Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 172. NYONYA RASTI MERASA BAHAGIA


__ADS_3

"Mengapa tiba-tiba mereka menarik sahamnya apa mereka mengetahui Kalau kami yang mengirimkan paket misterius itu ke rumah Damian?" tanya Leonardo di dalam hati sambil memperhatikan berkas yang diberikan oleh sekretaris dan juga bagian keuangan kepada Leonardo.


Leonardo menghempaskan seluruh barang-barang yang ada di ruang kerjanya. Ketika dirinya mendengarkan kalau saham milik keluarga Perez ditarik dari perusahaan yang ia pimpin. Membuat perusahaan yang dikelola Leonardo terancam bangkrut


Sungguh di luar dugaan Leonardo. Jonathan dapat mengetahui siapa pelaku utama pengiriman paket misterius itu ke rumah keluarga Damian dan melakukan ancaman terhadap Ayeuna. Leonardo sama sekali tidak mengetahui kalau saat ini Damian Perez dan Jonathan sudah curiga kepada mereka. Bahkan bukti-bukti sudah berada di tangan Jonathan.


Leonardo menghubungi Nyonya Rasti dan memberitahu apa yang terjadi di perusahaan yang ia kelola selama ini. Dengan percaya diri Nyonya Rasti pun mengatakan kalau perusahaan itu harus segera mereka jual.


Nyonya Rasti yakin kalau mereka dapat menjual perusahaan itu dengan harga yang tinggi. Surat kepemilikan yang dimiliki Nyonya Rasti Ia berikan ke salah satu kuasa hukum yang dapat bekerja sama dengan dirinya tentunya keuntungan akan dibagi kepada kuasa hukum yang membantu Meraka.


Hari itu juga Nyonya Rasti meminta Leonardo untuk segera menjual perusahaan itu. Leonardo sangat bingung apa yang akan ia lakukan saat ini. Bagaimana bisa perusahaan itu dijual? sementara surat asli kepemilikan perusahaan itu dipegang kuasa hukum orang tua kandung Ayeuna. yang diribahkan langsung kepada Ayeuna.


"Jangan khawatir, Mami sudah memiliki cara agar perusahaan itu dapat terjual dengan cepat. Sekarang sudah ada seseorang yang ingin membeli perusahaan itu." ucap Nyonya Rasti meyakinkan Leonardo.


Pembeli yang dikatakan oleh Nyonya Rasti sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Nyonya Rasti hanya mendapat sambungan telepon seluler bahwa seseorang berniat untuk membeli perusahaan itu dengan harga yang lumayan tinggi setelah nyonya Rasti memasang iklan di sosial media.


Kebahagiaan Nyonya Rasti semakin bertambah, ketika seseorang itu kembali menghubunginya dan mereka ingin bertransaksi secepat mungkin. Tentunya mereka transaksi bukanlah di rumah yang ditempati Nyonya Rasti. Seseorang itu meminta kepada Nyonya Rasti dan Leonardo datang ke suatu tempat dengan membawakan surat yang mereka miliki.


Tidak ada rasa curiga sedikitpun di hati nyonya Rasti kepada seseorang yang menghubunginya yang berniat untuk membeli perusahaan milik Ayeuna. Yang dikelola langsung oleh Leonardo.


"Apa Mami yakin kalau pembelinya itu benar-benar serius untuk membeli perusahaan ini? tanya Leonardo.

__ADS_1


"Jika perusahaan ini sudah laku terjual, otomatis kita harus segera memulai usaha baru lagi.


Setelah melenyapkan Ayeuna dari dunia ini, Kita tidak akan tinggal di kota ini lagi. Lebih baik kita langsung pergi ke suatu tempat yang tidak mungkin keluarga Perez temukan." ucap Nyonya Rasti kepada Leonardo untuk meyakinkan Leonardo bahwa mereka pasti akan terlepas dari jeratan keluarga Perez.


Ketiga kali panggilan dari seseorang itu pun kembali memanggil nomor ponsel milik Nyonya Rasti. Yang meminta agar Nyonya Rasti dan Leonardo segera datang ke lokasi. Karena ia sudah berada di sana menunggu nyonya Rasti dan Leonardo.


Setelah mendapatkan lokasi tempat mereka janjian pun, Leonardo dan nyonya Rasti melihat situasi lokasi dan memastikan kalau lokasi itu aman untuk melakukan transaksi.


Leonardo sudah melihat pasangan suami istri yang sudah menghubungi mereka sebelumnya. Tentunya pasangan suami istri itu yang berniat membeli perusahaan yang dikelola Leonardo saat ini.


Leonardo dan nyonya Rasti menghampiri pasangan suami istri itu. Setelah memastikan kalau merekalah yang menghubungi Nyonya Rasti sebelumnya.


"Selamat sore!" dengan Pak Burhan dan nyonya Liana? tanya Leonardo dan nyonya Rasti memastikan pasangan suami istri itu merupakan Burhan dan nyonya Liana yang sebelumnya menghubungi mereka.


"sSya Nyonya Rasti dan ini Putra saya Leonardo yang ingin menjual perusahaan milik kami untuk Anda." sahut Nyonya Rasti sambil mengembangkan senyumnya.


Berapa harga yang kalian inginkan? apa Ada kemungkinan perusahaan itu akan bangkit kembali Jika saya yang mengelolanya? tanya Pak Burhan kepada Nyonya Rasti dan Leonardo.


Dengan semangat 45 Nyonya Rasti dan Leonardo pun langsung menganggukkan kepalanya. Dan memastikan kalau perusahaan itu akan dapat bangkit kembali Jika ia mengelolanya bukan Leonardo melainkan Pak Burhan.


Pak Burhan meminta kepada Leonardo dan nyonya Rasti surat kepemilikan perusahaan tersebut. Yang mana surat kepemilikan yang dimiliki Nyonya Rasti bukanlah Asli melainkan palsu. Nyonya Rasti mengembangkan senyumnya. Ia tersenyum kegirangan karena dirinya dapat membodohi suami istri itu.

__ADS_1


Pak Burhan memeriksa surat yang diberikan oleh Leonardo dan nyonya Rasti, surat asli dan dengan surat yang dimiliki Nyonya Rasti sama sekali tidak ada bedanya. Hanya saja nama kepemilikan yang berbeda. Sulit dibedakan mana yang asli dan mana yang tidak. Membuat pasangan suami istri itu pun saling bertatapan.


Mereka pun akhirnya negoisasi harga perusahaan tersebut. Akhirnya pasangan suami istri itu pun setuju untuk membeli perusahaan yang dikelola Leonardo selama ini. Yang merupakan perusahaan milik ayuna yang diribahkan langsung orang tua Ayeuna.


Nyonya Rasti mengembangkan senyumnya. ia merasa sudah menang melawan keluarga Perez. Kami setuju untuk membeli perusahaan ini, dengan harga yang sudah kita sepakati. Pembayarannya akan kami lakukan sekarang juga.Dengan menggunakan check and giro yang kami miliki. Maaf untuk uang sebesar itu kami tidak memiliki uang cash." ucap Pak Burhan dan nyonya Liana meyakinkan Leonardo dan nyonya Rasti.


Masalah pembayaran dengan menggunakan check and giro itu tidak masalah. Asalkan isinya ada." sahut Nyonya Rasti


"Anda jangan ragu kepada kami. Jika kalian tidak percaya kepada kami, silahkan datang ke kediaman kami. Lokasinya tidak jauh dari sini." ucap pria paruh baya itu sambil memberikan kartu nama miliknya kepada Nyonya Rasti.


Leonardo dan nyonya Rasti pun setuju Kalau pembayaran dilakukan dengan menggunakan check and giro. Ada rona bahagia di wajah Nyonya Rasti ketika Pak Burhan dan nyonya Liana Sudah menandatangani cek itu. Dengan nominal yang mereka sepakati sebelumnya. dihadapan Nyonya Rasti dan juga Leonardo.


Ketika Nyonya Rasti dan Leonardo sudah menerima cek dari Pak Burhan dan nyonya Liana, mereka segera berpamitan kepada Pak Burhan dan nyonya Liana dengan alasan Kalau hari sudah semakin sore. Padahal mereka khawatir jika Pak Burhan dan nyonya Liana menyadari kalau surat kepemilikan perusahaan itu bukan asli milik Nyonya Rasti.


Nyonya Rasti dan Leonardo merasa bahagia dapat menjual perusahaan milik Ayeuna kepada Pak Burhan dan nyonya Liana. Setelah mendapatkan chat dari Pak Burhan Mereka pun langsung berlalu meninggalkan Pak Burhan dan nyonya Liana.


"Kamu tahu tidak Mami bahagia sekali. Ayeuna pasti akan semakin hancur jika dirinya mengetahui kalau perusahaan milik orang tuanya yang diribahkan untuknya, sudah kita jual." ucap Nyonya Rasti kepada Leonardo, Sambil tertawa ngakak di dalam mobil yang ditumpangi mereka untuk menemui Pak Burhan dan nyonya Liana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu novel ini up, yuk mampir ke karya emak yang baru



__ADS_2