
Pihak rumah sakit pun menyayangkan hal itu. Mereka tidak bisa menyelamatkan nyawa Nyonya Rasti. Pihak rumah sakit sudah berusaha semaksimal mungkin mengeluarkan zat racun yang ada di tubuh Nyonya Rasti. Tetapi Tuhan berkehendak lain sehingga Nyonya Rasti terlebih dahulu menghadap sang khalik.
Leonardo tidak dapat berkata apa-apa. Ia hanya menatap Nyonya Rasti yang terbaring kaku. Seolah dirinya tidak percaya kalau Nyonya Rasti sudah tiada."Hancur sudah harapanku, tidak ada artinya lagi aku hidup di dunia ini. Ayeuna wanita yang selama ini aku cintai yang menjadi milik orang lain, kini pasti sudah membenciku.
Bahkan ia tidak akan Sudi melihat wajahku lagi sekarang. Mami sudah meninggalkanku dan aku tidak memiliki apa-apa lagi." tangis Leonardo di rumah sakit sembari terus menatap jenazah Nyonya Rasti. Leonardo meratapi nasibnya yang baru kehilangan Nyonya Rasti ibu kandungnya sendiri.
Pihak rumah sakit pun meminta kepada Leonardo agar jenazah Nyonya Rasti segera dikremasi dan di semayamkan di rumah duka. Leonardo pun menganggukkan kepalanya. Ia pun berusaha menghubungi nomor ponsel Ayeuna. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung ke nomor ponsel Ayeuna, Leonardo pun langsung menangis histeris
Membuat Ayeuna menjadi bingung mendengar suara tangis Leonardo. Padahal yang Ayeuna ketahui, kalau Leonardo meninggalkan Nyonya Rasti begitu saja tanpa pesan.
"Ada apa kak kenapa Kakak menangis?" tanya Ayeuna penasaran yang mendengar suara Isak tangis dari Leonardo. Leonardo tidak sanggup mengatakan kepada Ayeuna. Kalau saat ini nyonya Rasti sudah pergi untuk selamanya menghadap sang khalik.
"Ada apa Kak tolong kasih tahu kepada Ayeuna? jangan menangis." ujar Ayeuna meminta kepada Leonardo agar Leonardo tidak menangis ketika berbicara dengannya.
Kemudian Leonardo pun memberitahu kepada Ayeuna kalau Nyonya Rasti saat ini sudah meninggal dunia.
"Mami sudah tiada mami sudah meninggal." ucap Leonardo, sambil terisak
"Inalilahi wa inna ilaihi rojiun."Ayeuna langsung mengucap ketika dirinya mendengar berita duka dari Leonardo yang mengatakan kalau Nyonya Rasti sudah meninggal dunia.
Ayeuna seolah tidak percaya, karena sebelumnya Nyonya Rasti dan Ayeuna masih bertemu di salah satu warung yang letaknya di pinggiran kota Jakarta. Nyonya Rasti mengatakan kepadanya, kalau Leonardo pergi begitu saja meninggalkan nyonya Rasti tanpa meninggalkan pesan.
__ADS_1
Hal itu yang membuat Ayeuna tidak dapat dipercaya begitu saja. Apa yang dikatakan oleh Leonardo kepadanya. Setelah selesai berbicara dengan Leonardo, Ayeuna pun berniat untuk menghampiri Damian yang ternyata Demian saat ini masih berada di kantor bersama Jonathan.
Ayeuna langsung menghubungi nomor ponsel Damian. Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung, Ayeuna pun langsung bertanya mengenai kebenaran berita tentang Nyonya Rasti. Membuat Damian Perez dan Jonathan pun terkejut mendengar berita duka. Yang diberitahu oleh Ayeuna kepada mereka.
Untuk memastikan benar tidaknya berita itu, Jonathan menghubungi pihak rumah sakit untuk menanyakan perihal Nyonya Rasti. Dan setelah mendapat jawaban dari pihak rumah sakit, yang ternyata berita duka itu benar adanya. Jonathan dan Damian pun berniat untuk menghampiri Leonardo di rumah sakit sebelum jenazah Nyonya Rasti di semayamkan di rumah duka.
Jonathan dan Damian langsung berlalu dari kantor menuju Rumah Sakit tempat Nyonya Rasti berada. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, Jonathan dan Damian tiba di rumah sakit pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit yang mengenal Jonathan dan Damian pun langsung memberi hormat kepada mereka. Yang mana pemilik rumah sakit itu merupakan salah satu rumah sakit keluarga Perez.
"Apa yang terjadi sehingga Nyonya Rasti tidak dapat bertahan? tanya Demian kepada dokter yang menangani Nyonya Rasti sebelumnya. Kemudian dokter itu pun menceritakan yang sebenarnya tanpa ada yang ditutup tutupi.
Sebenarnya Damian sudah mengetahui penyebab.Nyknya Rasti merenggang nyawa, itu akibat niat jahat mereka yang ingin melenyapkan Ayeuna dari muka bumi ini. Tetapi siapa sangka senjata makan tuan menghampiri mereka.
Setelah selesai berbicara kepada dokter yang menangani Nyonya Rasti, Jonathan dan Damian pun menghampiri Leonardo yang hanya menangis sesungguhkan di samping jenazah Nyonya Rasti yang baru selesai dikeramasi oleh pihak terkait.
Sejujurnya bukan Damian atau Jonathan yang salah, terkait hilangnya nyawa Nyonya Rasti itu merupakan kesalahan mereka sendiri.
"Kalian datang ke sini hanya untuk menertawakan saya iya bukan?tuduh Leonardo. Membuat Jonathan dan Damian mengerutkan keningnya
Seharusnya kamu bersyukur kami datang kemari untuk melihat kondisi kamu. Sekarang lihat, seharusnya kamu berubah. Apa yang kamu tabur itu yang akan kamu tuai. Kamu tidak pernah merasa puas akan apa yang sudah kamu raih.
Ayeuna sudah begitu baik memberikan harta kekayaan orang tuanya kalian kelola dan kalian nikmati. Tetapi apa balasan kalian kepadanya? justru kalian ingin melenyapkan nyawa Ayeuna. yang ternyata sekarang nyawa Nyonya Rasti yang menjadi gantinya.
__ADS_1
Saya yakin kamu yang menaruh bubuk racun Ke makanan Ayeuna. Tetapi mungkin Nyonya Rasti salah memakan makanan itu. Sehingga makanan yang aturan dimakan oleh Ayeuna termakan Nyonya Rasti. Sehingga zat racun yang ada di tubuh Nyonya Rasti merenggut nyawanya sendiri. Dengan secara tidak langsung kamulah pembunuh Ibu kandungmu sendiri." ucap damaian Perez sambil menatap Leonardo dengan tatapan tajam.
"Jangan sok tahu kamu!" tahu apa kamu tentang saya dan Mami saya?" sahut Leonardo sambil menatap Damian Perez dengan tatapan tajam. Seolah dirinya ingin menghajar Damian saat itu. Tetapi ia tidak punya kekuatan. Bahkan sekarang ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi.
Seharusnya kamu lebih memikirkan masa depanmu Supaya lebih baik, bukan ingin melenyapkan nyawa seseorang. Hanya untuk menguasai harta kekayaaan yang sudah ayeuna katakan kalau dirinya tidak akan mengganggu gugat harta kekayaan orang tuanya.
Harta saya saja Ayeuna, tidak sanggup menghabiskannya. Mengapa dirinya harus merebut harta kekayaan orangtua nya lagi di kalian? Sungguh tidak mungkin dilakukan Ayeuna. Tetapi karena kecuranganmu dan niatmu yang ingin melenyapkan istriku, membuat aku menarik sahamku dari perusahaan yang kamu kelola.
"Apa salah Ayeuna kepadamu sehingga kamu sanggup melakukan hal seperti itu? kepada Ayeuna? kamu layaknya lelaki iblis. Jika kamu benar-benar mencintai Ayeuna, walaupun itu adik Tiri mu, seharusnya kamu bahagia melihat adik tiri mu yang notabenya kamu cintai, bahagia bersama lelaki pilihannya. Bukan malah ingin menghabisi nyawanya.
Itu pertanda kamu tidak mencintainya justru hanya terobsesi dengannya." pekik Damian penuh dengan emosi. Karena dirinya juga tidak menginginkan hal seperti ini hanya karena keserakahan membuat mereka menanggung akibatnya sendiri.
Saya bisa saja melaporkan kamu ke kantor polisi mengenai apa yang terjadi kepada Nyonya Rasti. Karena saya semua memiliki bukti-buktinya. Tetapi itu tidak saya lakukan karena saya berharap kamu dapat berubah dan memperbaiki dirimu sendiri sebelum semuanya terlambat.
Daripada kamu merutuki dirimu sendiri, dan menyumpah serapah Kami, lebih baik kita mengurus jenazah Nyonya Rasti agar Nyonya Rasti segera dikebumikan. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima Allah subhanahu wa ta'ala." ucap Damian kepada Leonardo
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya mama yang lain
__ADS_1