
Karena yang ia tahu hubungan antara Saida dengan Jonathan hanya sebatas persahabatan saja. Tetapi ketika Damian mengatakan niat baik Jonathan yang ingin melamar Saida, pak Walson begitu terkejut.
Di dalam hatinya yang paling dalam, pak Walson begitu bahagia mendengar kabar gembira itu. Pak Walson pun mengatakan kepada Damian Perez, kalau dirinya menyerahkan segala pilihan hidup Saida, kepada Saida sendiri.
Setelah berbicara dengan Pak walson di dalam sambungan telepon selulernya, Damian pun memutuskan sambungan telepon selulernya dengan Pak walson. Ia mengembangkan senyumnya mendengar apa yang dikatakan Damian mengenai hubungan antara Saida dengan Jonathan.
Yang ternyata pak walson sama sekali tidak keberatan jika Jonathan memiliki hubungan khusus dengan Saida. Bahkan Pak Walson juga ingin sekali Jonathan bersedia menjadi menantu yang baik untuk pendamping hisuo Saida kelak.
Dari awal pertemuan Pak Walson, dengan Jonathan, Pak Walson sudah sudah menyukai sikap Jonathan yang begitu perhatian kepada cucu dan putrinya. Apalagi Jonathan begitu dekat dengan baby Neptunus dan baby Neptunus juga merasa nyaman didekat Jonathan.
Karena menurut Pak walson, Saida juga harus memilih pasangan hidupnya sendiri tanpa ada paksaan dari kedua orang tuanya. Pak walson hanya menginginkan kalau Saida hidup bahagia bersama lelaki pilihannya. Mereka tidak ingin Saida mengalami hal yang sama seperti yang dilakukan Andre kepada Saida.
Sehingga Pak Walson meminta kepada Saidah agar Saida lebih berhati-hati menjalin hubungan kepada lelaki. Pak Walson dan ibu Amelia hanya ingin yang terbaik untuk Saida dan putrinya. Bagaimanapun mereka sangat mengetahui betapa sakitnya perasaan Saida ketika mendapat siksaan dan hinaan dari nyonya Laksamana selama Saida tinggal dirumah Tuan laksmana.
Saida diperlakukan layaknya lebih dari seorang pembantu. Padahal saat itu, Saida sedang hamil besar darah daging Andre Laksamana. Tetapi Nyonya Laksmana tega memperlakukan Saida saat itu,layaknya lebih dari seorang pembantu kala Saida tinggal bersama keluarga Tuan Laksmana.
Hingga Saida saat itu mengalami kritis, akibat dipaksa nyonya laksamana mengerjakan yang tidak sepatunya dikerjakan Saida hari itu. Sehingga kondisi Saida saat itu sangat memperhatikan dan terpaksa harus melahirkan bayi yang ada didalam kandungan nya secara prematur.
Hal itu mengakibatkan Saida sempat Koma selama kurang lebih dua minggu. Rasa trauma itu yang dialami pak Walson dan ibu Amelia membuat mereka memohon kepada Saida, untuk lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidupnya kelak.
__ADS_1
Mereka ingin lelaki yang ingin menjadi pendamping hidup Saida, dapat menerima Saida apa adanya dan baby Neptunus dengan tulus tanpa ada unsur terpaksa. Dan itu dapat dilihat pak pak Walson, kalau Jonathan lah yang layak menjadi pasangan hidup Saida.
****
Sore harinya Jonathan sudah menyelesaikan tugasnya sore itu di kantor yang selama ini dirinya mengabdikan diri tepatnya diperusahaan keluarga Perez. ia ingin sekali langsung menghampiri Saida dan baby Neptunus di rumah keluarga Pak walson
Tetapi sebelum Jonathan berlalu dari kantor, Damian menghampiri Jonathan. Ia pun mengatakan kepada Jonathan agar Jonathan langsung melamar Saida secepat mungkin. karena Damian ingin hidup Saida bahagia bersama adik angkatnya. Damian tidak ingin melihat Jonathan kesepian dan tidak ada yang mengurus dan menantikan dirinya, saat sudah pulang bekerja.
Jonathan menatap Damian dengan tatapan seksama. Jhonatan bingung mengapa saat itu Damian ingin sekali Jonathan segera melamar Saida untuk menjadi pendamping hidupnya. Damian juga sedikit ngotot agar Jonathan segera melamar Saida menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi ada rasa bahagia di hati Jonathan karena Demian benar-benar mendukung hubungannya dengan Saida. Itu berarti Jonathan tidak salah memilih Saidah menjadi pendamping hidupnya karena Kakak angkatnya dan yang sendiri memberi dukungan dan restu kepada Jonathan dan Saida, agar mereka segera melangsungkan pernikahan.
di sepanjang perjalanan Jonathan teringat akan apa yang dikatakan Damian kepadanya mengenai Jonathan harus segera melamar Saida. Jonathan tersenyum bahagia mengingat apa yang dikatakan Damian kepadanya. Yang menginginkan Jonathan harus segera melamar Saida dengan secepat mungkin.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Jonathan tiba di rumah keluarga Pak Walson. Ia sudah disambut senyuman Manis dari Saida. Ketika Jonathan sudah turun dari mobil miliknya, ia langsung menghampiri Saida bersama baby Neptunus.
Saida pun memberi salam kepada Jonathan dan Jonathan memberikan kecupan hangat di kening Saida dan di wajah tampan putranya baby Neptunus. "Maafkan mas semalam tidak bisa menghampiri kalian ke rumah, maklum mas tiba di rumah sudah pukul 02.00 dini hari. Apalagi tubuh mas saat itu masih terasa lelah. Mas sampai terlambat masuk kantor pagi tadi." ucap Jonathan kepada Saida.
Saida pun menatap Jonathan dengan tatapan mendalam. " Tidak apa-apa Mas yang penting Mas sudah ada di sini sekarang." sahut saida sambil berlalu berjalan masuk ke dalam rumah diikuti oleh Jonathan dari belakang.
__ADS_1
Sementara Pak Walson dan ibu Amelia yang sudah terlebih dahulu pulang ke rumah, setelah menjalankan tugas dan jawab mereka di kantor masing-masing. Melihat kedatangan Jonathan ke rumah milik mereka Pak Wilson langsung menghampiri Jonathan.
Mengingat Sebelumnya Damian sudah memberitahu niat baik Jonathan yang ingin melamar putrinya. Tetapi Jonathan merasa kalau dirinya tidak akan mendapat Restu dari pak Walson dan ibu Amelia. Mengingat Pak Walson dan ibu Amelia tidak ingin memiliki seorang menantu yang sembarangan.
Apalagi Jonathan hanya seorang anak yatim piatu yang dibesarkan di sebuah panti asuhan Membuat dirinya merasa tidak pantas menjadi pendamping hidup Saida yang notabenya merupakan anak terpandang di kota ini. Hal itulah yang membuat Jonathan tidak percaya diri kalau dirinya akan mendapat restu dari Pak Walson dan ibu Amelia.
Pak walson datang menghampiri Jonathan yang sedang asyik memberikan kecupan demi kecupan di wajah tampan baby Neptunus. "Eh nak Jonathan Sudah datang toh!" pekik Pak walson sambil mengembangkan senyumnya menatap Jonathan yang sedang asyik menggendong tubuh mungil cucunya.
"Maaf baru bisa singgah ke sini soalnya semalam Jonathan pulangnya sudah larut malam dari Banyuwangi mendapat tugas dari Tuan Damian." ucap Jonathan sambil memberikan salam kepada pak Walson dengan sopan.
Sikap sopan saat dari Jonathan yang membuat hati pak Walson begitu senang kepada Jhonatan. di samping itu Jonathan juga merupakan tipe lelaki yang taat agama. Pak Walson dapat melihat, ketika Jonathan dirumah pak Walson, Jonathan selalu tidak lupa melakukan sholat.
Sungguh lelaki idaman buat setiap wanita, jika lelaki dapat menjadi imam ditengah tengah kehidupan rumah tangga mereka.
Bersambung......
Hai.....hai.... redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
Sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1