
Berharap Aurelin melakukan segala apa yang dikatakan oleh Ibu Boru Silalahi agar Auralin bijak dalam menjalani hubungan rumah tangga dengan Mario walaupun mereka berbeda keyakinan. Ibu Boru Silalahi juga menginginkan agar kehidupan rumah tangga Aurelin dan Mario langgeng sampai maut memisahkan.
"Aurelin Menatap ibu Boru Silalahi dengan tatapan penuh arti. Seolah dirinya tidak ingin terpisah dengan kedua orangtuanya yang sudah melahirkan dan membesarkannya. Begitu juga dengan sebaliknya. Ibu Boru Silalahi juga merasakan hal yang sama dengan perasaan Aurelin, yang tidak ingin terpisah dengan putrinya.
Di usia Aurelin yang baru menginjak 25 tahun, ibu boru Silalahi selalu merasa kalau Ibu Boru Silalahi masih baru saja melahirkan dan menimang Aurelin, eh tiba tiba Aurelin sudah dilamar anak lajang orang. Ketika ibu Boru Silalahi dan Aurelin sama-sama saling mengungkapkan isi hati mereka, suara klakson mobil Mario terdengar jelas di telinga mereka.
Ibu Boru Silalahi meminta kepada Aurelin agar Aurelin membuka pintu rumah mereka.
"Sepertinya nak Mario sudah datang, lebih baik kamu bukakan pintu dulu. Agar Papa dan Mama bersiap-siap." ujar ibu Boru sambil langsung mempersiapkan diri. Karna mereka hari itu juga akan berangkat ke bandara.
Sementara di tempat lain, Damian dan Ayeuna mendengar kabar Kalau Mario akan segera melangsungkan pernikahan di kota sandiago California, meminta maaf kepada Mario. Kalau mereka saat ini tidak dapat menghadiri pernikahan Mario di kota Sandiago. mengingat saat ini begitu banyak masalah yang sedang mereka hadapi.
Tetapi Damian dan Ayeuna berjanji, jika pesta adat pernikahan Aurelin dengan Mario dilaksanakan di kota Medan, mereka akan datang menghadiri pesta pernikahan adat Aurelin dan Mario. Sejujurnya Damian ingin menyaksikan pernikahan adik kandungnya itu. Tetapi karena keadaan yang tidak memungkinkan membuat dirinya mengurungkan niatnya menghadiri pesta pernikahan sipil adiknya.
Mario sangat memahami kondisi Damian saat ini. Apalagi Ayeuna sekarang sedang hamil muda. Padahal sebenarnya bukan karena kehamilan Ayeuna, sehingga Damian tidak dapat menghadiri pesta pernikahannya di kota sandiago California. Tetapi karena beberapa hal yang membuat dirinya tidak dapat menghadirinya.
"Sayang kamu sudah siap-siap belum? tanya Mario sembari langsung menghampiri Aurelin dan memberikan kecupan hangat di kening Aurelin. Ketika dirinya sudah tak turun dari mobil miliknya.
"Ya sayang, tapi sepertinya Papa dan Mama belum selesai tuh. Maklum ada drama di antara Kami bertiga.
"Drama?
"Maksudnya apa sayang?
Aurelin mengembangkan senyumnya ketika Mario penasaran drama apa yang dikatakan Aurelin kepada calon suaminya.
__ADS_1
"Mau tahu apa mau tau banget? pekik Aurelin membuat Mario sedikit kesal kepada Aurelin yang mengulur memberitahu drama apa yang sedang berlangsung di rumah calon mertuanya.
"Sayang jangan berteka-teki dong lebih baik langsung beritahu kepada suami kamu ini."ucap Mario sambil berjalan masuk ke rumah dan memberi salam kepada Pak Haposan dan ibu guru Silalahi.
"Siang Pa...Ma.... sapa Mario sambil mengulurkan tangannya memberi salam kepada Pak Haposan dan ibu Boru Silalahi.
"Siang juga nak!" apa kita berangkat sekarang? tanya ibu Boru kepada Mario.
" Iya Pa!" jet pribadi sudah disiapkan asisten Papa sebelumnya. Papa meminta kita menggunakan jet pribadi milik papa. Karena Papa merasa lebih nyaman naik jet pribadi daripada harus naik pesawat komersil." ucap Mario sambil mengembangkan senyumnya.
Pak Haposan menganggukkan kepalanya. pertanda ia paham maksud Tuan Gaston Perez. Mereka menggunakan pesawat jet pribadi milik calon besannya. Itu berarti Tuan Gaston Perez menginginkan kenyamanan untuk mereka selama di dalam perjalanan menuju kota Sandiago California.
Setelah memastikan barang bawaan mereka sudah berada di dalam mobil, Pak Haposan dan Ibu Boru silalahi pun, menitipkan rumah mereka kepada asisten rumah tangga dan keponakan ibu Boru Silalahi selama mereka berada di kota Sandiago California.
"Semoga perjalanan kita tidak terhambat halangan apapun perjalanan kita lancar." ucap ibu Boru Silalahi kepada pak Haposan. karna ibu Boru Silalahi merasa kwatir jika Ibu Boru Silalahi naik pesawat.
"Kita berdoa saja ma!" agar kita dijauhkan dari marabahaya." ucap pak Haposan yang notabennya seorang perwira Polisi tidak ada sedikit khawatir pun selama melakukan perjalanan.
lain halnya dengan ibu Boru Silalahi yang selalu khawatir jika dirinya menaiki pesawat. Padahal ibu Boru Silalahi sudah sering menaiki pesawat. Jika Pak Haposan pindah tugas, Ibu Boru Silalahi selalu setia mendampinginya.
Tetapi setiap kali ibu Boru Silalahi melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat, Ia selalu merasa khawatir. Apalagi Kalau Ibu boru Silalahi mengingat kejadian yang menimpa salah satu keluarganya, ikut korban dengan jatuhnya pesawat yang gagal take up dari Bandara Polonia menuju bandara Soekarno Hatta.
Pesawat yang ditumpangi adik Ibu guru Silalahi ikut korban jatuhnya pesawat Mandala airlines yang jatuh tepatnya di kota Medan tepatnya di tahun 2005 silam. Yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Polonia.
Hal itulah yang membuat Ibu Boru Silalahi selalu khawatir jika dirinya melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Tetapi Pak Haposan selalu meyakinkan ibu ibu Silalahi, kalau perjalanan mereka pasti akan diberkati oleh Tuhan.
__ADS_1
Selama mereka meminta keselamatan kepada Tuhan, maka mereka akan selalu terselamatkan. Itulah yang selalu dikatakan oleh Pak Haposan kepada istrinya. Agar istrinya tidak khawatir jika mereka melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat.
Setelah tiba di Bandara Kualanamu, pesawa Jet pribadi Tuan Gaston Perez yang sudah disiapkan oleh asisten Tuan Gaston Perez, sudah terlihat stand by di sana. Terlihat Tuan Gaston dan pilot berbicara kepada pihak bandara, agar memberi izin terbang dengan menggunakan pesawat Jet pribadi miliknya.
Setelah mendapat izin terbang dari pihak bandara. Nyonya Julia Perez, Tuan Gaston Perez, Mario Perez, Pak Haposan, Aurelin dan ibu Boru Silalahi menaiki Jet pribadi milik Tuan Gaston Perez. Yang mana pilot dan co-pilotnya dan dua orang pramugari sudah bersiap di sana menunggu kehadiran keluarga Perez.
Agar pesawat Jet pribadi milik Tuan Gaston Perez segera take off dari bandara Kualanamu menuju bandara sandiago California. Setelah berada di dalam pesawat Jet pribadi milik Tuan Gaston Perez, Aurelin begitu takluk melihat kemewahan di dalam pesawat milik Tuan Gaston Perez.
Yang mana desain interior pesawat Jet pribadi milik Tuan Gaston Perez begitu mewah. Jauh berbeda dengan pesawat komersil yang sering ditumpangi Aurelin dan ibu Boru Silalahi selama ini.
"Kenapa Sayang, kok kamu menggelengkan kepala? Apa kamu tidak menyukai naik pesawat ini?" tanya Mario Perez kepada Aurelin.
"Bukan begitu Mas !" tetapi Aurelin terpana melihat desain interior Jet pribadi milik Papi yang begitu mewah dan juga elegan. Aurelin menyukainya warna dan desain interiornya.
Aurelin merasa nyaman berada di dalam jet pribadi ini." ucap Aurelin sambil memeluk calon suaminya.
Aurelin begitu bahagia mendapatkan perhatian lebih dari tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez. Ia tidak menyangka kalau dirinya dapat menaiki Jet pribadi, Tidak semua orang memiliki nasib seperti Aurelin menjadi menantu orang terpandang di negara ini. Menantu orang berpengaruh di negara sendiri membuat kebanggaan tersendiri di hati Aurelin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1