
Dengan telaten, Damian memberikan suapan demi suapan kepada Ayeuna. Ayeuna sangat bahagia mendapat respon yang begitu perhatian dari Damian. Sungguh Ayeuna tidak tahu mengapa dirinya akhir-akhir ini sangat manja kepada Damian
Damian menikmati setiap tingkah manja Ayeuna. Tiba tiba deringan ponsel milik Ayeuna terdengar jelas ditelinga pasangan suami istri yang sedang menikmati makan siang mereka. Terlihat nomor ponsel Tati yang melakukan panggilan kepada Ayeuna.
"Siapa sayang?"
"Tati menghubungi ku mas!" ada apa ya?"
"Sudah angkat saja langsung." ujar Damian kemudian Ayeuna langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tati yang menghubungi Ayeuna.
Ketika sambungan telepon selulernya Ayeuna tersambung dengan ponsel milik Tati, Terdengar suara bocah kecil yang membuat Ayeuna gemas. Prasetya memohon kepada Ayeuna dan Damian agar dirinya diizinkan bermain di taman saat itu. Tetapi Damian langsung melarangnya dan tidak mengijinkan sama sekali.
Mengingat ada seseorang yang mengincar keluarga perez. Termasuk Ayeuna dan Prasetya. Damian Perez tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putra tunggalnya. Ia benar-benar ingin menjaga putranya dari incaran penjahat yang mengincar keluarga Perez.
Ketika Damian mengatakan kalau Prasetya tidak diperbolehkan bermain di taman membuat Prasetia, kesal kepada Damian. Prasetya belum mengetahui mengenai ancaman yang terjadi kepada keluarga Perez. Prasetya langsung menutup sambungan telepon selulernya kepada Ayeuna. Karena yang berbicara di dalam sambungan telepon seluler bukanlah Ayeuna melainkan Damian.
setelah memutuskan sambungan telepon seluler dari Damian, Prasetya pun langsung memberikan ponsel milik Tati dan berjalan menuju parkiran mobil. Sementara dua orang bodyguard yang sudah dari tadi menunggu Prasetya keluar dari kelasnya. Sudah berjaga di parkiran mobil.
Prasetya tampak kesal. Karena dirinya tidak dapat berbuat apa-apa saat ini, selain menuruti perintah sang Papi. Ia pun mengikuti instruksi Damian dan segera kembali ke rumah bersama Tati. Sungguh membosankan gumam Prasetya Setelah tiba di rumah. Apalagi Ayeuna tidak ada di rumah untuk sekedar teman Prasetya bermain.
Prasetya tampak uring-uringan. Karena di setiap sudut halaman rumah dan juga taman belakang dijaga ketat oleh para bodyguard. Yang dibayar khusus oleh Damian Perez untuk menjaga keamanan rumah miliknya.
__ADS_1
Pukul 05.00 sore Damian dan Ayeuna memutuskan untuk segera kembali ke rumah.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit dari kantor yang dipimpin oleh Damian menuju rumah milik Damian sendiri. Mereka tiba di rumah. Terlihat Ayeuna langsung mencari keberadaan putranya. Padahal Ayeuna belum membersihkan diri.
"Sayang lebih baik kamu langsung mandi deh nanti kesorean, mas tidak ingin kamu mandi terlalu kesorean. Ingat ada bayi kita didalam kandungan kamu." ujar Damian sambil mengembangkan senyumnya.
Sementara Ayeuna sama sekali tidak mengindahkan omongan dari Damian. Justru Ia langsung menghampiri Prasetya yang sedang uring-uringan berada di dalam kamarnya. Tati sudah berusaha membujuk Prasetya agar Prasetya mengerjakan PR yang diberikan Ibu guru kepadanya.
Bukan malah mengerjakan PR Prasetya justru mencoret-coret bukunya begitu saja dengan pensil miliknya. Tati sudah sangat kewalahan untuk membujuk Prasetya semenjak mereka pulang dari sekolah. Bahkan untuk makan siang Prasetya sama sekali tidak menyentuh makanannya.
Ayeuna masuk ke dalam kamar Prasetya berniat untuk menghampiri Prasetya. Ia melihat Prasetya tampak uring-uringan
"Hello Putra Mami yang tampan, sapa Ayeuna sembari langsung memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan Prasetya.
"Mami membantu Papi bekerja di kantor. Agar Papi tidak harus lembur bekerja di kantor, lihat hari ini Papi bisa pulang lebih cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya kan?". kamu jangan seperti itu dong, Prasetya kan Putra Mami yang paling tampan dan menurut kepada orang tua." bujuk Ayeuna membuat hati Prasetya kembali membaik.
Kemudian Ayeuna pun melihat makanan milik Prasetya yang sama sekali tidak disentuhnya.
"loh Putra mami Kenapa belum makan sayang? tanya Prasetya sembari mengelus rambut pirang milik Prasetya.
Prasetya mengembangkan senyumnya. Ia pun mengatakan kalau dirinya makan harus disuap oleh Ayeuna. Ayeuna dengan senang hati memberikan suapan demi suapan ke mulut Prasetya. Agar Prasetya langsung menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Mengingat makan siang Prasetya masih utuh dan tidak disentuh sama sekali. Ayeuna minta Tati untuk membawa kembali makan siang yang sama sekali tidak disentuh oleh Prasetya. Ia pun memberikan suapan demi suapan kepada Prasetya terlihat Prasetya sangatlah harus memakannya.
Ayeuna mengembangkan senyumnya.Ketika Prasetya sudah menghabiskan makanan itu. Padahal sedari Tati sudah membujuk Prasetya agar segera memakan makanannya yang sudah disediakan Tati sebelumnya.
Prasetya pun menghabiskan makanannya. Kemudian Ayeuna kembali memeriksa PR yang belum dikerjakan Prasetya sama sekali. Bahkan beberapa lembar coretan Prasetya di dalam buku miliknya. Ayeuna membujuk Prasetya agar segera mengerjakan PR yang diberikan guru kepadanya. Tentunya setelah Ayeuna membereskan bekas makanan Prasetya dari kamarnya.
Prasetya tampak antusias mengerjakan PR yang diberikan guru kepadaNya. Setelah Ayeuna membimbingnya dan mengajari Prasetya layaknya guru kelas Prasetya sendiri. Ya Ayeuna pasti pintar dalam membujuk anak didik, seperti Prasetya yang notabennya. Ayeuna mantan guru Prasetya saat Ayeuna mengajar di sekolah internasional tempat Prasetya menuntut ilmu.
Setelah beberapa menit kemudian, Prasetya pun menyelesaikan PR yang diberikan guru kepadaNya. Ayeuna memberikan anjungan jempol dan tepuk tangan kepada Prasetya. Karena telah menyelesaikan pr-nya dengan benar. Tentunya setelah Ayeuna memeriksa PR milik Prasetya, yang sudah dikerjakannya.
"Wow Putra Mami ternyata pintar banget." puji Ayeuna. Karena melihat PR yang dikerjakan Prasetya benar semua setelah Ayeuna memeriksanya. Setelah berhasil Prasetya menyelesaikan pr-nya, Ayeuna melirik jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam.
Demian melihat interaksi antara Ayeuna dengan Prasetya. Ia pun mengembangkan senyumnya melihat kedekatan Prasetya dengan Ayeuna. Ayeuna lebih mementingkan Prasetya dibandingkan dirinya. Padahal semenjak pulang dari kantor, Ayeuna sama sekali belum membersihkan diri. Justru dirinya langsung menghampiri Prasetya.
Ayeuna membacakan dongeng kepada Prasetya. Setelah Prasetya berbaring di atas tempat tidur. Ayeuna selalu sabar membaca dongeng untuk Prasetya. Hal itulah yang dinantikan Prasetya selalu dari Ayeuna
Walaupun saat ini Ayeuna sedang hamil, tetapi dirinya tidak lupa tugasnya sebagai seorang ibu. Walaupun dirinya Hanya ibu sambung bagi Prasetya. Ayeuna sudah menganggap Prasetya sebagai anak kandungnya sendiri. Ia benar-benar menyayangi Prasetya. Begitu juga dengan Prasetya, sangat sayang kepada Ayeuna.
Setelah membacakan beberapa dongeng Menemani tidur Prasetya, akhirnya Prasetya pun tertidur pulas. Melihat Prasetya sudah tertidur pulas, Ayeuna langsung beranjak dari tempat duduknya berlalu dari kamar Prasetya. Ia memberikan kecupan hangat di kening Prasetya dan mengucapkan selamat tidur untuk putranya. Kemudian Ia pun meninggalkan Prasetya di kamarnya sendiri.
Ayeuna langsung berlalu dan masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 malam. Dengan cepat-cepat Ayeuna menyelesaikan ritual mandinya. Ia tidak ingin berlama-lama di kamar mandi. Karena hari sudah malam, cuaca sudah semakin dingin. Membuat Ayuna mempercepat dirinya menyelesaikan mandinya.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏