
Berdoa saja, agar Saida tidak kenapa-kenapa dan dapat pulih kembali seperti sedia kala. Karna jika terjadi sesuatu kepada Saida, maka kalian harus siap-siap angkat kaki dari kota ini. Karena Damian Perez tidak akan mengampuni kalian."ucap Jonathan membuat Tuan laksmana dilanda ketakutan.
Begitu juga dengan Nyonya laksmana. Ia sudah tidak mampu berdiri kokoh lagi di sana. Nyonya laksmana hanya terduduk diam dan meratapi nasib yang akan mereka terima jika terjadi sesuatu kepada Saida. Nyonya laksmana tidak ingin hidup miskin dan melarat, kalau perusahaan milik suaminya akan jatuh bangkrut di tangan keluarga Perez.
Nyonya laksmana benar benar sudah ketakutan mendengar ancaman dari Jonathan. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Setelah dokter memindahkan Saida ke ruang ICU, Jonathan kembali menghubungi Damian Perez untuk memberitahu kondisi Said saat ini.
Ketika Jonathan sudah berniat menghubungi Damian Perez, Demian dan Ayeuna sudah tiba di rumah sakit. Sehingga Jonathan mengurungkan niatnya untuk menghubungi Damian Perez. Air bening mengalir begitu deras di wajah cantik Ayeuna. Ia tidak sanggup melihat kondisi kesehatan Saida yang begitu memprihatinkan.
Apalagi dengan bayinya yang masih membutuhkan sosok Saida. Ia tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi kepada bayi itu, jika Saida tidak dapat bertahan berjuang untuk kembali menemani putranya. Apalagi Ayeuna dibayang-bayangi pesan whatsapp Saida. Yang memintanya untuk merawat bayinya jika terjadi sesuatu kepada Saida.
"Saida!" kamu wanita hebat dan kuat, Kamu harus bertahan demi Putra kamu. Kamu sayang bukan sama Putra kamu? hingga kamu mempertaruhkan nyawamu untuk mempertahankan putramu?" ucap Ayeuna bermonolog sendiri menatap Saida yang berada di ruang ICU. Padahal Ia tahu kalau Saida tidak mengetahui dan mendengar apa yang dikatakan Ayeuna.
"Bertahanlah Saidah!" kamu itu wanita yang kuat jangan menjadi wanita yang lemah. Aku yakin dan percaya, kamu wanita kuat. Buat mereka yang menyakiti kamu selama ini menjadi menyesal." ucap Ayeuna sambil mengelus wajah pucat Saida. Terlihat detak jantung Saida di layar monitor tidak stabil membuat Ayeuna begitu khawatir melihat detak jantung itu terkadang tidak normal.
Ayeuna menangis sesungguhkan dan berusaha berbicara kepada Saida. Ayeuna memberitahu Kalau Ayeuna sangat menyayangi Saida. Hingga satu jam berlalu Ayeuna berada di ruang ICU.
Kemudian suster datang menghampiri Ayeuna. Agar segera meninggalkan ruangan itu. Karena jam besuk di ruang ICU telah usai. dengan terpaksa Ayeuna keluar dari ruang ICU itu dengan berat hati.
Setelah selesai berbicara kepada Saida, di bawah alam sadar Saida, Ayeuna meminta kepada Damian dan juga dokter yang ada di sana. Untuk mengizinkan Ayeuna melihat kondisi kesehatan anak Saida yang berada di ruang bayi tepatnya di ruang ekubator.
Ketika Ayeuna sudah mendapatkan izin dari dokter Demian menemani Ayeuna untuk menemui anak Saida di ruang bayi.
__ADS_1
"Mas lihat deh," anak Saida tampan sekali." ucap Ayeuna memuji ketampanan Putra Saida.
"Ya sayang mudah-mudahan Saida dan putranya cepat pulih kembali."sahut Damian Perez sembari mengelus pundak istrinya.
Ayeuna berusaha untuk menghubungi kedua orang tua Saida. Ia tidak ingin kedua orang tua Saida menyesal seumur hidupnya jika terjadi sesuatu kepada Saida sebelum mereka bertemu dengan saida.
Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung ke nomor ponsel orang tua Saidah, Ayeuna langsung memberitahu kondisi Saida saat ini yang sebenarnya. Membuat kedua orang tua Saida begitu panik. Ayeuna memberitahu alamat rumah sakit tempat Saida dirawat saat ini.
Sementara Nyonya laksmana, hanya takut kalau keluarga Perez murka kepada mereka dan mereka akan jatuh bangkrut. Nyonya laksmana menghampiri Demian dan juga Ayeuna. Mereka bersujud di kaki Damian Perez dan Ayeuna. Agar tidak memberikan hukuman kepada keluarga laksmana.
Senyum sinis terlihat jelas di wajah Damian Perez. Ketika melihat Nyonya laksmana bersujud di kakinya. Hanya untuk mendapatkan Maaf Dari Damian perez. Padahal seharusnya mereka meminta maaf kepada Saida, bukan kepada Damian Perez.
"Manusia macam apa kalian ini? seharusnya kalian tidak meminta maaf kepada saya Tetapi kalian meminta maaf kepada Saida dan juga putranya. Kelihatan sekali kalian ketakutan kalau pos Perusahaan milik keluarga kalian akan hancur di tanganku.
"Ingat percaya atau tidak karma itu pasti ada Jadi kalian hati-hati dalam melakukan tindakan." ucap Damian Perez kepada Nyonya laksmana dan juga Andre laksmana. Damian Perez sangat mengetahui sosok Tuan laksmana, Tuan laksmana tidak akan tega memperlakukan wanita hamil layaknya lebih dari seorang pembantu. Demian mengetahui kalau yang memiliki niat jahat kepada Saida hanyalah Nyonya laksmana dan juga Andre.
Ia sengaja tidak menghukum Tuan laksmana. ia hanya berniat memberikan hukum kepada Nyonya laksmana dan juga Andre laksmana dengan cara Damian Perez sendiri tanpa diketahui siapapun.
Jonathan meminta izin kepada dokter, agar Jonathan diberi kesempatan untuk menemui Saida yang berada di di ruang ICU. Ketika dokter memberikan izin kepada Jonathan, Jonathan langsung masuk ke ruang ICU itu untuk menemui Saida. Sejujurnya Jonathan begitu iba melihat kondisi Saida saat ini.
"Hai Saida!" perkenalkan saya Jonathan asisten dari Tuan Demian Perez. Maafkan saya sudah terlambat memberikan pertolongan kepada kamu. Tapi saya yakin kamu wanita yang kuat dan tangguh. bertahanlah untuk putramu suatu saat kamu pasti mendapatkan kebahagiaan bersama putramu.
__ADS_1
Berjuanglah demi putramu Saida, aku yakin kamu pasti mampu melakukannya. Karena kamu pasti sangat menyayangi putramu. sehingga kamu tidak ingin menggugurkannya bukan?
"Kamu tahu Saida, kamu wanita hebat dan pintar. Karena sebelum kamu mengalami hal tragis seperti ini. Kamu mengirimkan bukti dan juga pesan kepada Nyonya Ayeuna hingga membuat orang yang berniat menyakitimu, Sudah dilanda ketakutan saat ini.
Karena bos Damian tidak akan mengampuni siapapun yang mampu menyakiti hati atau fisik orang yang disayangi keluarga Perez dan salah satunya orang yang disayangi keluarga Perez adalah sahabat dari Nyonya Ayeuna Perez.
"Kamu tahu perjuanganmu masih sangat panjang. Ingat ada putramu yang menantikan kehadiranmu dan butuh kasih sayang dari kamu. Jonathan bermonolog sendiri. Seolah-olah ia berbicara kepada Saida walaupun Saida saat itu, tidak sadarkan diri. Jonathan terus berbicara kepada Saida berharap saida cepat sadar dari komanya.
Setelah berbicara dengan Saida di bawah alam sadar Saida, Jonathan keluar dari ruang ICU dan kembali menghampiri Damian Perez dan Ayeuna.
"Bagaimana kondisi bayi Saida Pak Bos? tanya Jonathan kepada Damian Perez karena dirinya sangat penasaran dengan kondisi bayi Saida.
"Alhamdulillah kondisi bayi Saida saat ini sudah mulai stabil. Mudah-mudahan Saida juga cepat pulih agar dapat berkumpul kembali bersama keluarganya. Satu jam Setelah ayeuna menghubungi nomor ponsel kedua orang tua Saida. Dan Ketika orang tua Saida, tiba di rumah sakit dan langsung menemui Ayeuna dan ketika kedua orang tua Saida melihat kondisi putrinya, yang saat ini sedang berjuang menahan rasa sakit yang ia rasakan saat ini. orangtua Saida sangat menyesal karna telah mengusir Saida.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1