
Ketika proses Persalinan Ayeuna telah usai dan berjalan dengan lancar, Damian pun menghubungi Tuan Gaston perez dan nyonya Julia Perez untuk memberitahu kepada mereka, kalau saat ini Ayeuna sudah menghadirkan anggota baru dikeluarkan Perez.
Kring...
Kring....
Kring....
Suara ponsel milik Tuan Gaston Perez terdengar jelas di telinga Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez yang sedang duduk menikmati indahnya taman Belakang kediaman Tuan Gaston Perez yang ada di kota Medan.
"Sayang sepertinya ponsel Mas berdering bisa minta tolong tidak ambilin sebentar?" ujar Tuan Gaston Perez kepada Nyonya Julia Perez. Nyonya Julia Perez mengambil ponsel milik Tuan Gaston Perez yang letaknya tidak jauh dari tempat duduk Nyonya Julia Perez.
Ketika Nyonya Julia Perez melihat di layar ponsel suaminya Kalau yang menghubungi Tuan Gaston Perez. Damian Putra sulungnya.
sepertinya Putra kita menghubungi kamu ada apa ya? Kok tumben-tumbennya di jam segini Putra kita menghubungi ponsel kamu." tanya Nyonya Julia Perez kepada Tuan Gaston Perez.
Tuan Gaston Perez meraih ponselnya dari tangan Nyonya Julia Perez. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung. Kepada Damian Perez.
"Hello, assalamualaikum." sahut Tuan Gaston Perez dari kota Medan.
"Waalaikumsalam!" sahut Damian Perez. lalu Damian Perez pun memberitahu kalau saat ini, Ayeuna sudah menghadirkan anggota baru seorang bayi wanita cantik dan mungil di keluarga Perez.
Mendengar apa yang dikatakan Damian Perez di dalam ujung telepon, Tuan Gaston Perez bersorak kegirangan membuat Nyonya Julia Perez penasaran Apa yang dibicarakan putranya dengan suaminya. Nyonya Julia Perez merampas ponsel Tuan Gaston dari tangannya. Agar Nyonya Julia Perez dapat berbicara dengan putranya.
__ADS_1
"Hallo Putra mami, ini Mami. Ada apa sih sepertinya Papi kamu bersorak kegirangan?" tanya Nyonya Julia Perez yang belum mengetahui apa yang dibicarakan putranya dengan suaminya.
Damian Perez memberitahu kepada Nyonya Julia Perez mengenai Ayeuna sudah melahirkan Putri seorang putri di tengah-tengah keluarga Damian Perez mendengar berita bahagia, itu Nyonya Julia Perez begitu bahagia.
Ia tidak mampu berkata-kata Nyonya Julia Perez langsung memeluk suaminya. Ternyata apa yang menjadi impian Nyonya Julia Perez dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Karena selama ini nyonya Julia Perez menginginkan cucu seorang perempuan.
Yang mana Nyonya Julia Perez tidak memiliki seorang putri Hanya dua orang Putra saja dan satu orang Putra angkat Jonathan.Hal itulah yang membuat Nyonya Julia Perez sangat menginginkan kehadiran cucu perempuan di tengah-tengah keluarga Perez.
Begitu juga dengan Tuan Gaston Perez. Ia sangat merindukan suara tangis bayi perempuan di tengah-tengah keluarganya. Sungguh satu kebahagiaan yang tak ternilai harganya, di hati Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez. Ketika mendengar kabar dari Damian Perez.
Nyonya Julia dan Tuan Gaston tidak berniat ingin mengunjungi Ayeuna dan Damian di kota Jakarta. Mereka ingin sekali melihat cucu perempuan keluarga Perez yang terlahir dari rahim Ayeuna.
Sementara di tempat lain, Prasetya yang menunggu kepulangan Ayeuna dan Damian membuat dirinya khawatir di rumah asisten rumah tangga sudah sangat kewalahan untuk membujuk Prasetya agar Prasetya memakan makanannya.
Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Damian, Damian pun langsung melihat di layar ponselnya. Kalau yang menghubungi dirinya merupakan nomor ponsel salah satu asisten rumah tangganya. Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya karena ia khawatir terjadi sesuatu di rumah.
"Ada apa Bi? Mengapa menghubungiku sekarang? tanya Damian dengan suara yang lembut membuat asisten rumah tangga itu bingung dengan sikap Damian yang selama ini terlihat Arogant terhadap asisten rumah tangga saat ini.
Damian benar-benar berbicara dengan asisten rumah tangganya dengan selembut mungkin. lalu asisten rumah tangga itu pun memberitahu kalau Prasetya sangat mengkhawatirkan Damian dan juga Ayuena. dia pun memberitahu kepada Damian kalau semenjak siang itu Prasetya sama sekali tidak mau makan dan ingin segera bertemu dengan Ayeuna.
Mendengar apa yang dikatakan salah satu Asisten rumah tangganya. Damian pun meminta Tati untuk segera kembali ke rumah dan memberitahu kepada Prasetya Kalau Ayeuna saat ini berada di Rumah Sakit bersama Damian.
Tati langsung berpamitan kepada Damian Perez untuk segera kembali ke rumah. Tati juga mengkhawatirkan keadaan Prasetya saat ini, ia tidak ingin Prasetya terlalu mengkhawatirkan Ayeuna dan hingga Prasetya tidak memikirkan kondisi kesehatannya.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit dengan menggunakan ojek online yang sudah dipesan Tati sebelumnya, Ia pun tiba di kediaman keluarga Demian Perez. Tapi langsung mencari tahu keberadaan Prasetya saat ini. Yang ternyata Prasetya mengurung diri di kamar.
Tati menghampiri Prasetya dan memeluk tubuh bocah kecil itu. Yang sedari tadi murung dan mengurung diri di kamar.
"Tuan muda Prasetya, seharusnya Jangan sedih dong. Karena Mami sekarang berada di Rumah Sakit bersama Papi. Dedek bayi tuan muda Prasetya sudah lahir." ucap Tati kepada Prasetya Perez.
Membuat Prasetya Perez langsung mendongakkan kepalanya."Mbak sus Serius kalau saat ini dedek bayi yang ada di perut Mami sudah lahir? tanya Prasetya penasaran Tati menganggukkan kepalanya. Pertanda apa yang dikatakan bocah kecil itu benar adanya.
Hingga Prasetya pun berlangsung bersorak kegirangan. Ia pun meminta kepada Tati agar segera menghantarkan dirinya ke rumah sakit untuk bertemu dengan Ayeuna dan dedek bayi yang baru lahir. Tati berjanji untuk menghantarkan Prasetya Perez ke rumah sakit. Tetapi Prasetya harus berjanji makan terlebih dahulu baru mereka menemui Ayeuna dan Damian di rumah sakit.
Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore. Seharusnya Prasetya tidak diizinkan pergi ke rumah sakit menemui Ayeuna mengingat hari sudah senja. Tetapi karena Tati sudah berjanji kepada Prasetya. Mau tidak mau tapi harus menepati janjinya.
Walaupun dirinya harus diomeli oleh Damian Perez dan juga Ayeuna nantinya jika Tati harus kembali lagi ke rumah sakit. Menghantarkan Prasetya bertemu dengan Ayeuna dan Dedek bayinya. Dengan penuh semangat Prasetya pun langsung memakan makanannya dengan lahap, setelah Prasetya selesai membersihkan diri.
Prasetya menuntut janji Tati untuk segera menghantarkannya ke rumah sakit.Tati meminta sopir pribadi keluarga Damian untuk menghantarkan mereka ke rumah sakit, saat itu juga. Membuat sopir pribadi keluarga Perez sangat ragu menghantarkan Tati saat itu juga.
Karena ia khawatir Damian Perez akan marah besar kepadanya. Tetapi Tati memberikan pengertian kepada sopir pribadi itu hingga akhirnya sopir pribadi itu pun setuju menghantarkan mereka ke rumah sakit.
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓
yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1