
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit dari kota Medan menuju bandara Kualanamu tepatnya di Deli Serdang. mereka tiba di Bandara. Mario tidak tega membangunkan Ayeuna.
"Bagaimana ini Tuan? sepertinya nona Ayeuna masih tertidur."
"Biarkan saya yang membangunkan."ucap Mario sembari menepuk wajah Ayeuna agar Ayeuna terbang.
"Yun!" bangun kita sudah sampai."ucap Mario kepada Ayeuna membuat ayeuna sedikit terkejut dan langsung mengucek matanya yang masih terasa ngantuk.
"Kita sudah tiba di Kualanamu? tanya Ayeuna
"Iya Sekarang sudah pukul 4.30 dini hari. Kita harus segera check-in agar kita tidak ketinggalan pesawat." ujar Mario sembari langsung keluar dari mobil tanpa menunggu Mario. Dengan berhati-hati Ayeuna menenteng tas sandang. Sementara Kover kecilnya diturunkan oleh sopir pribadi Mario Perez.
****
Di dalam pesawat tampak Ayeuna sangat gelisah. Ayeuna takut bertemu kembali dengan Nyonya Rasti, Nyonya laksmana, Andre dan juga Leonardo. Dan yang paling ia hindari adalah Leonardo dan juga Damian.
"Mudah-mudahan aku tidak bertemu dengan mereka mereka. Aku ingin hanya bertemu dengan Riana sahabatku. Aku sangat merindukannya." gumam Ayeuna sambil mengetatkan sabuk pengamannya.
Setelah melakukan perjalanan melalui jalur udara sekitar kurang lebih Dua jam, Ayeuna dan Mario Perez tiba di bandara Soekarno-hatta Salah satu asisten Damien Perez sudah menunggu kedatangan Mario dan juga Ayeuna.
"Selamat pagi Tuan!" Sapa asisten Damien Perez.
"Ya selamat pagi, antarkan kami langsung ke sana."perintah Mario Perez kepada asisten Damian yang bertugas menjemput Mario dengan Ayeuna. Sementara Ayeuna sama sekali belum mengetahui jika pertemuan penting yang dikatakan oleh Mario Perez kepadanya, adalah ingin mempertemukan Prasetya Perez dengan Ayeuna.
*****
"loh kita kok pergi ke rumah sakit?
"Iya kebetulan pertemuan penting itu diadakan di rumah sakit ini."ucap Mario dengan santai tanpa merasa bersalah karena sudah membohongi Ayeuna.
Tiba di ruang ICU tampak Damian Perez terus menangis menatap putranya yang tak kunjung membaik walaupun dirinya sudah mulai sadar saat anaknya berbicara dengan Ayeuna melalui melakukan sambungan video call dengan Prasetya.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Ayeuna ketika Mario Perez membawa Ayeuna ke dalam ruang ICU dan mempertemukan dirinya dengan Prasetya.
"Bos kok ke sini?
"Ya ini pertemuan penting yang aku katakan kepadamu. Apa menurutmu ini tidak penting?
Ayeuna menarik nafas berat.
Ayeuna sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan Mario. Bahkan Ayeuna tidak memperdulikan kehadiran Damian disana. Ayeuna langsung berlari memeluk Prasetya Perez.
"Hai jagoan....."ini Miss Ayuna." ucap Ayeuna sembari langsung memeluk dan mengecup kening Prasetya.
"Mami ayeuna.....Hua....Hua...Hua" tangis Prasetya pecah di seisi ruang ICU.
"Iya sayang ini Mami." Ucap Ayeuna sembari terus memeluk Prasetya. Membuat orang-orang yang hadir di sana menjadi terharu melihat Prasetya dan Ayeuna saling melepas rindu.
"Kenapa Mami Ayeuna meninggalkan Prasetya?
"Tentu Mami sangat menyayangimu sayang, tetapi ada sesuatu hal yang belum bisa kamu ketahui. Mami harus bekerja di luar kota." ucap Ayeuna
"Apa gaji dari papiku tidak cukup? tanya Prasetya penuh selidik
"Bukan begitu sayang.Tapi ada sesuatu hal yang belum bisa kau ketahui. Kelak sudah besar kau akan memahaminya.
"Apa mami membenci papiku?
"Tidak sayang!" sahut Ayeuna sedikit berbohong padahal Ayeuna saat ini sangat tidak ingin bertemu dengan Damian.
"Terus kenapa kau bisa bersama om Mario?
"Kau mengenal bosnya mami?
__ADS_1
"Bos?
"Iya pak Mario ini bos mami di kota Medan.
"Apa kau kerja di kantor Opanya Prasetya?
"Maksudnya?
"Iya, mami kamu bekerja dikantor om!" sahut Mario menimpali pertanyaan Prasetya.
"Benarkah mom?
Ayeuna mengangguk kepalanya.
"Kalau begitu bawa Prasetya bersamamu ke Medan, agar aku tinggal sama Opa, Oma, Om Prasetya dan mami aja di Medan." ucap Prasetya.
"Tidak boleh begitu sayang!" nanti teman papi kamu disini siapa dong?
"Papi tidak sayang sama Prasetya. Papi selalu sibuk dikantor. Kalau tidak ada mami, tidak asyik." sahut Prasetya
Ayeuna mengacak rambut pirang anak didik kesayangannya itu.
"Mami janji akan sering sering mengunjungi mu." ucap Ayeuna
"Pokoknya mami Harus tinggal sama Prasetya. Entah itu di medan atau di Jakarta bagi Prasetiya tidak masalah yang penting Prasetya sama mami Ayeuna Hua ...Hua ....Hua" rengek Prasetya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment dan votenya ya.
Trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1