Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.148 KABAR MARIO


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian Tuan Gaston perez pun tiba di rumah sakit tempat Mario dirawat. Nyonya Julia Perez langsung dilarikan ke UGD agar segera ditangani oleh dokter yang bertugas di sana. Berharap nyonya Julia Perez cepat sadar dari pingsannya.


Pikiran Tuan Gaston Perez sangat kalut sehingga Tuan Gaston tidak kepikiran untuk mengabari Damian Perez. Ketika nyonya Julia masih di tangani Dokter, Tuan Gaston juga bertanya kondisi putranya saat ini kepada Suster yang bertugas di UGD.


Suster itu belum bisa menjawab pertanyaan Tuan Gaston, karna proses operasi saat ini masih dilakukan terhadap Mario. Tiba tiba nyonya Julia sadar dari pingsannya, ketika Dokter sudah memberikan suntikan Obat ketibuh Nyonya Julia.


"Mana putraku ....Hua.....Hua...Hua." tangis nyonya Julia kepada dokter dan suster yang bertugas di ruang UGD.


"Tuan Gaston langsung menghampiri, nyonya Julia Perez.


"Mami ...., kamu sudah sadar sayang?" ucap Tuan Gaston sambil lama memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya. Untuk menenangkan istrinya.


"Sudah sayang, putra kita pasti kuat kok. Kamu tenang saja." ucap Tuan Gaston Perez kepada istri yang paling ia cintai. Tuan Gaston merasa tidak tega melihat kondisi istrinya begitu rapuh ketika mendengar kabar tentang putranya .


"Apa salah putraku? mengapa orang itu tega ingin membunuh Putraku? Hua.....Hua....." tangis nyonya Julia semakin histeris.


Tuan Gaston memerintah beberapa anak buahnya untuk membantu pihak kepolisian untuk mencari keberadaan Carlos saat ini. Tuan Gaston sudah sangat emosi mendengar penjelasan dari security yang melihat langsung kejadian singkat itu.


Tiba tiba suara deringan ponsel milik Tuan Gaston Perez pun berdering . Tuan Gaston melihat di layar ponselnya, kalau yang menghubunginya adalah Pak Haposan. Tuan Gaston langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada pak Haposan.


"Ya selamat malam pak Haposan!" sapa Tuan Gaston dengan nada suara parau.


"Ya Selamat malam Tuan Gaston!" maaf saya hanya mengabari, kalau anggota saya sudah berhasil meringkus Carlos. Dan sekarang dia berada di dalam Tahanan Polda Sumut." Itu saja yang ingin saya informasikan kepada Tuan Gaston." ucap pak Haposan.


"Trimakasih atas Bantuan pak Haposan. Maaf saya sudah merepotkan Anda." ucap Tuan Gaston.

__ADS_1


"Kita sahabat Taun, jadi anda tidak perlu berterimakasih kepada saya. Dan itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab saya." ucap Pak Haposan.


"Bagaimana kondisi Mario sekarang Tuan?


"Saya juga belum mengetahui kondisi Mario saat ini. Karena Mario saat ini masih berada di ruang operasi. Dokter masih menangani Mario." ucap Tuan Gaston Perez kepada pak Haposan. Setelah selesai berbicara dengan Tuan Gaston, pak Haposan memutuskan sambungan Telepon selulernya.


Kemudian Pak Haposan berniat untuk segera kembali ke rumah malam itu juga. Karena hari sudah semakin larut malam.Ia takut kalau Aurelin dan ibu Boru Silalahi akan mengkhawatirkan Pak Haposan. Karna sebelumnya, pak Haposan belum memberitahu kejadian yang menimpa Mario.


Diperjalanan, ponsel milik pak Haposan kembali berdering. Panggilan itu berasal dari Tuan Gaston. Pak Haposan langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya karna melihat Tuan Gaston yang menghubunginya. Itu berarti ada sesuatu yang penting sehingga Tuan Gaston menghubungi Pak Haposan.


"Ya selamat malam Tuan Gaston!" ada yang bisa saya bantu? tanya pak haposan dalam sambungan telepon selulernya.


"Hua.....Hua ..Hua" Tangis Tuan Gaston terdengar jelas dari sebrang. Hal itu membuat pak Haposan semakin kwatir dengan kondisi Mario saat ini.


"Mario saat ini sedang kritis, Dia membutuhkan darah secepatnya. Padahal persediaan golongan darah di PMI dan seluruh rumah sakit yang ada di kota Medan yang sama dengan Mario kehabisan stok." ucap Tuan Gaston kepada Pak Haposan .


"Tuan, lebih baik tenang dulu. Jangan panik, kalau boleh tau golongan darah Mario apa Tuan? siapa tau saya bisa bantu." ucap Pak Haposan.


"Golongan darah Mario A Rhesus negatif Pak" sahut Tuan Gaston.


"Golongan darah istri saya, kebetulan sama dengan golongan darah Mario. Ini saya sudah hampir tiba dirumah. Siapa tau Istri saya bisa bantu Mario, saya dan istri akan segera sampai dirumah sakit." ucap Pak Haposan kepada Tuan Gaston.


"Trimakasih pak Pak Haposan, saya sudah banyak merepotkan bapak."


"Tidak apa apa Tuan, kita kan sahabat." ucap pak Haposan. Setelah selesai berbicara dalam sambungan telepon selulernya, Tuan Gaston Perez memutuskan sambungan telepon selulernya kemudian menghampiri istrinya Nyonya Julia Perez yang sedang berada di ruang UGD.

__ADS_1


Nyonya Julia Perez yang sudah sadar dari pingsannya. Langsung meraih ponselnya yang sebelumnya dibawa oleh Tuan Gaston Perez. Ia langsung mencari nomor ponsel milik Damian untuk memberitahu apa yang terjadi kepada Mario dan meminta bantuan kepada Damian, mencari keberadaan Carlos. Karena nyonya Julia Perez belum mengetahui kalau Carlos sudah diringkus oleh ajudan Pak Haposan.


Sementara Pak Haposan yang baru tiba di rumah. Tepatnya pukul 11.30 malam, Ibu Boru Silalahi langsung membukakan gerbang rumah keluarga Pak Haposan. Tetapi Pak Haposan langsung berlari menghampiri ibu Boru Silalahi dan meminta tolong kepada Ibu Boru Silalahi, agar bersedia membantu mendonorkan darahnya kepada Mario. Karena kebetulan golongan darah Ibu Boru Silalahi sama dengan golongan darah Mario.


Hal itu membuat ibu Boru Silalahi sangat terkejut. Ia belum mengetahui apa yang terjadi kepada Mario. Aurelin juga belum mengetahuinya. Hingga ketika Aurelin mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Haposan, Aurelin sangat terkejut. Seolah dirinya tidak percaya, kalau Mario saat ini keadaannya sangat kritis. Karena menurutnya sore itu Mario dan Aurelin masih bersama mengadakan meeting di kantor Graha kencana.


"Apa?


"Pak Mario kritis?


"Memangnya apa yang terjadi kepada Pak Mario pa? tanya Aurelin kepada Pak Haposan


"Ada seseorang yang berniat membunuh Mario. Dua tusukan pisau tajam di tubuh Mario tepatnya di bagian perutnya. Saat ini Mario berada di rumah sakit dekat kantor Graha kencana dan kondisinya saat ini kritis.


Karena terlalu banyak kehilangan darah, kebetulan golongan darah yang sama persis dengan Mario langka. Dan persediaannya di PMI dan rumah sakit rumah sakit yang ada di kota Medan sedang kosong. Jadi Besar harapan papa kalau mama kamu dapat mendonorkan darahnya kepada Mario. Karena kebetulan golongan darah mama dan Mario sama." ucap Pak Haposan kepada Aurelin.


"Ma...., tolong bantu Mario, Aurelin tidak ingin terjadi apa-apa kepadanya.


"Tolong Ma....."mohon Aurelin kepada ibu boru Silalahi karena dirinya sangat mencintai Mario. Ia tidak ingin Mario meninggalkannya.


Ibu boru Silalahi pun langsung menganggukkan kepalanya. Karena melihat tangis dan permohonan putrinya satu-satunya. Akhirnya keluarga Pak Haposan malam itu juga, pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan golongan darah ibu Boru silalahi berharap Ibu Boru Silalahi dapat mendonorkan darahnya kepada Mario.


Bersambung......


hai... hai semua Emak istrihat dulu ya, soalnya perut emak sudah mulai keroncongan dan cacing-cacing emak yang ada di perut sudah berdemo untuk di isi. Jangan lupa beri Like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2