
"Tidak apa-apa!" saya hanya tidak ingin merepotkan kalian. Lagian agar Putra saya mengalami hal-hal yang belum pernah ia lakukan." ucap Damian sembari berlalu dari hadapan security itu. Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Gaston Perez yang ada di kota Medan langsung menghampiri dan memberi salam kepada Damian dan juga Prasetya.
Terlihat wajah lelah dari Damian membuat asisten rumah tangga itu langsung menawarkan Tiga gelas jus untuk Damian, Tati dan juga Prasetya.
"Apa adikku selama ini menginap di sini? tanya Damian kepada salah satu asisten rumah tangga yang ada di sana.
"Ya Tuan!" tuan muda Mario tinggal di sini bersama nyonya besar dan tuan besar. Tetapi Tuan besar dan nyonya besar sepertinya belum kembali dari Jakarta. 2 minggu belakangan ini hanya Tuan muda Mario yang tinggal di sini.
"Apa dia pernah membawa seorang wanita ke rumah ini? tanya Damian penuh selidik
"Maksud tuan?
"Apa Mario pernah membawa wanita menginap di sini?
Asisten rumah tangga itu menggelengkan kepalanya.
"Maaf tuan kalau untuk menginap sepertinya tuan muda Mario belum pernah membawa ke rumah ini. Tetapi untuk sekedar bertamu ada beberapa wanita yang dibawa oleh Tuan muda Mario.
"Beberapa wanita?
"Maksudnya kekasihnya Mario?
"Saya kurang tau Tuan."
"Apa dia pernah membawa wanita ini ke sini? ucap Damian sambil memberikan foto Ayeuna yang ada di layar ponselnya.
Asisten rumah tangga itu melihat foto itu ia mengingat pernah beberapa kali Ayeuna singgah di kediaman Perez.
"Ya tuan wanita ini pernah beberapa kali ke sini.
"Bagaimana hubungan wanita ini dengan adik saya?
"Yang saya tahu wanita ini adalah asisten pribadi Tuan Mario. Tetapi hubungan mereka sepertinya dekat itu wajar karena wanita itu adalah asisten pribadi Tuan Mario.
DUGH
Jantung Damian berdetak kencang ketika mendengar hubungan Mario dengan Ayeuna begitu dekat. Ia tidak ingin Mario sampai jatuh cinta beneran kepada Ayeuna. Padahal keinginannya datang ke kota Medan untuk berterus terang kepada Ayeuna mengenai isi hatinya yang sebenarnya. Butuh waktu yang cukup lama meyakinkan hati Damian bahwa dirinya benar benar mencintai Ayeuna.
__ADS_1
"Jam berapa biasanya adik saya pulang kantor Bi?
"Maaf Tuan untuk itu Bibi kurang tahu jelas karena Tuan Mario lebih sering pulang larut malam. Apalagi akhir-akhir ini kata Tuan Mario mereka lembur mengerjakan proyek besar." ucap asisten rumah tangga itu kepada Damian.
"Papi Ayo kita ketemu Mami ayeuna, Prasetya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mami.
"Ya tapi sepertinya Mami kamu masih ada di kantor tidak enak mengganggu mereka."ucap Damian kepada putranya.
Tiba-tiba suara klakson mobil milik Mario terdengar jelas di telinga security dan juga Damian. Security langsung membuka pintu gerbang lebar lebar agar mobil yang dikendarai Mario lebih leluasa masuk ke dalam pekarangan rumah.
Prasetya langsung berlari menghampiri Mario
"Om Mario!"teriak Prasetya sembari berlari memeluk Mario
Mario berjongkok untuk menyambut pelukan hangat dari keponakannya. Ia sampai lupa keberadaan Ayunan di sana. Ayeuna langsung turun tanpa menunggu Mario membukakan pintu mobil miliknya.
"Putra Mami kamu sudah tiba di Medan?" sapa ayeuna pada Prasetya sambil berjongkok dan merentangkan tangannya agar Prasetya memeluknya. Prasetya melepaskan pelukannya dari Mario dan beralih kepada Ayeuna.
"Mami......!" teriak Prasetya. mami Prasetya sangat merindukanmu Apa kau tidak merindukanku?
"Tentu Mami sangat merindukanmu sayang.' sahut Ayeuna sembari menggendong tubuh mungil Prasetya masuk ke dalam rumah.
"kakak!"pekik Mario ketika melihat Damian sudah duduk di ruang tamu.
"Ya apa kamu terkejut!'
Mario terdiam dan menatap kakaknya dengan tatapan penuh tanya. Ia seolah tidak percaya kalau Damian memenuhi permintaan putranya.
"Apa Mario tidak salah lihat? tanya Mario kembali kepada Damian
"Jadi kamu kira saya hantu?
"Tidak!" cuman tidak menyangka aja seorang Damian Perez yang egonya cukup tinggi datang Kota Medan hanya untuk memenuhi keinginan putranya.
Mario tidak yakin kalau Kakak datang ke Medan hanya untuk keinginan Putra Kakak. Kalau tidak karena ada sesuatu yang lain." tuduh Mario Perez sambil melirik Ayeuna yang sedang bercanda ria bersama Prasetya. Ayeuna sama sekali tidak menyapa Damian. Ia hanya asyik bermain dengan Prasetya tanpa peduli adanya damaian di sana.
Apa kau sering membawanya kemari? tanya Damian penuh selidik
__ADS_1
"Maksud kakak siapa?
"Maminya Prasetya?
"Emang Kakak sudah nikah lagi? tanya Mario berniat untuk menjahili kakaknya.
"Mario kakak tidak lagi bercanda kakak serius." bentak Damian karena melihat Mario seperti bercanda kepadanya.
"Upss slow.... tidak usah emosian. kan pertanyaaan Mario benar, kalau maminya Prasetya tentunya dia istri kakak bukan? kok Mario tidak tau kalau Kakak menikah lagi?" ucap Mario iseng.
"Mario saya serius!"
"Memangnya siapa yang bercanda?
"Kakak serius Mario!"
"Sering lah Ayeuna gue bawa ke rumah ini bahkan kemana mana kami sama. Dia kan asisten pribadi ku. Otomatis dimana ada Mario di situ ada Ayeuna." ucap Mario membuat Damian semakin emosi.
Damian menarik kerah baju Mario.
"Jangan macam-macam kamu kepada wanitaku keparat!" ucap Damian sembari melepaskan Mario.
"Wanita mu? apa Mario tidak salah dengar?
"Menurut Mario kalian tidak memiliki hubungan apa-apa. Ayeuna juga mengatakan demikian. Di Antara Kalian tidak ada hubungan khusus hanya hubungan antara atasan dengan bawahan. Saat Ayeuna menjadi pengasuh Prasetya.
Jadi kakak tidak memiliki hak untuk melarang Mario dekat dengan Ayeuna atau perempuan manapun. Ucap Mario dengan senyum penuh kemenangan membuat emosi Damian semakin memuncak. Pertengkaran terjadi antara adik kakak itu mengusik konsentrasi Ayeuna bermain dengan Prasetya.
Ayeuna menghampiri lelaki yang sedang berargumen itu.
"Kalian ada apa? kok Sepertinya kalian ribut-ribut malu melihat anak kecil. Sudah dewasa tetapi tingkah seperti bocah. lebih baik kalian selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin jangan terbawa emosi." ujar Ayeuna.
"Ayeuna ikut aku!" perintah Damian sambil menarik tangan Ayeuna
"lepaskan aku kau menyakiti tanganku." ucap Ayeuna karena Damian tidak sadar akan genggaman tangannya yang begitu kuat membuat tangan Ayeuna sampai berbekas.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya kakak