Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 30. UMPATAN


__ADS_3

Mendengar itu Ayeuna menjadi Geram. Ia yang awalnya mulai bersimpati karena kasihan pada pria itu, kini menjadi marah dan kesal. Wanita itu terus mengumpat dengan wajah yang masam.


"Siapa suruh membawaku ke pesta? kau bisa mengajak si Sania mu itu. Aku hanya wanita jelek yang akan mempermalukan mu."ucapnya dengan ketus.


Damian tak mengindahkan umpatan-umpatan kekesalan dari Ayeuna. Ia fokus mematut penampilannya lalu tersenyum tipis sambil merapikan dasi yang melingkar di lehernya.


Mata tajam itu menatap penampilan Ayeuna tanpa berkedip. Pria itu pangling melihat penampilan Ayeuna setelah dirias oleh MUA yang sengaja didatangkan Damien Perez untuk merias penampilan Ayeuna. Sebelum mereka pergi menghadiri pesta yang dirayakan oleh Paman Damien Perez sendiri. Ia itu merayakan keberhasilan Damien Perez sebagai CEO yang sukses memenangkan beberapa tender besar.


"Maaf tuan Damian, Mengapa anda menatap saya seperti itu? Apakah riasan saya terlalu berlebihan menurutmu? kalau memang berlebihan biar saya meminta kepada MUA yang kamu sewa itu, untuk merubah riasan Saya lagi. Saya tidak ingin membuat anda malu di pesta nanti.


"Seharusnya tuan tidak mengajakku, Karena saya takut nanti membuat anda malu. lebih baik anda mengajak tunangan anda sendiri Nona Sania. yang tampak elegan dan berkelas. bukan seperti saya penampilan kampungan."


"Jangan menggurui ku, ikuti perintahku. sekarang kamu bekerja sama ku. jangan banyak komentar." ucap Damian Perez sembari langsung menggandeng tangan Ayeuna keluar dari kamar VIP yang mereka tempati menuju ballroom Tempat pesta diadakan oleh Paman Damian Perez.


Di dalam ballroom sudah terlihat banyak kolega bisnis dari Damian Perez Begitu juga dengan kolega bisnis Paman Demian sudah memenuhi ballroom Tempat pesta syukuran keberhasilan Damian sebagai seorang CEO sukses pada tahun ini.


"Hallo Damian selamat datang, sapa sang Paman sembari memberi pelukan hangat kepada Damien Perez. netra Pak Burhan menelisik sosok wanita yang ada di samping Damian Perez.


Padahal selama ini Damian tidak pernah membawa seorang wanita ke setiap acara apapun setelah kepergian istrinya Nurma. membuat pertanyaan besar bagi pamannya sosok wanita yang menemani Damian ke acara pesta perayaan keberhasilan Damian.


MC memanggil nama Damien Perez tampil ke podium untuk menyampaikan pidato atau sepatah dua kata kepada kolega bisnis yang turut hadir di acara itu. Tampak Damian terlihat gagah dan elegan berdiri di atas podium. berbicara dengan santai dan berwibawa membuat orang-orang kagum kepada Damian.


Setelah selesai menyampaikan sepatah dua kata di atas podium terlihat Damian kembali menghampiri Ayeuna yang duduk diberikan kolega bisnis Demian Perez.


Pak Burhan dan juga nyonya Kamboja terlihat kembali menghampiri Damien Perez ketika Damian sudah turun dari podium dan menghampiri Ayeuna


"Selamat Ya Nak, atas keberhasilan Mu. membesarkan perusahaan milik keluarga kita. Paman yakin akan kemampuanmu"

__ADS_1


"Oh iya siapa wanita ini!"ucap Pak Burhan sembari netranya menelisik Ayeuna dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.


"Dia Ayeuna guru Prasetya."ucap Damien Perez kepada pamannya sementara Nyonya Kamboja melihat Ayeuna dengan tatapan yang tidak bersahabat. Sepertinya menanam permusuhan di sana. Padahal sebelumnya Nyonya Kamboja sama sekali tidak mengenal Ayeuna.


"Di mana Sania? Mengapa kamu tidak membawanya saja."ucap Nyonya Kamboja kepada Damien Perez. Entah mengapa Nyonya Kamboja kurang menyukai sosok Ayeuna berada di sana. Ia lebih menyukai Sania bersanding dengan Damian. Karena Sania merupakan model terkenal dan juga dari keluarga yang kaya raya membuat Nyonya Kamboja lebih menyetujui Sania bersanding dengan Damian Perez dibandingkan Ayeuna.


Apalagi setelah Damian memberitahu kepada Nyonya Kamboja kalau Ayeuna hanya bekerja sebagai tenaga pendidik Prasetya. Di salah satu sekolah internasional yang ternama di kota Jakarta.


Netra Pak Burhan menatap Ayeuna seperti ingin sekali menerkam Ayeuna, membuat Damian merasa tidak nyaman berlama-lama tinggal di sana. Ia pun berpamitan kepada Pak Burhan dan nyonya Kamboja setelah menyapa beberapa kolega bisnis Damian.


Damian tahu kebiasaan buruk dari pamannya itu yang tidak dapat melihat wanita yang bening. Sehingga Damian merasa risih dan langsung mengajak Ayeuna kembali pulang ke rumah tetapi sebelum kembali ke rumah mereka terlebih dahulu mengambil barang yang mereka tinggalkan di kamar VIP tempat mereka menginap.


Setelah mengumpulkan barang bawaan mereka, Demian Perez dan juga Ayeuna pun langsung check out dari Hotel itu dan meninggalkan pesta perayaan keberhasilan dirinya yang diselenggarakan oleh pamannya sendiri.


Tetapi di pesta itu tidak terlihat sosok Gaston Perez dan Julia Perez orang tua kandung Damian menghadiri pesta itu. Hal itulah yang membuat pertanyaan besar di benak Ayeuna.


"Ingin sekali ayeuna meninggalkan Damian dan juga Prasetya tetapi sayangnya Ayeuna sudah terlanjur sangat sayang kepada Prasetya.


Terlebih Ayeuna membutuhkan biaya untuk uang semester akhirnya. yang tinggal menghitung hari, Ayeuna akan menyelesaikan studi dan akan mendapatkan gelar sarjana dengan biayanya sendiri.


Setelah berada di parkiran mobil, Damien Perez melihat Ayeuna yang masih berdiri bengong di samping mobil pun merasa geram.


"Kamu mau ikut pulang atau tidak? kok malah bengong di situ? bentak Damian yang sontak membuat Ayeuna terkejut. Ayeuna pun langsung masuk ke dalam mobil duduk di bangku kemudi.


"Kamu pikir saya sopir kamu?


Ayeuna sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Damian pun hanya diam saja dan memainkan ponselnya

__ADS_1


"Kamu tuli? tidak mendengar apa yang saya katakan?


"Maaf tuan, Saya tidak menganggap Tuan sebagai sopir.


"Kalau kamu tidak menganggap saya sebagai sopir, mengapa kamu duduk di bangku kemudi kamu sekarang pindah atau tidak?


Dengan terpaksa Ayeuna kembali turun dan masuk ke bangku samping kemudi. Ayeuna tidak ingin berdebat dengan Damian yang ia inginkan ia segera bertemu dengan Prasetya. karena dirinya sudah sangat merindukan sosok bocah kecil yang akhir-akhir ini membuat hidup Ayeuna semakin berwarna dan bermanfaat.


Hening!"


Di sepanjang jalan tak ada yang mengeluarkan suara baik itu Damian maupun Ayeuna hanya suara mobil yang lalu-lalang terdengar. Sesekali Damian melirik kearah Ayeuna yang sedang asyik memainkan ponsel miliknya.


Membaca grup chat dari teman kampusnya, Ayeuna sesekali tertawa cekikikan. Membuat Damian sangat penasaran Apa yang dilakukan wanita yang berada di sampingnya sehingga terlihat bahagia dan tertawa.


Damian melirik Ayeuna sedang ber balas chat dengan seseorang. Damian beranggapan kalau Ayeuna berbalas chat dengan kekasihnya. hingga Damian menjadi tidak konsentrasi menyetir mobil. Damian menghentikan mobilnya di sebuah supermarket.


"loh kita Kok berhenti?


"Kamu sudah janji ingin memberikan coklat bukan sama Prasetya?


Ayeuna menepuk jidatnya, Astaghfirullahaladzim. Aku sampai lupa akan janjiku kepada Prasetya. Terima kasih tuan sudah mengingatkan saya akan janji saya kepada Prasetya." ucap Ayeuna sembari langsung turun dari dalam mobil menuju supermarket. Sementara Damian Hanya duduk di bangku kemudi menunggu Ayeuna.


Ayeuna meninggalkan ponselnya di bangku samping kemudi.Ada senyum licik di wajah Damian Ia pun langsung meraih ponsel itu setelah ayeuna turun dan masuk ke dalam supermarket.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2