kamu menyuruh Saida menyetrika pakaian malam-malam begini? kamu tidak tahu kalau Saida itu tidak bisa terlalu kelelahan karena dia saat ini sedang hamil? kamu wanita atau tidak sih? sungguh kamu tidak memiliki hati sebagai seorang wanita mampu memperlakukan wanita hamil layaknya seorang pembantu." ucap tuan laksmana sambil berlalu
Amarah Tuan laksmana semakin memuncak Ketika tuan laksmana berlalu dari hadapan Andre dan nyonya laksmana melihat keberadaan Saida yang sedang menyetrika di satu ruangan.
"Apa yang kamu lakukan di sini Saida? tanya Tuan laksmana kepada Saida yang sedang menyetrika pakaian.
Saidah sama sekali tidak menjawab ia hanya menoleh Tuan laksmana dengan sekilas kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Berharap Saida dapat menyelesaikan pekerjaan itu secepat mungkin. Agar tubuhnya dapat langsung istrihat. Karena seluruh kaki, tangan dan perut Saida sudah terasa keram.
"Hentikan Saida!" kamu pergi istirahat saja." ujar Tuan laksmana kepada Saida. Tetapi Saida tidak mau menggubrisnya. Karena ia takut Nyonya laksmana akan semakin marah kepadanya dan memberikan pekerjaan-pekerjaan yang lain kepadanya sebelum ia menyelesaikan pekerjaan itu.
"Hentikan Saida!" teriak Tuan laksmana Saida hanya tertunduk tak mampu menjawab Tuan laksmana. Air bening mengalir di pelupuk wajahnya yang begitu cantik nan rupawan. Tetapi kecantikan Saida memudar ketika dirinya sudah berada di rumah keluarga laksmana.
"Kenapa kamu diam? tanya Tuan laksmana penasaran Mengapa Saida tidak mau jawab segala apa yang dikatakan oleh Tuan laksmana kepadanya.
"Maaf om Lebih baik saya langsung istirahat saja. Saya tidak ingin memperkeruh suasana di rumah ini. ucap Saida karena perut Saidah sudah terasa keram. Tiba-tiba air bening mengalir begitu deras dari rahim Saida itu pertanda air ketuban Saida sudah pecah padahal usia kandungan Saida saat ini masih berumur 7 bulan.
"Kamu kenapa meringis kesakitan tanya Tuan laksmana kepada Saida yang belum melihat air ketuban Saidah sudah mengalir begitu deras. Saidah tidak mampu menjawab lagi wajahnya sudah pucat meringis kesakitan menahan rasa sakit yang ia rasakan.
Saida meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Ayeuna untuk memberitahu kondisinya saat ini. Tetapi ketika saida beberapa kali menghubungi Ayeuna, Ayeuna sama sekali tidak mengangkat ponselnya. Mengingat Hari sudah larut malam Mungkin Ayeuna saat ini sudah istirahat.
Saida berusaha mengirimkan pesan kepada Ayeuna untuk memberitahu kondisinya saat ini agar suatu ketika jika terjadi sesuatu kepadanya, Ayeuna mengetahui apa yang terjadi kepada nya. Setelah pesan itu berhasil terkirim kepada Ayeuna, Saida merasa sedikit lega. Setidaknya ada seseorang yang mengetahui kondisinya saat ini Dan apa yang ia rasakan selama berada di rumah keluarga laksmana.
Tuan laksmana langsung membopong tubuh Saida masuk ke dalam mobil. Ketika Tuan laksmana sudah melihat air ketuban Saida keluar.
__ADS_1
"Kamu sepertinya sudah mau melahirkan, Berapa usia kandungan kamu? tanya Tuan laksmana. Tetapi Saida sudah jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri lagi. Untuk saja Tuan laksmana mampu langsung dapat meraih tubuh Saida sebelum terjatuh kelantai.
Tuan laksmana berteriak sambil membawa Saida masuk ke dalam mobil.
"Kalau Saida kenapa-kenapa, kamu yang harus bertanggung jawab. Dasar wanita yang tidak memiliki hati." ucap Tuan laksmana kepada Nyonya laksmana.
Sementara Andre hanya terdiam ia menatap tubuh Saida yang tidak berdaya lagi.
"Dia Kenapa pa? tanya Andre kepada tuan laksmana. Tuan laksmana hanya menatap Andre dengan tatapan tajam. Ia tidak ingin berdebat saat itu. Yang ia inginkan hanya keselamatan Saida dan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Dan Tuan laksmana berteriak minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu. Berharap mereka langsung dapat menangani Saida
Dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu pun langsung membawa branker agar Saida dapat ditangani secepat mungkin.
Ketika Saida sudah berada di ruang UGD dokter langsung memeriksa kondisi kesehatan Saida. Dokter menggelengkan kepalanya pertanda kondisi Saida saat ini Tidak baik.
"Kita harus segera melakukan tindakan operasi Tuan, karena bayi yang ada di dalam kandungan Nona Saida tidak akan bisa bertahan jika kita menunda operasinya"ucap dokter itu kepada tuan laksmana.
"Lakukan yang terbaik kepada menantu saya. Tolong selamatkan keduanya." ucap Tuan laksmana kepada dokter itu. Sementara Nyonya laksmana seolah tidak peduli sama sekali akan kondisi Saida dan baik yang ada di dalam kandungan Saida.
Andre terdiam ia sama sekali tidak berbuat apa-apa. Amarah Tuan laksmana sengaja Ia tahan. Karena mereka berada di rumah sakit. yang ia inginkan hanya kesehatan Saida dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Dimana suami pasien? Tanya suster kepada tuan laksmana dan Tuan laksmana langsung menatap tajam Andre agar langsung memberikan tanda tangan di atas kertas surat persetujuan operasi.
"Lelaki macam apa kamu ini?" ucap Tuan laksmana penuh penekan. Jika saat ini mereka tidak di rumah sakit, pasti Tuan laksmana akan menghajar Andre habis-habisan.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏