Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.135 SAIDA SEMAKIN KRITIS


__ADS_3

Jonathan menatap tajam Andre. Seolah dirinya ingin menerkam Andre saat itu. Kalau saat ini mereka tidak berada di rumah sakit Mungkin Jonathan sudah menghajar Andre habis-habisan.


"Jika terjadi sesuatu kepada Saida, kalian akan hancur, sehancur-hancurnya." ancam Jonathan membuat nyali Tuan laksmana semakin menciut. Karena ia tahu persis siapa Jonathan. Ia mampu melakukan apapun. jika itu tidak berkenan di hati keluarga Perez.


Jhonatan sama sekali tidak meninggalkan rumah sakit itu, sebelum mendapat kabar dari dokter yang menangani Saida sesuai perintah dari Damian. Jhonatan sudah memberikan ultimatum kepada Tuan laksmana, Jika terjadi sesuatu kepada Saida, Jhonatan tidak akan segan segan menghancurkan perusahaan milik keluarga laksmana.


Jika Jonathan mau, ia mampu membuat perusahaan milik Tuan laksmana bangkrut seketika . Jika keluarga perez sudah Murka, maka tidak ada yang bisa berbuat apa apa, selain pasrah mendapatkan ganjaran apa yang mereka perbuat.


Dua jam sudah berlalu, Jam sudah menunjukkan pukul lima subuh. Tapi dokter yang menangani Saida tak kunjung keluar dari ruang operasi. Hal itu membuat Jonathan semakin kwatir terjadi sesuatu kepada Saida. deringan ponsel milik Jonathan pun kembali berdering. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi Jonathan adalah Damian Perez.


Jonathan langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian Perez. Jhonatan tahu kalau Damian Perez dan juga Ayeuna saat ini sangat khawatir dengan kondisi Saida.


"Hallo selamat pagi Pak Bos!" sahu Jonathan.


"Bagaimana kondisi Saida saat ini? tanya Damian Perez to the poin tanpa berbasa-basi. Karena Damian dan Ayeuna sudah sangat mengkhawatirkan kondisi Saida saat ini. Apalagi setelah Saida mengirimkan pesan whatsapp kepada Ayeuna sebelum dirinya tidak sadarkan diri, Saida meminta Ayeuna untuk merawat anaknya jika terjadi sesuatu kepada Saida.


"Dokter belum keluar dari ruang operasi Bos," tetapi donor darah yang dibutuhkan oleh Saida sudah tersedia. Dokter sedang berusaha menyelamatkan Saida dan anak yang ada di dalam kandungannya."ucap Jonathan kepada Damian Perez.


Sementara Ayeuna yang mendengar apa yang dikatakan Jonathan dalam sambungan telepon selulernya, Ayeuna semakin khawatir ketika mendengar dokter belum keluar dari ruang operasi. Padahal Saida sudah cukup lama berada di ruang operasi. Ayeuna meminta kepada Damian Perez jika Hari Sudah terang, mereka akan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Saida.


Setelah berbicara kepada Damian Perez dan juga Ayeuna, Jonathan memutuskan sambungan telepon selulernya. Tiba-tiba salah satu suster yang membantu dokter di dalam ruang operasi, berlari keluar untuk meminta pertolongan kepada dokter ahli dari rumah sakit lain.


Karena kondisi Saida saat ini sudah semakin kritis pasca operasi. Bayi yang ada di dalam kandungan Saida sudah berhasil dikeluarkan. Tetapi kondisi Saida saat ini sangat buruk. detak jantung Saida semakin menurun membuat dokter semakin kwatir akan kondisi Saidah.

__ADS_1


Bahkan detak jantung Saida sempat tidak berdetak. Sehingga dokter melakukan tindakan pemicu jantung, berharap Saida dapat bertahan hidup demi anak yang ia melahirkan dan demi orang orang yang menyayanginya termasuk Ayeuna.


Ketika dokter melakukan pemicu jantung, jantung saida kembali berdetak membuat dokter yang menangani Saida saat itu bernafas lega.


"Ada apa suster Mengapa anda berlari Bagaimana kondisi Saida saat ini? tanya Jonathan kepada Suster itu. Tetapi Suster itu tidak sempat menjawab pertanyaan Jonatan dan ia terus berlalu untuk menghubungi dokter ahli.


Ketika dokter yang dipanggil Suster itu Sudah masuk ke ruang operasi, ia langsung memeriksa kondisi kesehatan Saida.


"Mengapa sampai seperti ini? tanya dokter itu kepada dokter yang menangani Saida sebelumnya. Kemudian dokter itu pun memberitahu kronologis Mengapa kondisi kesehatan Saida semakin menurun pasca operasi dilakukan.


Dokter Handoko langsung menangani Saida. Berharap ia berhasil menyelamatkan nyawa Saida. Karena dokter yang menangani Saida sebelumnya sudah memberitahu kalau yang bertanggung jawab atas semuanya adalah keluarga Damian Perez. Dokter Handoko berusaha untuk menyelamatkan Saida, dokter Handoko adalah salah satu dokter ahli andalan di negeri ini.


Setelah dokter Handoko menangani Saida dan memberikan suntikan obat ke tubuh Saida, detak jantung Saida sudah mulai normal. Hingga Saida dapat dipindahkan ke ruang ICU setelah operasi selesai dilakukan. sedangkan anak Saida yang terlahir prematur memerlukan perawatan intensif dan bayi itu berada di ruang inkubator.


"Bagaimana kondisi Saida saat ini dokter? tanya Jonathan yang begitu mengkhawatirkan saida


"Puji Tuhan kondisi Saida saat ini detak jantungnya sudah mulai stabil. Tetapi kami minta maaf, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Tetapi sepertinya dalam jangka waktu dekat Saida belum sadarkan diri. Atau bisa dikatakan Saida koma.


Saida dan anaknya benar-benar membutuhkan perawatan yang intensif. Kami akan memindahkan Saida ke ruang ICU. Mudah-mudahan Saida segera sadar dari komanya." ucap dokter Handoko sambil mengembangkan senyumnya.


"Bagaimana dengan kondisi bayinya dokter?


"Bayi yang terlahir prematur pasti membutuhkan perawatan yang intensif sekarang bayinya berada di ruang ekubator. Tuan Jhonatan tidak perlu khawatir, akan merawatnya semaksimal mungkin. Supaya kesehatan ibu dan anaknya cepat pulih."ucap dokter Handoko kepada Jonathan.

__ADS_1


"lakukan yang terbaik kepada Saida dan bayinya dokter. Kami tidak peduli Berapapun biaya yang akan kami keluarkan. Dokter pasti mengetahui siapa keluarga Perez bukan? ucap Jonathan kepada dokter Handoko dibalas angkutan dari dokter Handoko.


Beberapa menit kemudian Saida dipindahkan ke ruang ICU. Berharap kondisi kesehatan Saida cepat pulih. Begitu juga dengan bayi laki-laki yang dilahirkan Saida sampai bertaruh nyawa.


"Kalian ingat saya tidak akan mengampuni kalian. Kalian tentunya sudah tahu bukan jika tuan Damian perez murka, maka tidak ada siapapun yang mampu menentangnya."ucap Jonathan kepada tuan laksmana di hadapan Nyonya laksmana dan juga Andre.


Tuan laksmana mengangguk paham akan apa yang dikatakan Jonathan kepadanya. Ia pun langsung bersujud meminta maaf kepada Jonathan. Agar Jonathan dan keluarga perez memaafkan keluarga laksmana.


"Anda tidak ada artinya meminta maaf kepada saya. Tetapi Anda meminta maaf kepada keluarga Tuan Demian Perez dan nyonya Ayeuna. Mereka tidak akan memberi k ampun kepada siapapun yang menyakiti orang-orang yang mereka sayangi.


Berdoa saja, agar Saida tidak kenapa-kenapa dan dapat pulih kembali seperti sedia kala. Karna jika terjadi sesuatu kepada Saida maka kalian harus siap-siap angkat kaki dari kota ini karena Damian Perez tidak akan mengampuni kalian."ucap Jonathan membuat Tuan laksmana dilanda ketakutan.


Begitu juga dengan Nyonya laksmana ia sudah tidak mampu berdiri kokoh lagi di sana. Nyonya laksmana hanya terduduk diam dan meratapi nasib yang akan mereka terima jika terjadi sesuatu kepada Saida. Nyonya laksmana tidak ingin hidup miskin dan melarat, kalau perusahaan milik suaminya akan jatuh bangkrut di tangan keluarga Perez.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman Emak


__ADS_1


__ADS_2