
Saida berlalu dari acara anniversary Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez. Terlihat Ayeuna kembali menghampiri Nyonya Julia dan juga Aurelin yang sedang asyik mengobrol bersama. Sedangkan Mario hanya berdiri saja menatap Aurelin yang asik bercanda gurau dengan Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez.
Kedekatan Aurelin dengan kedua orangtuanya. Membuat Mario semakin susah untuk jauh dari Aurelin. Entah mengapa Mario benar benar tidak bisa melupakan Aurelin. semakin Mario berusaha untuk melupakan Aurelin, Mario justru semakin sayang dan cinta kepada Aurelin. Apalagi ketika Mario melihat senyum manis yang menawan dari Aurelin membuat rasa cinta Mario kepada Aurelin semakin dalam.
"Pesona yang dimiliki Aurelin membuat Mario gagal move on darinya. Bahkan ia juga Berniat meminta kepada Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez untuk merestui pernikahan sipil mereka. Padahal Aurelin belum tentu Setuju mereka menikah di catatan sipil saja.
****
Setelah Saida sudah tiba di lokasi kerjanya, Saida kembali mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan Jam kerja yang sudah mereka sepakati sebelumnya. Ia dengan telaten Saida mengerjakan pekerjaannya tanpa mengenal lelah. Walaupun kondisi Saida saat ini sedang hamil 7 bulan.
Setelah jam kerja Saida telah usai, Ia pun bergegas ingin segera kembali ke rumah keluarga laksmana. Dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya Saida tiba di rumah keluarga laksmana. Terlihat Nyonya laksmana sudah menunggu kepulangan Saida.
Raut wajah kemarahan terlihat jelas di wajah Nyonya laksmana. Ketika melihat Saida sudah tiba di rumah.
"Dari mana saja kamu wanita ******? tanya Nyonya laksmana kepada Saida. Saida tidak langsung menjawab. Tetapi ia hanya menatap Nyonya laksmana sekilas. Lalu ia pun berjalan masuk ke rumah tanpa peduli apa yang dikatakan oleh Nyonya laksmana terhadapnya.
"Berhenti!"teriak Nyonya laksmana yang membuat langkah Saida.Tiba-tiba terhenti sejenak. Saida membalikkan tubuhnya dan kembali melihat ke arah Nyonya laksmana.
"Saya belum selesai berbicara kepada kamu tetapi kamu meninggalkan saya begitu saja kamu pikir kamu siapa berani menantang saya?"teriak Nyonya laksmana membuat Saida langsung terdiam.
Saida sama sekali tidak melawan apa yang dikatakan Nyonya laksmana. Ia berusaha menuruti keinginan Nyonya laksmana sebelum kesepakatan pernikahan Saida dengan Andre berlangsung. Sejujurnya Saida yang hanya ingin mendapatkan status dari keluarga laksmana. Saida sudah tidak peduli Andre menerimanya atau tidak tidak.
__ADS_1
Sehingga Saida membuat perjanjian kepada Andre setelah pernikahan mereka berlangsung, satu bulan Kemudian mereka akan bercerai. Kesepakatan itu mereka lakukan tentunya tidak diketahui oleh Tuan laksmana yang mengetahui kesepakatan itu hanyalah Saidah dan juga Andre.
Saida menghampiri Nyonya laksmana setelah mendengar teriakan dari Nyonya laksmana.
"Ada apa Tante? Mengapa anda berteriak? tanpa Anda berteriak Saida juga mendengarnya. Saidah tidak tuli, tetapi Saida waras makanya Saidah tidak menjawab tante." ucap Saida membuat kemarahan Nyonya laksmana semakin memuncak dan hampir menampar wajah cantik Saida.
Untung saja Tuan laksmana segera datang sehingga tamparan itu tidak jadi dilayangkan oleh Nyonya laksmana kepada Saida.
Senyum penuh kemenangan terlihat jelas di wajah Saida, ketika Nyonya laksmana tiba-tiba menurunkan tangannya, yang hampir melayang di wajah cantik Saida.
"Mengapa tante menghentikan tangan tante? kalau Tante ingin menampar Saida silakan tante. Saida tidak marah kok, Saida terima apa perlakuan tante kepada Saida selama ini. Tetapi mudah-mudahan tante tidak menyesal akan apa yang tante lakukan kepada Saida." ucap Saida sembari mengembangkan senyumnya. Walaupun senyuman itu terlihat jelas dipaksakan oleh Saida.
Kemudian Saida pun berlalu dari hadapan Nyonya laksmana menuju kamar yang ia tempati selama berada di rumah keluarga laksmana. Ia tidak peduli dengan tatapan Andre kepadanya. Bahkan Saida menganggap Andre tidak ada di sana. Karena Andre tidak mau berbuat apapun walau Nyonya laksmana menghinanya bertubi-tubi.
Kedua orang tua Saida sama sekali tidak mengetahui apa yang dirasakan Saida saat ini. Rasa amarah kedua orang tua Saida membuat mereka enggan menerima Saida di tengah-tengah keluarga mereka. Hingga kedua orang tua Saida benar-benar mengusir Saida dari rumah tanpa dibekali apapun.
Tentunya karena Saida tidak mau menggugurkan kandungan yang ia kandung. Apalagi setelah mendengar kalau lelaki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab. Hal itu yang membuat kemarahan kedua orang tua Saida semakin memuncak hingga mengusir Saida dari rumah mereka.
Setelah berada di dalam kamar Saida langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah 30 menit berada di dalam kamar mandi, Saida menyelesaikan ritual mandinya. Kemudian Ia pun langsung menggunakan pakaiannya yang biasa ia gunakan ketika berada di rumah.
Apalagi pakaian Saida di rumah keluarga laksmana hanya beberapa pasang saja. Hingga dia tidak dapat bergonta ganti pakaian layaknya seperti wanita wanita lainnya. apalagi kondisinya saat ini sedang hamil tujuh bulan.
__ADS_1
Ia hanya dapat menggunakan baju khusus wanita hamil seperti daster dan juga baju tidur yang agak longgar hingga aura kecantikan dan keibuan Saida terlihat jelas bagi orang yang melihat Saida.
Saida berniat langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, untuk istirahat sejenak. Tetapi ketika ia ingin membaringkan tubuhnya, ketukan pintu terdengar jelas di telinga Saida. Hingga Saida mengurungkan niatnya untuk membaringkan tubuhnya.
Saida membukakan pintu, ia tidak menyadari kalau yang mengetuk pintu itu adalah nyonya laksmana. yang ingin memintanya untuk mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh asisten rumah tangga. Seperti menyetrika pakaian mereka. Padahal rasa lelah yang dirasakan Saida setelah satu harian beraktivitas di toko bunga tempat Saida bekerja, masih terasa lelah.
Tetapi Saida tidak dapat menolak perintah dari Nyonya laksmana. Dengan langkah gontai, Saida terpaksa melangkah ke ruang tempat menyetrika di rumah keluarga laksamana.
Ketika ia melihat ke ruang setrika di rumah keluarga laksmana, ia begitu terkejut melihat kain yang bertumpuk sangat banyak untuk ia setrika malam itu.
"Astaga banyak sekali pakaian ini yang ingin aku setrika. Bukankah pekerjaan ini biasanya dikerjakan oleh asisten rumah tangga? gumam Saidah di dalam hati.
"Kenapa kamu diam?
"Kamu ingin menantang saya?
"Jangan beraninya kamu menentang saya. Saya ingin kamu menyelesaikan setrikaan ini malam ini juga." ucap Nyonya laksmana kepada Saida
Dengan berat hati, Saida menganggukkan kepalanya sejujurnya Saida sudah ingin menangis. Tetapi ia berusaha untuk kuat demi anak yang ada di dalam kandungannya. ia tidak ingin terlihat cengeng di depan Nyonya laksmana. Tetapi ketika Nyonya laksmana sudah tidak ada di tempat itu lagi, Saida menangis histeris. Tanpa terdengar suaranya sedikitpun air bening mengalir di wajah cantiknya deras begitu saja.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏