
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Tetapi Aurelin belum bisa menyelesaikan tugas yang diberikan Mario kepadanya. Hingga Ibu boru Silalahi begitu gelisah menunggu kepulangan Aurelin yang tidak biasanya pulang Sampai larut malam.
Ibu Boru silalahi menghubungi nomor ponsel Aurelin karena Ibu Boru Silalahi sudah melihat Jam menunjukkan pukul 09.00 malam tetapi Aurelin belum pulang ke rumah. tidak biasanya Aurelin pulang sampai selarut itu. Sehingga Ibu Boru Silalahi sangat khawatir kepada Aurelin.
Apalagi saat ini pak Haposan ada panggilan tugas ke istana kepresidenan. Membuat Ibu Boru Silalahi semakin kwatir kepada Aurelin. Ia takut ada seseorang yang berniat jahat kepada Aurelin. Karena mengetahui kalau pak Haposan sedang tidak ada di kota ini.
Kring ...
Kring ....
Kring ....
Suara Deringan ponsel milik Aurelin terdengar jelas di telinganya. Aurelin melihat nomor ponsel mamanya yang menghubunginya.
Aurel langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada ibu Boru Silalahi dia tidak ingin membuat ibu Boru Silalahi terlalu khawatir terhadapnya.
"Horas ma!"sahut Aurelin dalam sambungan teleponnya
"Horas inang, Kamu di mana sekarang kok jam segini belum pulang ke rumah?" tanya ibu boru Silalahi karena dirinya mengkhawatirkan putrinya Aurelin.
"Maaf Ma, hari ini Aurelin Lagi lembur di kantor. Mungkin pulangnya agak larut malam, Mama tidak perlu khawatir Aurelin baik-baik saja kok." sahut Aurelin agar Ibu Boru silalahi tidak terlalu mengkhawatirkannya. Setelah selesai berbicara dengan Ibu boru Silalahi memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali mengerjakan pekerjaannya yang sengaja diberikan Mario kepadanya.
Mario melihat Aurelin sudah terlihat gelisah hingga hatinya pun merasa kasihan melihat Auralin yang sudah tampak jenuh dan lelah berada di hadapan laptop miliknya. Mario menghampiri Aurelin
"Sudah lebih baik kita pulang sekarang kita lanjutkan saja besok kerjanya." ucap Mario kepada Aurelin. Menatap Mario dengan tatapan tajam. Kalau seandainya Mario mengatakan kalau pekerjaan itu bisa dikerjakan esok hari, maka Aurelin tidak akan lembur sampai selarut itu.
__ADS_1
Aurelin membereskan mejanya, tanpa menjawab sepatah kata pun. Aurelin langsung bangkit berdiri meninggalkan Mario begitu saja. Mario mengajar Aurelin tetapi Aurelin sama sekali tidak peduli Ia terus berjalan keluar kantor Graha kencana. Setelah tiba di lobby kantor, Ia pun langsung memesan taksi online agar Aurelin segera tiba di rumah. Karena tubuhnya sudah terasa lengket dan lelah.
Mario berusaha mengejar Aurelin. ia langsung mengambil mobil miliknya berniat untuk menghantar Aurelin. Tetapi ketika Mario menghampiri Aurelin, Aurelin sudah menaiki taksi online yang sudah datang menjemput Aurel yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Biar saya yang menghantarkan kamu!" pekik Mario tetapi orang yang tidak peduli bahkan menoleh pun tidak. Aurelin memilih menaiki taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Pak antarkan saya ke perumahan Tasbi rumah Pak Haposan. " ucap Aurelin sengaja mengatakan nama papanya karena jika orang mengetahui nama papanya maka tidak akan ada yang berani untuk macam-macam terhadapnya.
" Baik ito!" sahut driver taksi online itu yang merupakan driver taksi online berdarah Batak juga.
"Itu kok lama sekali pulang kerja sampai jam segini?
"Saya lembur bang Maklum bekerja di perusahaan orang lain, tidak bekerja di perusahaan sendiri." ucap Auralin berusaha ramah menjawab driver taksi online itu.walau dirinya masih kesal terhadap Mario
"Mengapa ito tidak bekerja bersama pak Haposan saja? tanya driver taksi online itu kepada Aurelin.
Bapak saya yang menjadi seorang polisi. Tetapi saya hanyalah masyarakat biasa walaupun saya anak kandung pak Haposan." ucap Aurelin sembari mengembangkan senyumnya.
"Jadi ito anak kandung pak Haposan?
"Ya saya boru Nya, sahut Laura singkat.
Sementara di tempat lain Mario terlihat kesal karena dirinya tidak berhasil menghantarkan Aurelin pulang ke rumahnya. Ia begitu gelisah mendapat tatapan tajam dari Aurelin begitu juga Aurelin selalu menghindarinya. Oleh karena itu Mario berusaha memberikan pekerjaan kepada Aurelin agar Mario bisa lebih dekat dengan Aurelin.
"Harus bagaimana lagi saya, agar Aurelin mengerti akan isi hatiku ini." gumam Mario di dalam hati. Ia berusaha menghubungi nomor ponsel Aurelin tetapi Aurelin langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Tak sudi rasanya menerima telepon dari Mario yang sudah menyiksanya satu harian bekerja di kantor Graha kencana.
__ADS_1
Kalau tidak karena menghargai Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez Aurelin sudah resign dari kantor Graha kencana. Tak sudi rasanya bekerja dengan orang yang tak menghargainya sama sekali dan berusaha membuat aurelin kelelahan. Aurelin mengetahui bahwa Mario sengaja memberikan pekerjaan yang tidak sepatutnya Aurelin kerjakan. Agar Auralin kesal kepada Mario.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, yang kebetulan jalanan lancar dan tidak ada kemacetan malam itu, membuat perjalanan Aurelin lancar.
"Terimakasih ito." ucap Auralin sambil memberikan ongkos taksi online nya kepada driver taksi online itu. Ia sengaja memberikan yang lebih kepada Driver itu. karena dirinya merasa driver taksi online itu membuatnya nyaman Sampai tiba di rumah.
"Sama sama ito." sahut driver taksi online itu kepada Aurelin sembari berlalu dari halaman rumah keluarga pak Haposan. Sementara ibu Boru Silalahi yang sudah melihat Aurelin tiba dirumah langsung membuka pintu dan menghampiri Aurelin.
"Kamu sudah pulang Boru?
"Sudah ma, mama tenang saja. Aurelin baik baik saja kok. Mana mungkin ada yang berani berbuat macam-macam kepada Aurelin secara Aurelin boru papa Haposan." ucap Aurelin membanggakan papanya sambil mengebangkan senyumnya kepada ibu Boru Silalahi.
"Kok kamu bisa lebur sampai selarut ini sayang?
"Namanya juga kerja di perusahaan orang ma, ya kita harus patuh dengan aturan yang di buat bos." ucap laura sembari berlalu meninggalkan ibu Boru Silalahi dan langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Aurelin langsung memakai pakaian yang biasa digunakan untuk tidur. Sementara ibu Boru Silalahi menyiapkan makan malam untuk Aurelin. Karena Ibu Boru Silalahi tidak mengetahui kalau Aurelin sudah makan malam di kantor.
Setelah selesai menyiapkan makan malam, Ibu Boru Silalahi menghampiri Aurelin untuk menawarkan makan malam buat Aurelin.
"Ayo makan dulu, mama sudah siapin itu makanannya." ucap ibu Boru Silalahi
Aurelin tidak ingin membuat Ibu Boru silalahi kecewa kepadanya. Karena ibu Boru silalahi sudah repot repot membuatkan makan malam untuk Aurelin. Padahal Aurelin sudah makan malam dari kantor.
"Ya sudah Aurelin makan ma, masakan mama pasti enak dan lezat. Aurelin akan lahap memakannya." ucap Aurelin mengebangkan senyumnya.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓 🙏🙏🙏🙏