Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 91. MENCARI BUKTI


__ADS_3

Mudah-mudahan dengan usaha yang kami lakukan Tuan Damian dapat bertahan karena racun yang diminum oleh Tuan Damian adalah salah satu racun yang mematikan. Racun itu biasanya Tidak sembarangan dijual. Tetapi hanya orang-orang penting yang bisa mendapatkannya. Berdoa saja Nyonya mudah-mudahan Tuan Damian dapat bertahan.


"Apakah saya sudah dapat menemui suami saya dokter?


"Untuk saat ini Biarkan Tuan Damian istirahat terlebih dahulu. Nanti setelah dipindahkan ke ruang rawat inap baru Nona bisa menjenguknya." ucap dokter itu kepada Ayeuna membuat Ayeuna sangat mengkhawatirkan suaminya.


"Mami .....Hua... Hua.. mas Damian." Tangis Ayeuna sambil langsung memeluk Nyonya Julia Perez ketika Ayeuna sudah melihat nyonya Julia Perez baru tiba di rumah sakit.


"Kenapa ini bisa terjadi sama mas Damian mom? Hua ....Hua....Hua!" Ayeuna menangis histeris. Ayeuna tidak menyangka kalau suaminya mengalami hal tragis seperti yang di alami Damian saat ini.


"Ada yang ingin berniat jahat kepada Damian. Ini dalam penyelidikan polisi. Pelayan itu sekarang sudah ditahan polisi. Tapi mami yakin bukan pelayanan itu pelakunya. Ia juga korban atas kejadian ini. Mami yakin tidak mungkin pelayan itu yang melakukannya. Karna Jenis racun yang ditaburkan ke minuman Damian Bukan racun biasa. Itu tidak mudah didapat. Hanya orang-orang tertentu yang dapat membeli racun itu " ucap nyonya Julia sambil terus memeluk Ayeuna.


"Apa mas Damian selama ini memiliki musuh mom?"


"Dikalangan bisnis itu sudah biasa. Kamu tidak perlu heran, yang penting kamu berdoa saja agar Damian Dapat pulih kembali seperti sedia kala." mami yakin kok kekuatan cinta kalian yang membuat Damian masih bertahan sampai sekarang.


Karna biasanya orang yang meminum jenis racun itu jarang bisa bertahan. Tapi tidak untuk Damian kekuatan cinta kalian membuat Damian tetap bertahan." ucap Nyonya Julia Perez.


Sekitar Dua jam setelah racun yang ada ditubuh Damian berhasil dikeluarkan Dokter. Tim medis memindahkan Damian keruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu. Tetapi Damian belum sadarkan diri. Ayeuna langsung mengikuti tim medis menghantarkan Damian keruang rawat inap.


"Mas.....Hik...Hik...Hik." bertahan lah sayang!" Ayeuna sangat sayang dan cinta sama mas. Ayeuna tidak ingin kehilangan mu mas. Apa kamu tega meniggalkan Ayeuna sendirian lagi? Apa mas tidak sayang sama Ayeuna dan Putra kita Prasetya?


"Bertahan sayang!" Ayeuna tidak bisa hidup tanpa mas ada disamping Ayeuna."

__ADS_1


"Mas tau," mas buat Ayeuna sedih. Ayeuna tidak ingin kehilangan orang orang yang Ayeuna sayangi? apa memang benar Ayeuna ini wanita pembawa sial seperti yang dikatakan mami Rasti?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Ayeuna kepada Damian di bawah alam sadarnya.


Ayeuna terus saja menangis. Ia tida sanggup melihat suaminya berbaring lemah di atas Branker dan seluruh tubuhnya terpasang selang dan alat alat medis membuat Ayeuna semakin merasa kalau dirinya wanita pembawa sial di kehidupan Damian.


Jangan pernah kamu mengatakan kalau kamu itu wanita pembawa sial. Kamu tenang saja. Mario dan Aurelin sudah mengurus semuanya . Dan pelakunya pasti akan terungkap. Jadi jangan pernah kamu mengatakan kalau kamu itu wanita pembawa sial nak!" ucap Tuan Gaston menenangkan hati Ayeuna.


"Mas....Bangun sayang," jangan buat Ayeuna kwatir. Apa mas tidak kasihan sama putra kita mas?


"Kalau boleh biarkan Ayeuna Nyang merasakan ini semua. Ayeuna tidak ingin mas menderita seperti ini. Tangis Ayeuna sambil mengecup kening dan Bibir Damian, hingga tetesan air mata Ayeuna menetes tepat dibibir Damian.


Damian mulai menggerakkan jarinya. Entah Damian sudah mulai sadar atau tidak Ayeuna belum menyadari gerakan jari tangan Damian.


"Apa yang harus Ayeuna lakukan mas?" ucap Ayeuna sambil terus memandangi wajah pucat suaminya.


Ditempat lain terlihat Mario dan aurelia berusaha mencari bukti-bukti siapa pelaku atau dalang di balik perencanaan pembunuhan Damian.


"Pak Bos sepertinya Aurelin mencurigai seseorang yang tertangkap layar CCTV.


"Maksud kamu apa?


"Sebelum pelayan itu keluar membawakan minuman kepada Damian dan Ayeuna sepertinya ada seseorang yang masuk ke dapur. dan itu bukan petugas atau pelayan di acara resepsi pernikahan itu. Sepertinya Aurelin mengenal wanita itu dan wajahnya tidak asing."ucap Aurelin kepada Mario.


Kemudian Mario pun meminta Aurelin untuk kembali membuka layar CCTV yang mengarah ke tempat penyediaan makanan dan minuman saat acara resepsi itu dilakukan. Di dalam layar CCTV Mario melihat Sania masuk ke sana. Tetapi ia tidak mengetahui apa yang membuat Sania hingga Sania masuk ke ruang penyediaan makanan dan minuman itu.

__ADS_1


"Fix sepertinya Sania pelakunya!"saya tahu dia memiliki dendam terselubung kepada kakak Damian. Karena kakak Damian memutuskan hubungan pertunangan mereka.


Aurelin pun kembali memeriksa rekaman CCTV itu.


Ia pun mulai terus menelusuri langkah Sania saat berada di lokasi pesta. Dan sebelum pelayan itu keluar membawa minuman Sania sudah terlebih dahulu keluar dengan semeringah. Yang tidak ada yang tahu pasti Mengapa mimik Sania saat itu begitu bahagia.


"Pak Bos sepertinya Dugaan Aurelin tidak salah lebih baik kita bawa bukti-bukti ini ke kantor polisi dan kita bertanya kepada pelayan itu, siapa saja yang menemani dirinya saat ingin membuatkan minuman kepada Damian dan juga Ayeuna kepada Mario membuat Mario langsung menciptakan tangannya ke atas udara


"Cerdas!" pekik Mario sembari langsung menarik tangan Aurelin agar mereka segera memberikan bukti-bukti itu ke kantor polisi. sebelumnya Aurelin sudah menghubungi AKBP Haposan Siregar yang merupakan Kapolda Sumut ayah kandung Aurelin dan menceritakan kasus yang dialami oleh Damian.


AKBP Haposan Siregar menganjurkan untuk melakukan penyelidikan kepada pelayan yang menghantarkan minuman kepada Damian dan juga Ayeuna. Yang pasti pelayan itu mengetahui siapa saja yang berada di sana saat dirinya ingin membuat minuman itu. Dan itu langsung dilakukan oleh Aurelin sesuai dengan yang diinstruksikan oleh ayahnya sendiri.


Percayalah Kamu bisa mengungkap kejahatan ini tanpa adanya Papa di sana l." ucap AKBP Haposan Siregar kepada putri si mata wayangnya.


"Apa Papa yakin kalau ini berhasil tanya Aurelin di dalam sambungan telepon selulernya kepada ayahnya.


Papi yakin tebakan Papi 75% pasti wanita yang berjalan ke arah tempat penyediaan makanan itu pelakunya, Tetapi kita tidak bisa asal menuduh kita harus memiliki bukti-bukti yang kuat.


"Terima kasih Papa." ucap Aurelin sambil langsung memutuskan sambungan telepon selulernya kepada ayahnya. Kemudian Aurel dan Mario pun tiba di kantor polisi dan memberikan bukti-bukti itu kepada pihak kepolisian agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan tentang kasus yang dialami oleh kakaknya sendiri.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2