Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.142 KONDISI MEMBAIK


__ADS_3

Setelah Ibu Amelia dan pak Walson telah menyelesaikan administrasinya Ibu Amelia dan Pak Walson langsung membawa Saida dan babynya pulang kerumah keluarga Pak walson. Ibu Amelia dan Pak walson merasa bersyukur karena kondisi kesehatan Saida saat ini sudah berangsur-angsur membaik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh dokter Handoko.


Sungguh keajaiban yang sangat luar biasa bagi Pak Handoko. Melihat kondisi Saida saat itu sangat kritis dan kemungkinan untuk sembuh itu sangat tipis. Rasa sayang Saida kepada putranya membuat Saida tidak dapat bertahan saat itu. Di samping Saida berusaha bertahan Jonathan pun berperan penting di dalamnya.


"Siapa pria yang bersama Tuan Damian itu apa kamu mengenalnya?" tanya ibu Amelia kepada Saida.


" Saida tidak terlalu mengenalnya. Setahu Saida nama lelaki itu adalah Jonathan yang merupakan asisten kepercayaan tuan Damian perez." sahut Saida memberitahu apa yang ia ketahui mengenai Jonathan. Entah mengapa Ibu Amelia dan Pak walson terlihat menyukai Jonathan.


Setelah Saida dan bayinya berada di lobby Rumah Sakit, Pak walson mengambil mobil miliknya, yang terparkir di parkiran Rumah Sakit. Saida dan putranya Begitu juga dengan ibu Amelia langsung dibawa pulang ke rumah Pak walson. Mereka tidak ingin menunda-nunda waktu lagi. Karena Pak Walson dan ibu Amelia sudah tidak sabar ingin bermain dengan cucunya baby Neptunus.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit, dari rumah sakit tempat Saida dirawat. Mereka tiba di rumah keluarga besar Pak walson. Terlihat kerabat dan juga asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Pak walson, sudah mengembangkan senyumnya. menyambut kepulangan Saida. Apalagi sebelumnya menatap mereka mengetahui kalau kondisi kesehatan Saida saat itu sedang, dan kritis.


Membuat para kerabat yang ada di sana berdoa dan mengucap syukur atas keselamatan Saida. Sehingga para kerabat dan asisten rumah tangga sudah mempersiapkan acara sambutan baby Neptunus dan juga Saida. Walau acaranya hanya acara kecil-kecilan dihadiri saudara dan kerabat terdekat saja.


Sedangkan Ayeuna dan Damian, yang mengetahui kalau hari itu Saida dan baby Neptunus sudah diperbolehkan oleh dokter Handoko pulang dari rumah sakit. Langsung meminta kepada Damian untuk segera mengantarkan Ayeuna ke rumah keluarga Pak walson.Yang mana Ayeuna ingin memberikan selamat kepada Saida dan juga baby Neptunus. Karena terlepas dari jurang maut.


Ayeuna sengaja mengingatkan Damian dalam sambungan telepon selulernya kalau mereka segera pergi sore itu keruang keluarga Pak walson setelah Damian pulang dari kantor.


Prasetya memohon kepada Ayeuna agar Prasetya diperbolehkan ikut melihat bayi Neptunus. Karena Prasetya sangat senang melihat seorang bayi.

__ADS_1


" Mom....Prasetya bisa ikut kan melihat adik bayi Tante Saida? tanya Prasetya kepada Ayeuna. Karena melihat Ayeuna sudah bersiap ingin berangkat ke rumah keluarga Pak walson, bersama Damian Perez tentunya.


"Boleh sayang," tapi sebelumnya Putra Mami yang tampan ini harus terlebih dahulu mandi dulu." ujar Ayeuna agar Prasetya segera membersihkan diri. Prasetya langsung meninggalkan Ayeuna begitu saja berlalu masuk ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


Tati yang melihat Prasetya begitu semangat masuk kedalamnya kamar mandi, Ia pun bertanya kepada Ayeuna. Mengapa tiba-tiba Prasetya Perez begitu bersemangat masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Tati mendapat jawaban dari Ayeuna, Tati menghampiri Prasetya berniat untuk membantu Prasetya dalam mempersiapkan diri. Sementara Prasetya memberitahu kepada Tati Kalau hari ini Prasetya akan melihat baby Neptunus yang merupakan anak dari Saida sahabat ayeuna.


Padahal Tati sudah tau dari Ayeuna. karna Prasetya begitu bersemangat sehingga Prasetya memberitahu Tati kalau hari ini dia melihat adik bayi Neptunus. Tati langsung tertawa ngakak ia tahu persis kalau Prasetya sangat menyukai seorang bayi. Mengingat selama ini Prasetya sangat kesepian dan membutuhkan teman bermain.


Sementara usia kandungan Ayeuna saat ini menginjak tiga bulan. Terlihat Ayeuna terkadang sering mual dan muntah itu biasa dirasakan oleh wanita hamil muda. Tetapi Ayeuna berusaha menutupinya dari Prasetya. Karena ia tahu kalau Prasetya akan banyak bertanya jika melihat Ayeuna mual dan muntah.


Setelah kurang lebih lima belas menit kemudian, Prasetya menyelesaikan ritual mandinya. Tentunya dibantu oleh Tati sang pengasuh yang selama ini mengasuh Prasetya sejak kecil. Setelah berpakaian dengan rapi, Prasetya kembali menghampiri Ayeuna. Tetapi Prasetya belum melihat sosok Damian Perez di sana. Membuat anak itu langsung bertanya kepada Ayeuna.


"Bukan sayang," tapi kita pergi menemui adik Neptunus bersama Papi. Tetapi Papi harus terlebih dahulu pulang dari kantor." ucap Ayeuna sambil mengembangkan senyumnya.


Tiba-tiba Ayeuna merasa mual dan muntah. Ia pun langsung berlari masuk ke kamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya. Hal itu mengundang perhatian dari Prasetya. Prasetya menghampiri Ayeuna dan bertanya kepada Ayeuna Mengapa tiba-tiba Ayeuna muntah-muntah.


Ayeuna berusaha mengembangkan senyumnya menjawab pertanyaan Prasetya. bocah kecil itu yang ingin sangat mengetahui segala sesuatu pun bertanya kepada Ayeuna secara detail. Membuat Ayeuna sedikit kewalahan untuk menjawab segala pertanyaan Prasetya.

__ADS_1


"Kalau Mami sakit, lebih baik kita besok saja perginya mom.... kasihan mami sepertinya kurang sehat." ujar Prasetya sambil memeluk dan mencium wajah cantik Ayeuna. Prasetya memang anak yang sangat menyayangi Ayeuna. Begitu juga dengan Ayeuna begitu sangat menyayangi Prasetya.


Sore harinya matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Terlihat mobil Damian sudah memasuki pekarangan rumah Damian. Prasetya yang mendengar suara mobil milik Damian, langsung berlari keluar menghampiri Damian. Sementara Ayeuna kembali mengeluarkan seluruh isi perutnya di kamar mandi. Karena ia merasa mual.


Ketika Prasetya sudah berada di depan pintu utama rumah keluarga Damian, sosok Damian sudah turun dari mobil mewah miliknya. Berniat langsung menghampiri Ayeuna dan Prasetya.


Prasetya langsung berlari mengejar Damian dan memberitahu kondisi maminya yang sedari tadi merasa mual dan muntah. Terlihat kekawatiran dari wajah Prasetya. Membuat Damian mempercepat langkahnya masuk ke rumah melihat kondisi istrinya.


"Memangnya mami kamu kenapa nak?


"Entahlah pi, mami sedari tadi muntah dan Prasetya lihat wajah mami sudah pucat. Padahal Prasetya dan mami sudah bersiap ingin pergi ke rumah Tante Saida melihat adik Neptunus." ucap Prasetya


Ketika Damian sudah tiba di kamar, ia sudah melihat Ayeuna terduduk lemas di kamar. Seolah dirinya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berdiri.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Prasetya sambil langsung menggendong tubuh Ayeuna naik keatas tempat tidur.


Damian Perez begitu kwatir melihat kondisi Ayeuna. Damian langsung menghubungi Dokter pribadi keluarga Perez agar segera memeriksa kondisi Ayeuna. Karena Ayeuna menolak dibawa Kerumah sakit. Dan memilih dirawat dirumah.


Prasetya menangis melihat kondisi maminya yang sangat pucat dan meminta Ayeuna segera dibawa Kerumah sakit. Tetapi Ayeuna memohon agar tidak dibawa Kerumah sakit.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


__ADS_2