
"Maaf pak Mario, saya belum bisa mengambil keputusan sepihak. Karena Aurelin harus terlebih dahulu berbicara kepada Papa dan Mama saya." ucap Aurelin kepada Mario. dibalas anggukan dari Mario pertanda Mario paham maksud dan tujuan aurelin.
"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa, saya kasih kamu waktu berpikir tetapi saya berharap kamu menyetujui apa yang menjadi keputusan saya."ucap Mario kepada Aurelin.
Setelah selesai berbicara dengan Mario, Aurelin berpamitan kepada Mario, untuk segera kembali ke rumah orangtuanya. sebelumnya, Christopher sudah menunggunya di depan kantor Graha kencana. Padahal Aurelin sama sekali tidak mengetahui, kalau Christopher akan datang untuk menjemputnya.
Ketika Aurelin sudah tiba di lobby kantor, berniat untuk memesan ojek online, untuk menghantarkan dirinya pulang ke rumah keluarga Pak Haposan. Tiba-tiba Christopher langsung datang menghampirinya. Dan mengajaknya segera kembali ke rumah. Melihat Aurelin dijemput seseorang, Mario merasa kesal.
Mario langsung menghampiri Aurelin. Kamu pulang dengan saya saja." ujar Mario kepada Aurelin.
"Maaf pak Mario tetapi sekarang, saya tidak bisa pulang bersama Pak Mario. Saya harus pulang bersama Christopher. Karena setelah ini ada perkumpulan pemuda di gereja yang harus Kami ikuti." ucap Aurelin kepada Mario.
"Siapa lelaki itu? tanya Mario setengah berbisik di telinga Aurelin. Karna melihat Christopher datang menjemputnya dengan menggunakan dinas kejaksaan tinggi negeri Medan.
"Dia temanku. Teman satu kumpulan pemuda di gereja."jawab Aurelin singkat. Lalu pergi meninggalkan Mario. Aurelin menghampiri Christopher yang sudah menunggunya dari tadi.
Sudah siap belum Pariban?tanya Christopher sambil memberikan helm kepada Aurelin. Terlihat Aurelin kewalahan untuk memasang helm di kepalanya. Karena pengikat helm itu susah untuk dibuka. Christopher kembali turun untuk membantu Aurelin memasangkan helm di kepala Aurelin.
"Kamu ya, seperti bocah kecil saja buka ini saja kamu tidak pandai. Tapi kalau bahas proyek milliaran kamu jago." pekik Christopher sambil tertawa cengengesan. Melihat interaksi keduanya, Mario curiga hubungan keduanya tidak sekedar teman saja. Melainkan Mario curiga kalau Aurelin memiliki hubungan khusus dengan Christopher.
"Pak Mario....., kami duluan ya!" ucap Aurelin berpamitan kepada Mario. Dengan terpaksa Mario menganggukkan kepalanya. Aurelin melambaikan tangannya setelah Christopher melajukan motor ninja miliknya.
__ADS_1
"Siapa dia kok perasaan gue jadi tidak enak begini ya? gumam Mario bertanya di dalam hatinya. Mario seolah tidak rela membiarkan Aurelin pergi dengan lelaki lain. Apalagi lelaki itu asing baginya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, dengan menggunakan motor ninja milik Christopher, Aurelin dan Christopher pun tiba di rumah keluarga besar pak Haposan. Pak Haposan yang sudah kenal betul dengan Christopher langsung menyambut keduanya dengan senyuman.
Kalian sudah pulang? kok kalian bisa barengan?" tanya Pak Haposan bertanya kepada salah satu jaksa yang bekerja di Kantor kejaksaan tinggi negeri Medan itu.
"Ya Tulang, tadi sekalian mampir ke kantor tempat Aurelin bekerja. Apalagi sebentar lagi kami ada perkumpulan pemuda di gereja." ucap Christopher kepada Pak Haposan dibalas anggukan dari Pak Haposan.
"Ya sudah kalian ngobrol-ngobrol dulu. Tulang ada pekerjaan di belakang." ucap Pak Haposan kepada Christopher dan juga Aurelin sambil berlalu meninggalkan keduanya. Ibu Boru Silalahi datang menghampiri pakai bosan.
"Pa....., Mama lihat-lihat sepertinya Nak Christopher memiliki hati kepada boru kita. Tapi bagaimana ya, Mama tidak bisa ngomong apa-apa. Karena Aurelin juga mengatakan kalau dirinya cinta kepada nak Mario putra dari tuan Gaston Perez.
Pak menatap ibu Boru Silalahi dengan tatapan penuh tanya.
"Bagaimana mungkin mama memiliki niat seperti itu? Sedangkan Boru kita sudah mengatakan kalau dia sangat mencintai Mario. Kemarin Tuan Gaston datang menemui Papa di kantor, untuk membicarakan hubungan boru kita dengan Mario.
Tuan Gaston memiliki rencana menikahkan Mario dengan Aurelin dengan pernikahan sipil saja. Tanpa mengorbankan kepercayaan keduanya.
"Tapi di negara ini, belum ada pernikahan sipil."ucap Ibu Boru Silalahi kepada Pak Haposan.
"Papa juga tahu itu. Tetapi Tuan Gaston mengatakan kalau Mario dan Aurelin menikah di kota California . Karena nenek Mario masih berada di sana. Jadi menurut Tuan Gaston Tidak ada salahnya mereka menikah di sana dan adatnya diadakan di Medan. Adatnya akan dilakukan dengan adat Batak. Sesuai dengan adat istiadat kita." ucap Pak Haposan kepada Ibu Boru Silalahi.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin papa menyetujui pernikahan seperti itu? Apa itu tidak mencoreng nama baik Papa di dinas Kepolisian? tanya ibu Boru Silalahi kepada Pak Haposan.
"Mengapa itu menjadi mencoreng nama baik Bapak di dinas Kepolisian? daripada harus mengorbankan kepercayaan mereka masing-masing, lebih baik mereka menikah dengan cara sipil saja." ujar Pak Haposan kepada Boru Silalahi.
Tetapi ibu Boru Silalahi terlihat tidak setuju dengan rencana yang dikatakan oleh Pak Haposan kepada istrinya. Ia ingin sekali kalau Putri satu-satunya menikah dengan yang satu iman dan juga satu adat istiadat yaitu sama-sama orang Batak.
"Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada anak kita. Karena yang menjalani kehidupan Bukan Kita, Melainkan mereka sendiri. Biarkan Boru kita memilih jalan hidupnya. Kita hanya memberikan solusi dan pandangan hidup kepadanya. Tetapi untuk mengambil keputusan bukan di tangan kita. melainkan di tangan Boru kita." ucap pak sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh arti.
Ibu Boru Silalahi meninggalkan pak Haposan dengan kekesalannya. Karena sebelumnya Pak Haposan tidak memberitahu Kalau tuan Gaston Perez, datang menemuinya di kantor. Ibu Boru Silalahi sama sekali tidak setuju dengan rencana Tuan Gaston dan pak Haposan, menikahkan Mario dengan Aurelin dengan cara sipil saja.
Apalagi pernikahan mereka diadakan di California kota yang sangat jauh menurut ibu Boru Silalahi. Menurut ibu Boru Silalahi , Tak akan ada yang datang menghadiri pernikahan Aurelin dari keluarga besar Silalahi atau keluarga besar Siregar. Jika pernikahan itu diadakan di California.
Padahal ibu Boru Silalahi sudah memiliki niat untuk menikahkan borunya dengan cara adat Batak yang cukup sempurna . Karena menurutnya ia dapat membahagiakan Abang laki-lakinya dan adik laki-lakinya jika pernikahan Aurelin dia adakan acara adat Batak atau biasa disebut (menghargai Hula hulanya).
Di tempat lain, terlihat Mario sudah sangat gelisah melihat kedekatan dengan Christopher. Ia sudah ragu kalau Aurelin kembali menolak lamarannya dan menolak rencana pernikahan sipil yang direncanakan Mario.
"Apa yang harus aku lakukan? mengapa cinta ini membuatku tersiksa? apa ini buah dari kesalahan-kesalahanku selama ini ke setiap wanita yang sudah Aku sakiti? pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Mario. Mario menyesali perbuatannya selama ini yang selalu mempermainkan wanita yang dekat dengannya.
Bersambung....
hai.... hai semuanya trimakasih sudah mampir di karya emak. Jangan lupa dukung terus karya emak. Agar emak lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
__ADS_1