Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.121 TATI KWATIR


__ADS_3

"Ada apa dengan anak itu? tidak biasanya dia seperti itu." ucap Tuan laksmana kepada istrinya.


"Mami juga tidak tau Pi. Tapi Andre sepertinya ada masalahnya. Tapi mami tidak tau masalah apa yang sedang Andre hadapi sekarang." ucap nyonya laksmana bingung dengan sikap anaknya yang tiba tiba berubah.


****


Di rumah sakit tepatnya dibuang rawat inap Ayeuna terlihat Damian Perez dengan setia menemani Ayeuna di rumah sakit. Damian menghubungi Jhonatan asistennya memberitahu kalau Damian untuk saat ini belum bisa ke kantor. Jika ada berkas penting yang harus di tanda tangani oleh Damian, Damian meminta kepada Jhonatan langsung menghantarkannya ke rumah sakit.


Setelah Prasetiya mengetahui kabar kehamilan Ayeuna. Prasetya meminta Tati untuk langsung menghantarkannya kerumah sakit menjenguk Ayeuna. Prasetya sudah tidak sabar bertemu dengan Ayeuna.


"Mbak sus pulang sekolah hantarkan Prasetya ke rumah sakit. Prasetya ingin bertemu dengan mami." ucap Prasetya


"Siap Tuan muda yang tampan." sahut Tati kepada Prasetya sembari langsung menuntun Prasetya masuk kedalam mobil. Agar Prasetya segera berangkat ke sekolah karna hari sudah menunjukkan jam tujuh pagi.


Setelah melakukan perjalanan sekita dua puluh menit Prasetya dan Tati tiba di sekolah. Tati dengan setia menunggu Prasetya di sekolah. Ia tidak ingin meninggalkan anak asuhnya begitu saja disekolah. Karena itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab nya sebagai pengasuh Prasetya.


Tati adalah salah satu pengasuh Prasetya yang dipercayai Prasetya selama ini. Karna kerja Tati memang maksimal Dia memang benar benar menjaga Prasetya dengan segenap hati. Wanita itu sudah lumayan lama menjaga Prasetya. Walau Damian selama ini sedikit Arogant kepada setiap pekerjanya. Tapi untuk kesejahteraan pekerjanya Damian selalu menomorsatukan.


Gaji yang ditawarkan Damian juga jauh lebih besar dibandingkan bekerja di tempat lain. Tetapi kerja mereka memang harus totalitas dan tidak main main. Hal itu yang membuat Tati betah bekerja menjadi pengasuh Prasetya. Disamping bisa menopang ekonomi keluarganya, Tati juga dapat membantu biaya sekolah adik adiknya.


Apalagi untuk sekarang ini, adik adiknya membutuhkan biaya yang lumayan banyak. Untungnya Damian selalu respon kepada keluarga Tati, jika Adi Tati membutuhkan sesuatu darinya. Damian selalu memberikan gaji lebih kepada Tati yang selalu setia menjaga dan menemani Prasetya semenjak kecil.


Sejujurnya Tati sangat bersyukur mendapat majikan seperti Damian, walau sedikit Arogant dan tegas kepada setiap pekerjanya. Apalagi dengan Ayeuna yang menganggap Tati itu sudah menjadi keluarga. Bukan sebagai pekerja.

__ADS_1


Setelah menunggu kurang lebih empat jam di sekolah internasional school itu, Prasetya akhirnya keluar dari kelasnya dan sudah disambut Tati dengan senyuman. Setelah berpamitan kepada wali kelasnya. Prasetya dan Tati langsung menuju parkiran dimana supir pribadi keluarga Damian perez sudah menunggu disana..


"Jalan pak!" kita langsung ke rumah sakit tempat mami di rawat, Prasetya mau jenguk mami disana."perintah Prasetya.


"Baik Tuan muda. Sahut Supir itu sambil langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah Sakit tempat Ayeuna dirawat.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit mereka tiba di rumah sakit tempat Ayeuna dirawat. Tati dan Prasetya berjalan menelusuri trotoar rumah sakit. Tati menghampiri resepsionis dan menanyakan ruang rawat inap Ayeuna Di mana. Karena sebelumnya Prasetya dan Tati tidak memberitahu kepada Ayeuna dan juga Damian kalau mereka hari itu akan menjenguk Ayeuna ke rumah sakit.


Setelah bagian resepsionis memberitahu ruang perawat inap Ayeuna, Prasetya dan Tati pun langsung menuju ke sana. Ketika Prasetya sudah melihat ruangan yang diberitahu resepsionis itu, ia langsung membuka pintu dan berlari masuk ke dalam membuat Damian dan Ayeuna terkejut dengan kehadiran Prasetya disana


"Mami......., teriak Prasetya sembari langsung memeluk Ayeuna yang masih berbaring di atas Branker yang disediakan oleh rumah sakit.


"Putra Mami datang mami?" ucap Ayeuna sembari kembali memeluk Prasetya ia berusaha duduk dari pembaringannya.


Sementara Tati hanya menundukkan kepalanya. Ia takut kalau Damian akan marah dan memberikan sanksi kepadanya. Karena telah membawa Prasetya tanpa memberitahu kepada Demian terlebih dahulu.


Itu pertanda Tati melanggar peraturan yang berlaku di rumah keluarga Damian


"Maafkan saya tuan, saya telah membawa tuan muda Prasetya ke rumah sakit tanpa seizin Tuan. Tetapi Tati tidak bisa melarang Prasetya karena semenjak semalam Tuan muda Prasetya merengek ingin langsung saya antarkan ke rumah sakit menjenguk nyonya Ayeuna." ucap Tati sambil menundukkan kepalanya.


Tati tidak mampu menatap Damian dan juga Ayeuna karena dirinya merasa bersalah tidak patuh dengan aturan yang berlaku di kediaman Damian. Ia Takut kalau Damian akan marah dan memecatnya sebagai pengasuh Prasetya. Padahal hidup keluarga Tati tergantung Kepada penghasilan Tati selama bekerja di rumah Damian sebagai pengasuh Prasetya.


"Sudah Tati, kamu jangan khawatir Tidak apa-apa kok. lagian Saya sangat merindukan Putra saya ini. Untung saja kamu langsung menghantarkannya ke sini kalau tidak entah bagaimana saya sudah sangat merindukan putra saya yang tampan ini." ucap Ayeuna sembari mengembangkan senyumnya. Dan kembali memeluk Prasetya.

__ADS_1


Sementara Demian hanya menatap Tati dengan tatapan tajam. Ia seolah ingin memberitahu kepada tentang aturan yang selama ini berlaku di rumah utama keluarga Damian. Tetapi karena Ayeuna sudah mengatakan kalau dirinya juga sangat merindukan putranya.


Sehingga Damian pun langsung terdiam. Ia tidak dapat melakukan apa-apa lagi. Jika istrinya menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan putranya. Karena Damian ingin membuat istrinya bahagia dengan putranya. Ia mampu melakukan apa pun asalkan itu membuat istri dan anaknya bahagia.


Prasetya mengelus perut Ayeuna yang masih rata.


"Adik kakak, baik baik di dalam ya, jangan buat mami kita kesakitan." ucap Prasetya membuat Damian langsung tertawa ngakak mendengar apa yang di katakan putranya di perut Ayeuna.


"Papi kok tertawa?" tanya Prasetya yang heran melihat Damian tertawa ngakak.


"Habis kamu lucu deh, buat papi gemas." sahut Prasetya sembari langsung menggendong putranya yang tubuhnya tidak terlalu besar sesuai dengan umurnya.


Sementara di tempat lain Mario memulai aktivitasnya seperti biasa. Terlihat Aurelin sedang sibuk mempersiapkan berkas meeting yang untuk siang Nanti. Aurelin tidak ingin menunda nunda pekerjaannya. Ia memilih untuk tidak memikirkan hubungannya dengan Mario.


Aurelin tidak ingin dirinya terlibat lebih jauh di kehidupan Mario sehingga dirinya lebih memilih menjaga jarak dari Mario. Tetapi Mario merasa tidak terima kalau Aurelin menjaga jarak darinya. Hingga Mario selalu memberikan Tugas kepada Aurelin bahkan selalu meminta Aurelin lembur untuk bisa selalu dekat dengan Aurelin.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.


sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya emak yang lain ceritanya seru loh


__ADS_1


__ADS_2