
"Tuan Damian jangan seperti ini!" saya sudah memaafkan Tuan. Tapi untuk yang satu itu Ayeuna belum bisa menjawab apa-apa sekarang. Ayeuna butuh Waktu untuk memulihkan hati ini yang sudah tergores luka."ucap Ayeuna kepada Demian. Tetapi Damian sangat berharap kalau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Damian sangat berharap kalau Ayeuna, tidak dendam kepadanya. Maminya Prasetya, Aku mohon jangan menyiksaku seperti ini. Apa kamu masih belum bisa memaafkan aku? tanya Damian memohon pengampunan dari Ayeuna.
Tuan Damian jangan seperti ini. Demian yang aku kenal adalah orang yang egois nya tinggi tetapi Mengapa Sekarang Anda mau merendahkan diri anda sendiri hanya untuk wanita seperti Ayeuna Aurora?
"Maafkan saya akan ke egoisan saya selama ini kepadamu dan memperlakukan kamu semena-mena.
Ayeuna menatap Damian. Ia seolah tidak percaya seorang Damian pengusaha kaya raya dan juga terkenal dengan sikap arogant nya memohon kepada Ayeuna.
Ayeuna tersenyum melihat Damian yang terlihat cengeng di hadapannya.
"Jangan seperti ini Papinya Prasetya, lebih baik Papinya Prasetya duduk dan bicara dengan tenang. Ini sudah larut malam Ayeuna khawatir kalau Papinya Prasetya pulangnya terlalu larut, takut terjadi sesuatu.
"Kalau kamu takut terjadi sesuatu kepadaku, tentunya Kamu tidak akan mengusirku dari sini sekarang. ucap Damian.
"Bagaimana anda menginap di sini, kamarnya tidak cocok untuk anda. Tidak ada AC di sini tempat tidurnya juga sempit tidak seperti yang biasa Anda tempati.
Bagiku tidak masalah yang penting aku bersamamu dan jangan pernah kamu berniat menghindariku. Karena aku sangat mencintaimu maminya Prasetya." ucap Damian
Ayeuna mengembangkan senyumnya sejujurnya Ayeuna juga memiliki rasa yang sama dengan Damian. Tetapi karena sikap Arogant yang dimiliki Damian selama ini membuat rasa cinta itu ia kubur dalam-dalam.
" Aku bisa bertanya sesuatu kepadamu?
"Apa itu? selagi bisa saya jawab pasti akan saya jawab." ucap Ayeuna
"Tolong kamu jujur kepada ku, apa Mario pernah mendekatimu?
__ADS_1
"Maksudnya?
"Maksud saya apa Mario pernah berniat untuk mendekatimu?"
Ayeuna mengembangkan senyumnya. Mario itu atasan Ayeuna. Tetapi dia atasan yang asik. Dapat diajak berbicara dari hati ke hati. terkadang dia sering curhat kepada aku mengenai wanita-wanita yang ia ajak berkencan. Ayeuna juga tahu kalau kekasih Mario itu tidak satu. Melainkan ada beberapa dan saya tahu itu.
Sungguh tidak mungkin jika Mario berniat untuk mendekati ku, aku meresponnya. Sementara aku sudah mengetahui sikap play boy adik anda. Tapi kalau diajak bercerita cukup asik orangnya. Dia sering curhat mengenai Apa yang dilakukannya kepada wanita-wanita Nya.
"Kamu serius?
"Ya ngapain Ayeuna bohong!"
Mario lelaki yang baik kepada setiap wanita. Ayeuna juga tidak menyalahkan sikap Mario seperti itu kepada wanita. Karena wanita yang banyak mengejarnya, mungkin karena harta kekayaan yang dimiliki Mario, sehingga wanita-wanita banyak mengejarnya.
Tetapi untuk Ayeuna mungkin itu berbanding terbalik bagiku. Bagiku harta tidak ada artinya jika tidak ada kesetiaan dan juga kasih sayang yang sesungguhnya. ucap Ayeuna kepada Damian.
"Terima kasih sayang, aku mengira kamu juga jatuh cinta kepada adikku yang jauh lebih muda dariku. Jujur aku sangat khawatir kamu begitu dekat dengan Mario adikku. Karena aku juga tahu sikap asli dari adikku.
Ayeuna tersenyum, sekilas ia melihat dan merasakan sikap Manis dari Damian. Apa Papinya Prasetya benar-benar mencintai Ayeuna? tanya Ayeuna dengan sungguh-sungguh.
"Aku harus bagaimana, untuk mengungkapkan isi hati ini kepadamu. sejujurnya ketika kamu meninggalkanku di Jakarta, Aku sangat kuatir dan meminta para asisten ku untuk mencari tahu keberadaanmu. Tetapi hasilnya nihil.
" Kamu bisa tanya kepada teman-teman kampus Kamu. Beberapa kali aku datang ke sana Dan juga ke sekolah tempat kamu mengajar saat itu. Tetapi Jepanya mengatakan kepadaku kalau kamu sudah tidak mengajar di situ lagi. dan mengirimkan surat pengunduran diri melalui email kepada kepala sekolah."
"Ya pada saat itu Ayeuna juga melihat Mas Damian ada di kampus. Tetapi setelah acara penyematan toga dan pemberian sertifikat Ayeuna langsung bergegas pulang. Karena pada saat itu Ayeuna tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa termasuk Mas Damian.
Tetapi ketika Riana sahabatku melihat Prasetya masuk rumah sakit, Riana memberitahuku kalau Prasetya sedang sakit. pada saat itu ada beberapa yang melakukan penjagaan di ruang rawat inap Prasetya.
__ADS_1
Hingga Riana bernegoisasi kepada penjaga itu, untuk mengizinkan Ayeuna menjenguk Prasetya saat itu sebelum Ayeuna berangkat ke Medan. Penjaga itu pun memberikan persetujuan dengan catatan kedatangan Ayeuna ke rumah sakit tidak ada yang memberitahu kepada Mas Damian. Karena pada saat itu Ayeuna benar-benar tidak ingin bertemu dengan Mas.
Kemudian Ayeuna pun menjenguk Prasetya Ayeuna tidak tahan melihat kondisi Prasetya. Pada saat itu sakit rasanya melihat bocah kecil yang sudah aku anggap menjadi Putra kandungku sendiri. Harus menahan rasa sakit jarum infus yang tertancap di punggung tangannya.
Tetapi karena Ayeuna merasa tidak tahan dengan sikap Arogant mas, membuat Ayeuna menghilangkan perasaan itu saat itu juga. Ayeuna kembali ke rumah karena mas Damian sudah berada di parkiran rumah sakit. Ayunan langsung bergegas keluar dari ruang rawat Prasetya saat itu. Ketika penjaga itu mengatakan kalau Mas Damian sudah ada di parkiran rumah sakit." ucap Ayeuna saat mengingat saat dirinya mengendap-endap masuk dan keluar menjenguk Prasetya di rumah sakit.
Damian langsung memeluk Ayeuna Terima kasih sayang, kamu sudah menganggap Prasetya sebagai Putra kandungmu sendiri. Ternyata Putra Ku tidak salah pilih kalau kamu adalah wanita yang cocok untuk pendamping hidupku selamanya. Aku mohon, Maafkan aku." kita mulai lembaran yang baru.
Aku berjanji akan membuatmu bahagia tidak ada isak tangis yang mengalir di wajah cantikmu lagi." ucap Damian sembari mengecup bibi manis Ayeuna. Ayeuna mulai membalas kecupan dari Damian hingga merekapun saling berpagutan.
"Oh Ya sayang, boleh tidak panggilan kamu dirubah gitu. Jangan manggil aku Tuan Damian, sudah seperti atasan dengan bawahan saja.
"Jadi Ayeuna harus manggil apa papinya Prasetya?ucap Ayeuna sambil mengebangkan senyumnya.
"Terserah deh, yang penting enek didengar.
"Humm m lebih baik mas istirahat, besok saja mas pulang. Itupun kalau mas mau tidur di kamar kost sempit ini." ucap Ayeuna sambil langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Damian senyum sumringah mendengar tawaran dari Ayeuna kalau Ayeuna memperbolehkannya menginap dikamar kostnya. Ia begitu bahagia mendapat respon positif dari Ayeuna. Dan sepertinya hati Ayeuna sudah mulai luluh kepada Damian.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1