Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 40. MENJADI ASISTEN PRESDIR


__ADS_3

Ayeuna berjalan sesuai dengan arahan yang ditunjukkan oleh resepsionis itu.


"Mungkin ini yang dikatakan oleh Mbak Itu tadi, Gumam Ayunda Ketika dirinya sudah tiba di salah satu ruangan yang bertuliskan ruang personalia.


Tok


Took


Toook


Ayeuna mengetuk pintu ruang personalia dengan hati-hati.


Ketika sudah mendapat jawaban dari seseorang yang ada di dalam ruangan itu, dan memintanya untuk segera masuk. Dengan langkah anggung Ayeuna pun masuk ke dalam ruang personal itu.


"Selamat pagi Bu, saya Ayeuna. yang mengirimkan surat lamaran beberapa hari yang lalu dan saya mendapatkan balasan surat lamaran saya bahwa saya diterima bekerja di kantor ini."


"Silakan duduk Ayuna!"pinta wanita paruh baya itu yang terlihat masih awet muda.


"Oh iya kamu Ayeuna yang mengirimkan surat lamaran melalui jaringan email bukan? tanya wanita paruh baya itu kepada Ayeuna.


"Iya Bu!" saya Ayeuna.


"Kalau begitu Selamat bergabung di perusahaan Griya kencana Group." ucap Ibu paruh baya itu sembari memberi salam kepada Ayeuna.


"Maaf Bu kalau bisa Saya tahu saya ditempatkan di bagian divisi mana ya?


"Kebetulan lowongan kerja yang kamu lamar itu sudah ada pengisinya. Tetapi kamu jangan kuatir. Karena kamu akan kami tempatkan sebagai asisten pribadi presdir. ucap wanita paruh baya itu sembari mengembangkan senyumnya dan menatap Ayeuna dengan seksama.


"Asisten pribadi presdir?


wanita paruh baya itu menganggukkan kepalanya.


"Tapi saya tidak memiliki kemampuan untuk itu Bu!"


"Kamu pasti bisa melakukannya. Semuanya diawali dengan belajar. Asalkan kamu memang benar-benar ingin belajar."


Ayeuna menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kamu langsung saja masuk ke ruangan presdir, karena presdir sudah menunggumu di ruangannya.

__ADS_1


Ayeuna langsung berpamitan kepada wanita paruh baya itu yang bertugas sebagai personalia di perusahaan Griya kencana Group yang ada di kota Medan. Tampak Ayeuna celingukan mencari ruangan presdir.


"Kamu? Sepertinya saya mengenalimu tetapi di mana ya? tanya seorang pria yang baru tiba di kantor Griya kencana.


"Mungkin anda salah orang tuan!"saya baru Dua hari ini menginjakkan kaki di kota Medan.


"Tidak saya tidak salah Sepertinya saya pernah bertemu dengan kamu tapi di mana ya? tanya pria yang berparas tampan itu kepada Ayeuna. Ayeuna pun seperti mengenali pria tampan yang menegurnya itu.


"Siapa pria ini Sepertinya dia tidak asing bagiku seolah aku sudah pernah bertemu dengannya. pertanyaan timbul di benak Ayeuna ketika dia ditegur seorang pria. Di kantor yang baru hari itu juga Ayeuna diterima bekerja di sana.


"Kamu ngapain Di Sini?


"Saya ingin menemui presdir!"Apa anda tahu di mana ruang presdir berada?


"Ada urusan apa kamu dengan presdir?


"Saya ditugaskan bagian personalia untuk menjadi asisten Presdir. Karena lowongan kerja yang sudah saya lamar sebelumnya, sudah ada yang mengisi. Tetapi ibu personalia meminta saya untuk menjadi asisten pribadi Presdir.Pria tampan itu mengebangkan Senyumnya


"Kalau begitu saya juga mau ke ruangan presdir Kamu boleh ikut saya ke sana."ucap pria tampan itu kepada Ayeuna sambil berjalan dan di ekori oleh Ayeuna. Setelah tiba di depan lift khusus petinggi perusahaan.


"Kenapa bengong? Ayo masuk nanti presdir terlalu lama menunggumu. karena presdir tidak Suka menunggu."


****


"Mami Ayeuna....


"Mami Ayeuna Jangan pergi....


"Mami Ayeuna Jangan tinggalkan Prasetya."


dibawah alam sadar Prasetya, ia memanggil manggil nama Ayeuna membuat hati Tati merasa tidak tega melihat Tuan mudanya itu.


Tati memilih untuk menghubungi Damien Perez. Karena ia takut terjadi sesuatu kepada Prasetya.


Ketika sambungan telepon seluler tapi tersambung kepada Damian. Tati meminta Damian agar segera datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Prasetya yang semakin hari semakin memburuk.


Padahal setelah kedatangan Ayeuna ke rumah sakit Beberapa hari yang lalu kondisi Prasetya sudah mulai membaik. Entah mengapa tiba-tiba kondisi Prasetya kembali drop membuat Tati semakin khawatir akan kondisi Tuan mudanya. Ia pun memberanikan diri untuk langsung menghubungi Damian.


Setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Tati Damian pun langsung menuju ke rumah sakit. Ia sudah melihat kondisi Prasetya semakin memburuk padahal awalnya Damian sudah sedikit lega karena melihat kondisi Prasetya sudah mulai membaik.

__ADS_1


"Ini kenapa bisa seperti ini lagi Tati?


"Saya tidak tahu Tuan Tapi kata dokter sepertinya obat yang disuntikkan oleh dokter kepada Tuan muda, tidak bereaksi apa-apa. Saya sangat khawatir dengan kondisi Tuan muda tuan.


"Mami Ayeuna.....


"Mami Ayeuna Jangan Pergi....


"Mami Ayeuna Aku sangat merindukanmu mom." gumam Prasetya di bawah alam sadarnya.


Mendengar igauan putranya hati Damian bagai tertusuk duri tajam.


"Bagaimana Ini Tuan? sepertinya Tuan muda menginginkan kehadiran Nona Ayeuna di sini. apa Tuan belum menemukan Nona Ayuna? Tati memberanikan diri bertanya kepada Damien Perez. Damien Perez menggelengkan kepalanya pertanda Dirinya belum mengetahui Di mana sosok Ayeuna berada.


Tiba-tiba suara dering ponsel terdengar jelas di telinga Tati. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah Ayeuna.


"Ya Allah sepertinya Ayeuna merasakan hal yang sama sehingga ia tiba-tiba menghubungiku." gumam Tati sembari berlalu dari ruang rawat inap Prasetya untuk menjawab sambungan telepon seluler dari Ayeuna. Karena ia takut kalau Demian mendengar pembicaraannya dengan Ayeuna.


"Hello assalamualaikum Ti."


"Waalaikumsalam non Ayeuna.


"Bagaimana keadaan Prasetya Apa dia sudah baikan?


Tati langsung menangis histeris membuat Ayeuna semakin merasa khawatir terjadi sesuatu kepada Prasetya.


"Tati kenapa kau menangis Apa sebenarnya terjadi coba katakan yang sebenarnya kepadaku? jangan membuat aku penasaran.


"Maaf Nona, Tuan muda Prasetya sekarang kondisinya semakin memburuk. Setiap hari Tuan muda Prasetya selalu memanggil nama Non, sepertinya ia sangat merindukan kehadiran non disisinya.


Tolong bantu saya non Ayeuna. Aku sudah tidak sanggup lagi melihat kondisi Tuan muda yang semakin memburuk. Badannya sudah sangat kurus. Padahal setelah kedatangan non Ayeuna beberapa hari yang lalu, kondisinya semakin membaik. Tetapi semalam kondisi Tuan muda semakin memburuk. Tati sangat kwatir non terjadi sesuatu kepada tuan muda.


"Sekarang kau berada di mana?


"Aku berada di luar ruang rawat inap Tuan muda Prasetya, karena Tuan sedang berada di ruangan Tuan muda Prasetya. Tati takut kalau Tuan Demian Mendengar pembicaraan kita.


"Bisakah non Ayeuna datang setelah kepergian Tuan Damian dari sini?


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2