Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 255. DI KOTA MEDAN


__ADS_3

Di kota Medan


"Mas papi sama mami kali ini agak lamaannya di Jakarta ya!" Ada apa ya mas? Apa papi dan Mami memberitahu Apa alasan mereka pergi ke Jakarta? tanya Aurel penasaran.


" Mas juga tidak mengetahui sayang. Tetapi kita berdoa saja mudah-mudahan keadaan di Jakarta baik-baik saja." ucap Mario Perez berbohong kepada istrinya.


Karena Mario Perez sebenarnya mengetahui permasalahan yang terjadi di keluarga Perez saat ini. Ia mengetahuinya dari Damian dan Irjen pol Haposan Siregar yang merupakan ayah mertua Mario sendiri . Irjen pol Haposan Siregar mendapat sambungan telepon seluler dari tuan Gaston perez, kalau saat ini Tuan Gaston Perez membutuhkan pertolongan darinya.


Dan itu langsung dilaksanakan oleh Irjen Pol Haposan Siregar. Hingga Hendarson dapat diringkus oleh anak buah Irjen pol Haposan Siregar dan beberapa anak buah Tuan Gaston Perez. Saat ini Henderson berada di tangan anak buah Tuan Gaston Perez dan juga tim yang dibentuk oleh Irjen pol Haposan Siregar.


Aurelin menganggukkan kepalanya. Ia pun penasaran Mengapa kali ini, Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez terlalu lama tinggal di Jakarta. Padahal selama ini mereka selalu membantu Mario Perez di perusahaan Graha kencana cabang perusahaan yang ada di Jakarta.


Kini Aurelin dan Mario yang harus menjalankan tugas dan tanggung jawab mengembangkan perusahaan Graha kencana yang dipimpin oleh Mario.


****


"Sayang kamu tidak ke gereja? tanya Mario Perez kepada istrinya yang masih duduk di sebuah sofa.


"iya Mas, sebentar lagi Aurelin ke gereja. Mas tidak apa-apa kan ditinggal di rumah sebentar saja? paling hanya 2 jam kok, Aurelin berada di gereja." ucap Aurelin kepada Mario Perez tidak apa-apa dong Sayang.


Lagian itu kan kamu pergi ibadah menurut kepercayaan kamu." ucap Mario Perez yang kebetulan hari itu hari Minggu yang biasa Aurelin pergi ke gereja untuk melaksanakan ibadah Minggu setiap minggunya.


Aurelin pun berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Aurelin pun mengenakan pakaian yang biasa ia gunakan ke gereja.


Tampak Aurelin terlihat cantik dan anggun menggunakan gaun kebaya yang senada dengan tas, dan sepatu milik Aurel. Membuat aura kecantikan Aurelin semakin terpancar. Hingga setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona.


"Kamu cantik banget sayang!" puji Mario Perez menatap istrinya mengenakan gaun kebaya warna merah maron itu yang terlihat elegan dipandang mata.

__ADS_1


"Mas jangan terlalu memujiku nanti Aurelin Geer deh." sahut aurelin sambil mengembangkan senyumnya.


Aurelin pun mengoles wajahnya dengan bedak tipis, dan make up natural, rambut digerai. Membuat kecantikan Aurelin semakin sempurna dipandang mata.


"Mas aurelin pergi dulu ya!" pamit aurelin kepada Mario Perez.


" Sayang, biarkan masih mengantarmu sampai di depan gereja. Tidak apa-apa kan? mohon Mario Perez yang menginginkan Mario sendiri yang menghantarkan istrinya langsung ke gereja.


"Tentu tidak apa-apa dong sayang, justru Aurelin sangat bahagia kalau Mas bersedia menghantarkanku." sahut Aurelin sambil langsung mengalungkan tangannya di jenjang leher suaminya.


Ia merasa bahagia mendapat tawaran dari Suaminya menghantarkannya ke gereja. Mario Perez langsung menghidupkan mesin mobil miliknya setelah Aurelin berada di dalam mobil untuk menghantarkan Aurelin ke gereja yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kediaman mereka.


Ketika di dalam mobil, Mario Perez terus menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat aurelin sedikit heran melihat suaminya menatapnya seolah tidak rela untuk pergi meninggalkannya.


"Sudah sampai mas, Aurelin turun dulu ya sayang." ucap Aurel sambil memberi salam kepada suaminya. Mario Perez menganggukkan kepalanya, lalu memberi kecupan hangat di kening Aurelin.


Aurelin turun dari dalam mobil dan melambaikan tangannya kepada suaminya. lalu ia pun masuk ke dalam gereja. Terlihat di sana, ibu Boru Silalahi sudah menyambutnya.


"Kamu sudah datang sayang?" ucap ibu Boru Silalahi kepada putrinya yang sudah menjadi istri seorang Mario Perez yang merupakan perusahaan kaya di kota ini.


"Iya, ma, bagaimana kabar Mama apa baik-baik saja? tanya Aurelin kepada Ibu Boru Silalahi.


"Puji Tuhan inang, kabar Mama sehat-sehat saja. Bapak kamu juga sehat. Sekarang bapak kamu ada di Jakarta.


"Loh mau ngapain Bapak di Jakarta Mak? "Ada tugas dari Tuan Gaston Perez." ucap ibu Boru Silalahi membuat Aurelin mengerutkan keningnya. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Itu artinya ibadah gereja minggu ini akan segera dimulai. Aurelin pun masuk ke dalam gereja. Duduk di depan bersama ibu Boru Silalahi yang selama ini menemani hidupnya sebelum pernikahannya bersama Mario Perez.


Aurelin mengira kalau Mario Perez meninggalkannya di gereja begitu saja. Ia tidak menyangka kalau Mario Perez menunggunya di depan gereja. yang ternyata Mario menunggu aurelin di dalam mobil. Entah apa yang di lakukan Mario selama 2 jam di dalam mobil. Yang pasti Aurelin tidak mengetahui.

__ADS_1


Selama 2 jam di dalam gereja, Aurelin pun akhirnya keluar dari gereja. Setelah selesai menunaikan ibadahnya bersama para jemaat. Begitu juga dengan ibu Boru Silalahi.


"Aurelin, Sepertinya itu Mario. Mungkin dia tidak pulang sedari tadi." ucap ibu Boru Silalahi membuat Aurelin sontak menatap mobil milik suaminya masih terparkir di depan gereja.


"Eh mungkin juga Mak, sepertinya Mas Mario tidak pulang ke rumah dan memilih menungguku di sana." ucap Aurelin sambil berjalan bergandengan tangan bersama ibu ibu Boru Silalahi menemui Mario yang ada di dalam mobil.


Mario yang melihat istrinya keluar bersama ibu mertuanya, langsung keluar dari mobil."Mama ibadah di sini juga? tanya Mario Perez sambil memberi salam kepada ibu Boru Silalahi.


"Ya nak, tapi papa kamu tidak. Karena papa kamu sekarang ada di Jakarta. Ada tugas sedikit di sana." sahut ibu Boru Silalahi sambil mengembangkan senyumnya.


"Mama bareng siapa ke gereja?


"Mama lagi menunggu tante kamu yang sedang melayani di dalam gereja. Sepertinya Mama masih lama di gereja. Karena ibadah kedua tante kamu juga yang melayani." ucap ibu Boru Silalahi kepada Aurel dengan Mario.


"Kalau begitu kami duluan ya Ma. Tidak apa-apa kan?" ucap Mario kepada ibu Boru Silalahi dibalas anggukan dari ibu Boru Silalahi. Mario pun memberi salam dan berpamitan kepada Ibu Boru Silalahi dan melambaikan tangannya, ketika sudah berada di dalam mobil.


"Ma!" kami tinggal dulu ya. Shalom." ucap Aurelin sambil mengembangkan senyumnya menatap ibu Boru selelahi dengan senyuman yang lebar. Mario Perez melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju tempat tinggal mereka.


Di dalam perjalanan Aurelin bertanya hati-hati kepada suaminya. Mas selama Aurelin lagi ibadah, Mas ke mana saja?" tanya Aurelin yang penasaran melihat mobil suaminya sudah berada di depan gereja ketika dirinya sudah menyelesaikan ibadahnya.


" Mas tidak dari mana-mana sayang. Mas menunggu kamu di sana, sambil tiduran di dalam mobil." ucap Mario Perez sambil cengengesan.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2