Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 213 SAIDA TAKJUB


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam Mereka pun tiba di rumah baru yang sediakan oleh Jonathan. Rumah terlihat elegan dan asri berlantai dua itu benar benar rumah yang unik karena design interiornya sangat bagus dan elegan membuat auranya menjadi nyaman dan sejuk dengan adanya taman dan berbagai macam bunga bunga yang indah di pandang mata.


Saida sangat takjub dengan keindahan rumah baru yang akan mereka tempati. Rumah yang sebelumnya sudah disediakan Jonathan untuk pernikahan mereka. Apalagi Saida sangat menyukai taman yang sudah terlihat asri dan banyak ditanami bunga-bunga yang indah di pandang mata.


Membuat suasana rumah itu menjadi semakin terasa nyaman. "Mas rumahnya cantik sekali Saida menyukainya."ucap Saida merasa bahagia mendapatkan tempat tinggal yang layak diberikan oleh Jonathan untuk keluarga kecilnya. Sungguh Saida tidak menyangka kalau Jonathan sudah mempersiapkan itu semua.


Ia mengira kalau mereka sudah menikah Saida dan Jonathan akan tinggal di sebuah apartemen yang selama ini ditempati oleh Jonathan. Tetapi saida salah. Jonathan membawanya ke rumah mewah yang ukuran rumahnya lumayan besar. Tetapi terlihat elegan dengan desain interiornya yang cukup mewah membuat kita takjub.


Ibu Amelia dan Pak walson pun merasa tidak menyangka kalau Jonathan sudah mempersiapkan itu semua. Mereka benar-benar bersyukur ternyata Saida tidak salah menikah dengan Jonathan. Di samping Jonathan yang berhati lembut, perhatian ia taat agama dan dapat menjadi imam buat saida.


Membuat Ibu Amelia dan pak Walson tidak ragu menitipkan baby Neptunus dan Saida kepada Jonathan. Karena menurut penilaian kedua orang tua Saida, Jonathan merupakan lelaki yang sangat bertanggung jawab. Itu terlihat jelas ketika masih berada di rumah sakit. Sampai Saida sudah kembali ke rumah dan dapat merawat baby Neptunus.


Saida juga selama ini membebankan Jonathan untuk membantu dirinya menenangkan baby Neptunus jika baby Neptunus rewel. Bahkan baby Neptunus terlihat lebih dekat kepada Jonathan daripada Saida. Itu terlihat jelas ketika baby Neptunus di timang dan digendong oleh Jonathan ia langsung dapat tenang dan tertidur pula. lain hal ketika bersama Saida.


"Mas apa kamu selama ini sudah mempersiapkan semua ini untuk Saida? tanya Saida kepada Jonathan.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang?"


"Mas, Saida tidak ingat Mas menggunakan uang Tuan Damian dan Ayeuna hanya untuk membahagiakan Saida dan baby Neptunus.


Yang Saida inginkan mas membahagiakan Saida dari hasil keringat mas sendiri bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Damian. Bukan dengan cara meminta kepada tuan Demian." ucap Saida karena dirinya khawatir kalau Jonathan meminta bantuan kepada Damian untuk membelikan rumah tempat tinggal mereka.

__ADS_1


"Bagi Saida hidup sederhana dan tinggal di rumah sederhana, itu lebih baik daripada harus meminta bantuan kepada orang lain." ucap Saida sambil mengembangkan senyumnya


Jonathan mengembangkan senyumnya. Ia pun menatap istrinya dengan tatapan cinta. " "Kamu jangan khawatir Sayang rumah ini memang rumah hasil keringat mas sendiri. sudah cukup lama Mas menabung hanya untuk dapat membeli rumah ini.


Dan ternyata Allah mengabulkannya setelah ada rencana pernikahan kita. Sehingga Mas dapat membeli rumah ini dengan jerih payah mas sendiri." ucap Jonathan sambil meraih tubuh Saida kepelukannya.


Melihat interaksi antara Saida dan Jonathan, Ibu Amelia dan Pak Walson mengambangkan senyumnya. Mereka benar-benar bersyukur karena hubungan Saida dan Jonathan ternyata semakin dekat. Padahal awalnya Ibu Amelia dan Pak walson sedikit khawatir kepada hubungan antara keduanya.


Karena Ibu Amelia dan Pak walson khawatir Jonatan tidak akan dapat menerima Saida apa adanya. Apalagi dengan kehadiran baby Neptunus di tengah-tengah keluarga mereka. "sungguh lelaki yang begitu baik menantu kita ya mas.


Mama tidak menyangka kalau Saida dapat bahagia saat ini, setelah penderitaan yang Saida alami Beberapa bulan yang lalu. Akibat perbuatan nyonya laksmana dan Andre padahal Putri kita tidaklah meminta apa-apa dari mereka hanyalah meminta pertanggungjawaban dari apa yang sudah dilakukan Andrea Laksmana kepada putri kita." ucap Ibu Amelia kepada Pak walson


sambil memperhatikan interaksi menantu dan Putri mereka.


Entah mengapa Mama memiliki firasat buruk kalau nyonya laksmana memiliki niat jahat kepada keluarga putri kita. Hal itu membuat mama merasa tidak tenang." ucap Ibu Amelia kepada suaminya.


Entah mengapa pikiran dan firasat ibu Amelia mengatakan kalau Amelia tidak yakin kalau nyonya laksmana udah berubah. Ternyata Nyonya Laksamana memiliki rencana untuk merebut baby Neptunus.


"Mas Kita harus melakukan sesuatu sebelum mereka memiliki rencana jahat untuk cucu dan menantu kita."ucap ibu Amelia


"Jangan berpikir yang tidak tidak dulu ma, nanti bisa dosa Kalau kita suudzon kepada orang lain. Lebih baik kita ikuti alurnya. Jika mereka memliki untuk jahat kepada keluarga kecil Putri dan menantu kita. Papa tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


Mereka juga sudah mengetahui kalau mama merupakan seorang jaksa. Mereka tidak akan bisa bermain-main. Mama tahu sendiri kalau nama mama benar-benar dikenal orang lain Jika mereka melakukan kecurangan maka tidak menutup kemungkinan karir yang membantu mereka akan di ujung tanduk.


Jadi lebih baik Mama Tenang saja tidak perlu berpikir yang tidak tidak. Yang penting Sekarang kita berdoa agar hubungan rumah tangga Putri dan menantu kita baik-baik saja. jangan berspekulasi yang belum terjadi." ucap pak Walson menenangkan hati ibunya Amelia.


Entah mengapa firasat seorang ibu terhadap anaknya memang tidak bisa diragukan. Sama halnya yang dirasakan oleh ibu Amelia saat ini. ia merasa ada yang ingin berniat jahat kepada keluarga putrinya sendiri.


"Sayang untuk saat ini di rumah ini belum ada asisten rumah tangga. hanya ada satu orang yang dapat membantu kamu untuk membersih rumah ini. Itupun yang membantu Mas membersihkan apartemen Mas selama ini.


Jadi Mas alihkan dia menjadi bekerja di rumah ini membantu kamu mengurus rumah." ucap Jonatan kepada Saida.


"Tidak apa-apa Mas, Saida dapat mengerjakannya sendiri jika tidak ada asisten rumah tangga." ucap Saida meyakinkan suaminya Kalau Saida tidak akan mempermasalahkan mengenai asisten rumah tangga yang dapat membantu dirinya mengurus rumah yang mereka tempati saat ini.


"Syukurlah kalau kamu tidak mempermasalahkan masalah itu sayang. kamu tidak usah merasa khawatir. Karena mas dengan cepat akan mencari baby sister yang membantu kamu merawat baby Neptunus." ucap jonathan kepada Saida.


Tetapi Saida menolak Jonathan mencari baby sister untuk merawat baby Neptunus. karena ia memilih dia sendiri yang merawat putranya dengan tangan dan perhatiannya sendiri tanpa dibantu orang lain.


Sementara di tempat lain, Andre Laksmana dan nyonya Lesmana menyusun strategi untuk merebut kembali baby Neptunus dari tangan Saida dan Jonatan. nyonya laksmana ingin menuntut kepada pengadilan untuk hak asuh baby Neptunus.


Nyonya laksmana benar-benar merencanakan sesuatu hal yang besar yang Andre juga tidak mengetahui rencana apa yang akan dilakukan Nyonya Laksmana, untuk merebut baby Neptunus. Sungguh di luar dugaan Jonathan, kalau Nyonya Laksmana ingin merebut baby Neptunus dari mereka. Padahal selama ini Mereka menolak kehadiran baby Neptunus selama ini.


hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓

__ADS_1


yuk mampir ke karya baru emak



__ADS_2