
Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez meminta kepada Mario untuk mencari tahu keberadaan Ayeuna melalui jaringan sosial miliknya. Dengan gerak cepat Mario Perez pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Julia Perez dan alangkah terkejutnya ketika Damian mengirimkan foto Ayeuna ke ponsel milik Mario Perez yang Ternyata wanita yang mereka cari ada di hadapannya sendiri.
"Maaf sepertinya kita akan ada jadwal mendadak.
"Jadwal apa pak?"
"Kita diundang ke pertemuan penting Di Jakarta. dan sekarang juga kita harus segera berangkat kesana." pinta Mario Perez membuat Ayeuna bingung dengan permintaan dari bos barunya.
"Kamu pesankan tiket sekarang juga. Saya tidak ingin terlambat untuk menghadiri pertemuan itu. Karena pertemuan itu Begitu berharga bagiku." Pekik Mario Perez agar Ayeuna segera memesan tiket pesawat hari itu juga untuk berangkat ke Jakarta.
"Maaf Pak, tapi Sepertinya saya tidak bisa ikut ke Jakarta." hardik Ayeuna
"Memangnya kenapa kamu tidak bisa ikut ke Jakarta? kamu itu asisten pribadi ku sudah sewajarnya ke mana saja Aku pergi kamu harus mengikutiku.
"Tapi saya baru menginjakkan kaki di kota Medan.
"Kita hanya sementara waktu di sana bukan untuk tinggal di Jakarta. Aku hanya ingin menghadiri pertemuan penting itu karena itu penting bagiku.
Ayeuna menghela nafas berat. Ayeuna ingin sekali tidak menginjakkan kaki lagi ke ibukota Jakarta. Mengingat memori pahit yang ia jalani ketika berada di ibukota. Apalagi dengan penghianatan sang kekasih dan perlakuan Damian terhadapnya membuat Ayeuna enggan kembali ke kota Jakarta.
Sungguh kehidupan yang rumit membuat hati Ayeuna berat kembali ke Jakarta
"Kau dengar perintahku? suara Mario Perez semakin meninggi ketika Ayunan tak kunjung memberikan respon kepada Mario Perez.
__ADS_1
"Maaf pak Mario!"
"Apa kau sudah pesan tiket pesawat untuk kita?
Ayeuna menggelengkan kepalanya. Sejujurnya Ayeuna masih bertanya-tanya dalam hati siapa sosok Mario sebenarnya. Ia seperti mengenal lelaki itu yang menjadi bosnya di kota Medan. Tetapi ia tidak ingat pertemuan mereka di mana.
***
" Maaf Pak!" Sepertinya penerbangan hari ini sudah habis untuk ke Jakarta. Tetapi Besok subuh baru ada.
"Sudah kamu langsung pesan tiketnya untuk keberangkatan kita besok subuh. Aku tidak ingin kita terlambat menghadiri pertemuan itu. ucap Mario dibalas anggukan dari Ayeuna.
"Ayeuna langsung memesan tiket pesawat melalui aplikasi online yang ada di layar ponselnya. Pembayaran tentu dilakukan oleh pihak perusahaan.
"Kamu tenang saja kita hanya menghadiri pertemuan penting disana Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan? tanya Mario beres kepada Ayeuna
"Maksud anda?
"Siapa tahu kamu menyimpan rahasia besar sehingga kamu tidak ingin menginjakkan kaki di kota Jakarta.
"Tolong anda Jangan asal menuduh saya sembarangan. Saya tidak pernah memiliki masalah apapun di kota Jakarta.
"Kalau kamu tidak memiliki masalah di kota Jakarta Mengapa kamu begitu berat menginjakkan kaki di sana." ucap Mario Perez penuh selidik
__ADS_1
"Karena saya masih ingin tinggal di Medan dan Sepertinya saya sudah merasa nyaman tinggal di sini."
Mario menganggukkan kepalanya sambil menatap Ayeuna dengan tatapan penuh tanya.
"Ada apa ini? Mengapa kakakku mencari wanita yang menjadi asisten pribadiku ini? pertanyaan itu timbul di hati Mario Perez.
Ketika Mario sedang asyik dalam pikirannya sendiri seseorang datang mengetuk pintu membuat dirinya terkejut akan ketukan.
"Maaf tuan sepertinya ada seseorang yang ingin menemui anda?"ucap salah satu resepsionis yang bertugas di PT Griya kencana.
"Siapa?
seorang wanita yang berparas cantik dengan menggunakan baju layaknya kurang bahan langsung masuk ke ruangan Mario Perez tanpa peduli adanya Ayeuna di sana. wanita berparas cantik dan seksi itu langsung memeluk Mario Perez dan memberikan kecupan hangat di bibirnya tanpa peduli dengan tatapan Ayeuna di sana.
"Maaf tuan Mario Saya permisi dulu, sepertinya ini sudah waktunya untuk untuk pulang. Karena Jam sudah menunjukkan pukul lima sore Aku berharap bapak tidak telat Besok subuh harus berangkat ke Jakarta." ucap Ayeuna kepada Mario.
"Tidak perlu mengikatkan saya Nona Ayeuna, Saya pasti tahu jadwal saya.
Ayeuna menganggukan kepalanya sambil langsung meninggalkan kedua sejoli itu di dalam ruangan presdir.
"Di mana-mana Bos Besar selalu sama ahlaknya. Tidak ada seorang bos yang bisa menjadi contoh bagi anak buahnya kalau dalam bidang dunia percintaan." umpat Ayeuna sambil melenggang keluar dari ruangan itu. mereka selalu sepele melihat bawahan apalagi sebagai asisten pribadi seperti saya. etika mereka tidak ada." umpat Ayeuna melihat Mario Perez sedang bermesraan di ruangannya padahal Ayeuna berada di tempat itu.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏