Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 157. TANGIS BABY NEPTUNUS


__ADS_3

Saida berusaha mengembangkan senyumnya. Walau senyuman itu terlihat dipaksakan oleh Saida.


"jangan pernah merasa sendiri. Aku akan selalu setia menemanimu." ucap Jonathan sambil memberikan kecupan di kening Saida. Hal itu membuat hati Saida merasa heran melihat Jonathan yang begitu perhatian terhadapnya.


Tiba tiba pak Walson masuk kedalam rumah,setelah memarkirkan mobil dinas yang ia gunakan untuk tugas di kantor, yang kebetulan pak Walson berkerja di salah satu perusahan BUMN di kota ini. Pak Walson mendapat pasilitas mobil dari kantor. Jadi pak Walson tidak perlu menggunakan mobil pribadi miliknya untuk melakukan melakukan tugasnya dalam urusan Kantor.


"Eh ada nak Jonathan ternyata." ucap pak Walson yang baru tiba dirumah.


"Ya om, ucap Jonathan sambil memberi salam kepada pak Walson. Pak Walson melihat Jonathan menimang baby Neptunus layaknya seorang ayah menggendong anaknya yang baru lahir.


Pak Walson begitu terpaku melihat Jonathan, menggendong cucunya begitu telaten.Sepwti Saida dan Jhonatan layaknya suami istri yang sedang bahagia menimang anak Meraka yang baru lahir.


"Ya Allah seandainya yang menggendong cucuku ayah kandungnya, betapa bahagianya aku melihat anakku hidup bahagia bersama keluarganya." gumam pak Walson dalam hati sambil terus memperhatikan interaksi Jonathan dengan baby Neptunus.


"Papa kenapa masih bengong disitu? tanya ibu Amelia yang tiba tiba datang dari dapur menghampiri suaminya. Hal itu membuyarkan lamunan pak Walson, hingga pak Walson sedikit tersentak ketika ibu Amelia menghampiri pak Walson.


Sejujurnya, ibu Amelia juga sedari tadi memperhatikan interaksi antara Jonathan dengan Saida begitu juga dengan baby Neptunus, yang terlihat nyaman di gendongan Jonathan. Ibu Amelia juga memikirkan hal yang sama seperti pak Walson.


Ketika pak Walson sudah berlaku meninggalkan Saida dan Jonathan di ruang tamu, pak Walson langsung berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian santai yang biasa ia gunakan di rumah, Pak walson kembali menghampiri Jonathan dan Saida.


"Sudah lama nak? tanya Pak walson kepada Jonathan.

__ADS_1


"Baru sekitar 30 menit Om." sahut Jonathan.


"Om sangat senang kamu datang berkunjung kerumah ini. Setidaknya ada yang menghibur hati Saida." ucap Pak Walson.


Setelah beberapa menit berbicara kepada pak Walson dan Bu Amelia, Jonathan berpamitan pulang ke apartemen miliknya.


"Om, Tante Jonathan pamit pulang dulu, hari sudah malam." ucap Jonathan sambil memberikan baby Neptunus ke pada saida.


Ketika Saida meraih tubuh baby Neptunus ke pelukannya, baby Neptunus langsung menangis amat kencang. Seolah dirinya tidak ingin ditinggal oleh Jonathan.


"Oek.....oek.....oek..." tangis baby Neptunus membuat Jonathan merasa tidak tega meninggalkan baby Neptunus dalam tangisnya.


" Nak Jonathan, sepertinya baby Neptunus masih ingin bersama kamu, jadi pulangnya sebentar lagi saja ya." mohon ibu Amalia membuat Jonathan mengembangkan senyumnya. Sambil terus menimang baby Neptunus dan memberikan susu formula yang sudah disiapkan Saida sebelumnya untuk baby Neptunus.


Baby Neptunus langsung menghabiskan susu formula yang diberikan Jonatan dan baby Neptunus langsung tertidur pulas digendongan Jonathan.


"Si tampan sudah tidur" ucap Jonathan sambil mengecup wajah mungil baby Neptunus.


"Maaf mas, lebih baik Neptunus di baringkan di boxnya saja." ujar Saida sambil ingin meraih tubuh Neptunus dari gendongan Jonathan.


"Dimana kamarnya, biarkan mas saja yang membaringkannya. Takutnya nanti tidurnya jadi terganggu." ucap Jonathan.

__ADS_1


Saida langsung mengajak Jonathan membawa baby Neptunus ke kamarnya. Agar baby Neptunus dapat tidur lebih nyenyak.


Terlihat dengan hati hati Jonathan membaringkan tubuh baby Neptunus di tempat tidur baby Neptunus.


"Mas, maaf ya baby Neptunus sudah ngerepotin mas." ucap Saida sambil menatap Jonathan dengan tatapan penuh arti.


"Tidak perlu meminta maaf, baby Neptunus sudah aku anggap sebagai anakku juga." sahut Jonathan sambil mengembangkan senyumnya.


"Ya sudah kalau begitu mas pamit ya, mudah mudahan tidur. Baby Neptunus nyenyak." ucap Jonathan.


"Menginap lah malam ini di rumah ini mas, karena hari sudah larut malam. Saida takut terjadi sesuatu kepada mas." ucap Saida


"Ya nak Jonathan, lebih baik nak Jonathan menginap saja disini. Karna hari sudah larut malam." ucap pak Walson dan ibu Amelia.


Terlihat Jonathan berpikir sejenak, kemudian ia menganggukkan kepalanya. Saida langsung meminta kepada asisten rumah tangga untuk menyiapkan kamar tamu untuk Jonathan.


Ditempat lain Ayeuna dan Prasetya menunggu kepulangan Damian dari kantor Graha kencana. Karna menurut keterangan Damian kepada Ayeuna, kalau dirinya pergi ke kantor Graha kencana untuk menemui security dan petugas kebersihan untuk memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang membantu membawa Mario kerumah sakit.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2