Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.81.KEPO


__ADS_3

"Mas sudah kasihan putraku dia sudah capek tertawa ujar Ayeuna.


"Ya Allah Prasetya kan bukan cuman putramu sayang. Kan putra Mas juga.


"Ya Ayeuna salah Kalau Ayeuna hanya mengatakan Prasetya putra Ayeuna." ucap Ayeuna sembari nyengir.


Ayo Sayang lebih baik kita sarapan sekarang karena Pagi ini kita akan pergi ke butik langganan Mama untuk fitting baju habis itu kita akan pergi foto prewedding." ujar damaian kepada Ayeuna.


"Papi Prasetya sudah sarapan tadi. Jadi Prasetya tinggal pakai baju sekolah. Habis itu papi antar Prasetya ya ke sekolah mohon Prasetya kepada damian.


"Oke Putra Papi yang tampan. Papi akan menghantarkan kamu ke sekolah bersama mami." pekik Damaian kepada putranya.


Kemudian Prasetya berlalu ke kamarnya dibantu oleh Tati untuk memakai seragam sekolah. Sementara Demian dan Prasetya sarapan pagi bersama Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez. Melihat interaksi antara Demian, Prasetya, dan Ayeuna. Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez begitu bahagia melihat kedekatan mereka bertiga


"Mas ternyata Putra kita tidak salah memilih Ayeuna menjadi Ibu sambung Prasetya. Sepertinya Prasetya sangat menyayangi Ayeuna Begitu juga dengan Ayeuna Dia sangat menyayangi Prasetya sebagai Putra kandungnya."


"Ya mom!" Papi juga dapat melihat ketulusan Ayeuna merawat Prasetya saat berada di rumah sakit. Papi juga bersyukur Demian memilih Ayeuna menjadi pendamping hidupnya dibandingkan Sania. Jujur dulu saat Mami meminta Sania dan Damian dijodohkan, Papi kurang setuju. Tetapi karena Mami mengatakan kalau Putra kita sangat mencintai Ayeuna membuat Papi terpaksa menyetujui perjodohan itu.


"Iya mami baru tahu kalau Sania pernah mengkhianati Putra kita. Mami mengira Sania dan Damian renggang, karena Sania mengejar impiannya menjadi model terkenal. Ternyata mami salah. Damian renggang dengan Sania karena Sania pernah mengkhianati cinta Putra kita. ucap Nyonya Julia Perez. Setengah berbisik kepada tuan Gaston. Tetapi Ayeuna dan damaian masih bisa Mendengar pembicaraan kedua orang tua itu.

__ADS_1


"Ada apa sih kok harus bisik-bisik? tanya Damian kepada kedua orang tuanya.


"Tidak ada apa-apa ini urusan orang tua. Kamu kepo banget sih."gerutu Nyonya Julia Perez membuat Tuan Gaston Perez langsung tertawa ngakak melihat ekspresi damaian yang cemberut dikatain Nyonya Julia Perez kepo dengan apa yang dibicarakan orang tuanya.


"Kalau Papi dan Mami ingin mengata-ngatai kita lebih baik jangan di hadapan kita deh agar Damian tidak penasaran apa yang mami dan Papi bicarakan."Celetuk Damian membuat Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez tertawa melihat Damian membuat Damian yang semakin kesal melihat kedua orang tuanya.


"Sudah Mas!" ngapain harus berdebat sih.


Sekarang lebih baik Mas habiskan sarapan deh. Mami dan Papi tidak mungkin membicarakan yang tidak-tidak tentang Kita. mereka itu orang tua kita Mas. Mereka pasti ingin yang terbaik buat kita anak-anaknya." ujar Ayeuna bijaksana menanggapi perseteruan antara anak dan orang tua itu.


"Nah itu Ayeuna tahu kamu tidak!"celetuk nyonya Julia sambil mengembangkan senyumnya kepada Ayeuna.


"Pagi ini, kalian jangan lupa langsung pergi ke butik langganan Mami untuk fitting baju. Setelah dari sana kalian langsung ke lokasi pemotretan foto prewedding kalian. Papi dan Mami akan mengedarkan undangan dibantu dengan asisten kamu dan asisten Papi l." ucap Tuan Gaston kepada Damian dibalas anggukan dari Damian.


"Tapi sebelum ke lokasi foto prewedding Damian ingin ke kantor. Soalnya ada sesuatu pekerjaan penting menunggu Demian di sana.


"Pekerjaan penting Apa maksudmu Demian?


"Ada proyek besar yang baru saja kami dapatkan jadi Damian ingin menandatangani kontrak kerjasama itu kepada perusahaan ternama dari negara Singapura." ucap damaian kepada tuan Gaston Perez.

__ADS_1


"Oke tidak apa-apa!" Tetapi kalian harus segera foto prewedding dulu sebelum kamu ke kantor ujar Tuan Gaston.


Damian pun setuju akan usulan dari tuan Gaston. Tiba-tiba Prasetya menghampiri Damaian, Ayeuna, Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia. Agar Prasetya segera berangkat ke sekolah mengingat jam sudah hampir pukul 07.30 pagi.


"Papi dan Mami sudah siap sarapan? tanya Prasetya serius.


"Sudah sayang memangnya kenapa?


"Kalau sudah selesai, anterin Prasetya sekolah ya mom!". mohon Prasetya dengan memelas


"Mami dan Papi akan menghantarkan Prasetya ke sekolah. Prasetya Tenang saja deh." ucap Nyonya Julia menimpali omongan Prasetya.


"Beneran mom Kalau Mami ikut menghantar Prasetya ke sekolah?


"Iya dong Sayang!" tidak mungkin mami tidak mengantarkan Putra Mami yang tampan ini ke sekolah."sahut Ayeuna sambil langsung mengecup wajah tampan Prasetya membuat Prasetya langsung tersenyum sumringah.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa like coment dan votenya ya


__ADS_2