
"Katakan berapa mereka membayar Mu? tanya Tuan Gaston Perez membuat Carlos tidak dapat berkutik lagi. Sementara Mario Perez yang sudah sangat emosi melihat Carlos, bahwa dirinyalah penghianat selama ini, membuat emosi Mario semakin memuncak. Ia langsung melayangkan sebuah tamparan di wajah tampan Carlos. Ia tidak peduli dengan para karyawan karyawati yang hadir di ruang meeting dari berbagai divisi perusahan Graha kencana .
Carlos sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan Tuan Gaston Perez. Tetapi netranya menatap tajam Mario yang memberikan tamparan yang cukup keras di pipinya. Mario melakukannya karna sudah sangat emosi dengan apa yang dilakukan Carlos terhadap perusahaan Graha kencana.
Padahal perusahan sudah memberikan gaji yang cukup dan fasilitas dari perusahan. Termasuk rumah tempat tinggal dan mobil yang ia gunakan sehari hari, fasilitas dari kantor Graha kencana. Tetapi Carlos masih sanggup berkhianat kepada perusahaan tempat Carlos selama ini mencari nafkah.
Carlos di pecat secara tidak hormat dari perusahaan Graha kencana oleh Tuan Gaston Perez. Semua Fasilitas yang sudah diberikan perusahaan kepada Carlos , ditarik Tuan Gaston Perez. Hal itu membuat suasana ruang meeting menjadi tegang. Seolah mereka tidak percaya, kalau pelakunya Carlos sendiri yang merupakan salah satu yang memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan Graha kencana.
"Saya pastikan, tidak akan ada yang mau mempekerjakan penghianat seperti Mu. Kamu tau siapa saya bukan? Aturan kalau berbuah itu, kamu harus berfikir akibatnya kelak kepada kamu. Ingat saya tidak akan tinggal diam.
Saya akan pastikan mereka yang ingin berbuat curang ke perusahaan Ku, Akan aku pastinya mereka akan mendapatkan ganjarannya." ucap Tuan Gaston Perez yang tidak terima ada seorang penghianat diperusahaan miliknya.
Carlos langsung bersujud meminta maaf kepada Tuan Carlos dan mengatakan kalau dirinya khilaf. Dan dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi Tuan Carlos tidak menggubris Carlos yang sudah meraung raung minta maaf kepada Tuan Gaston. Tuan Gaston memilih meninggalkan ruangan meeting, dan rapat dipimpin oleh Mario perez.
Jabatan Carlos sebagai manager diperusahaan Graha kencana dicopot dan tidak akan mendapatkan apa pun. Karena Carlos dianggap melakukan kecurangan yang merugikan perusahaan. Dengan langkah gontai Carlos keluar dari ruang meeting.
Semua orang yang ada di ruang meeting melihat Carlos berlalu dari ruang meeting.
"Aku akan membalas apa yang kalian lakukan kepadaku. Sekarang aku kalah, suatu saat akan saya hancurkan kalian." gumam Carlos. Ia bersumpah akan menghancurkan Mario Perez.
__ADS_1
Carlos tidak belajar dari kesalahannya. Ia justru menaruh dendam kepada keluarga Perez. Padahal Carlos mengetahui kalau keluarga Perez, orang yang berpengaruh di negara ini.
Setelah rapat sore itu, telah usai. Mario menghimbau kepada seluruh divisi, untuk tidak ada yang berkhianat ke kantor Graha kencana. Terlihat semua para karyawan sudah keluar dari ruang meeting setelah menyicipi hidangan, yang disediakan oleh OB dengan perintah Tuan Gaston Perez.
Mario menghampiri Aurelin
"Terima kasih kamu sudah menyelamatkan perusahaan ini dari orang-orang seperti Carlos."ucap Mario kepada Aurelin, sambil menggenggam tangan Aurelin.
"Tidak perlu pak Mario mengucapkan terima kasih kepada Aurelin. itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku, Sebagai salah satu petinggi perusahaan ini. Justru saya berterima kasih kepada Pak Mario. Karena mempercayakan saya presentasikan produk perusahaan kita kepada penyelenggara tender." ucap Aurelin sambil mengebangkan senyumnya.
"Sebagai ucapan terima saya kepada kamu, saya kan berikan kamu bonus.Kaena kamu berhasil memenangkan proyek ini." ucap Mario sambil langsung mencium wajah cantik Aurelin. Membuat Aurelin tersentak ketika Mario memberanikan diri untuk menciumnya.
"Pak Mario! pekik Aurelin sambil memegang wajahnya yang baru di cium Mario. Aurelin seolah tidak percaya kalau Mario berani menciumnya.
"Maaf pak Mario jangan terlalu berharap kepada Aurelin. Lebih Baik pak Mario mencari wanita lain, yang lebih pantas menjadi pendamping hidup pak Mario. Anggap saja Aurelin seperti adik kandung pak Mario. Aurelin juga akan menganggap pak Mario seperti kakak kandung Aurelin sendiri. ucap Aurelin kepada Mario.
Tetapi Mario tidak terima akan apa yang dikatakan Aurelin kepadanya. Yang ia inginkan bukanlah menganggap Aurelin sebagai adik kandungnya. Mario ingin menjadikan Aurelin sebagai pendamping hidupnya untuk selamanya.
Padahal Ia sudah tahu perbedaan di antara mereka itu, sangat sulit untuk bersatu. Apalagi Aurelin, dari awal sudah mengatakan kalau dirinya tidak akan mengorbankan kepercayaannya hanya untuk menikah dengan Mario.
__ADS_1
Bagaimana mungkin kita dapat bersatu pak Mario!"Dari awal sudah saya katakan, kalau saya tidak ingin mengorbankan kepercayaan saya untuk mengikuti kepercayaan pak Mario.
Kalau saya mengorbankan kepercayaan saya, itu namanya saya menghianati Tuhan saya." ucap Aurelin kepada Mario.
"Memangnya siapa yang mengatakan Kamu harus mengorbankan kepercayaanmu mengikut denganku? Aku tidak pernah mengatakan hal itu kepadamu. Jadi kamu jangan mengambil kesimpulan sepihak." ucap Mario kepada Aurelin.
"Kalau saya tidak ingin mengorbankan kepercayaan saya, bagaimana mungkin kita bisa menikah? apa pak Mario mau mengorbankan kepercayaan pak Mario, menikah dengan saya? tanya Aurelin penuh dengan selidik. Mario menggelengkan kepalanya pertanda yang dikatakan oleh Aurelin salah. Kalau dirinya benar-benar tidak ingin mengorbankan kepercayaannya menikah dengan Aurelin.
"Kalau anda tidak ingin mengorbankan kepercayaan Anda, mengikut dengan saya Bagaimana bisa kita menyatu dalam ikatan satu pernikahan?" tanya Aurelin kepada Mario karena Aurelin, tidak paham akan jalan pikiran Mario saat ini.
Mario terdiam sejujurnya ia ingin memberitahu kepada Aurelin. Mario ingin merencanakan pernikahan mereka dengan menikah dengan cara catatan sipil saja. Mereka bebas memeluk agama mereka masing-masing, tanpa harus mengorbankan kepercayaan mereka. Tetapi mereka tetap bisa menyatu dalam satu ikatan pernikahan sipil
Ketika Mario memberitahu niatnya kepada Aurelin, Aurelin langsung terdiam. Ia tidak dapat menjawab apa yang dikatakan Mario kepadanya. Sejujurnya Aurelin sangat mencintai Mario. Apalagi dengan perhatian Mario terhadapnya membuat rasa cinta Aurelin kepada Mario semakin dalam.
"Bagaimana menurut kamu dengan rencana saya ? Apa kamu setuju kita melakukan acara pernikahan di catatan sipil saja?" tanya Mario kepada Aurelin langsung terdiam. Kemudian Ia pun angkat bicara setelah beberapa menit memikirkan apa yang dikatakan Mario.
"Maaf pak Mario saya belum bisa mengambil keputusan sepihak. Karena Aurelin harus terlebih dahulu berbicara kepada Papa dan Mama saya." ucap Aurelin kepada Mario. dibalas anggukan dari Mario pertanda Mario paham maksud dan tujuan aurelin.
"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa, saya kasih kamu waktu berpikir tetapi saya berharap kamu menyetujui apa yang menjadi keputusan saya."ucap Mario kepada Aurelin
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏