
"Saya tidak akan memaafkan kalian jika terjadi sesuatu kepada Putra saya. Menjaga anak saya saja kalian tidak mampu, Untuk apa kalian saya bayar tinggi-tinggi?" Bentak Damian membuat nyali Tati semakin menciut. Tati sudah sangat ketakutan jika dirinya akan dipecat dari pekerjaannya jika terjadi sesuatu kepada Prasetya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit Demian Perez , dan Prasetya Perez sudah tiba di rumah sakit.
"Dokter.... dokter... dokter"teriak Damian memanggil dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu. Agar segera membantu dirinya melakukan pertolongan kepada Prasetya Perez.
Suster dan dokter yang bertugas di sana pun langsung mendorong Branker dan membaringkan Prasetya Perez, dan membawanya langsung ke ruang UGD. Setelah tiba di ruang UGD dokter spesialis anak pun langsung berlari menghampiri Prasetya Perez dan melakukan pemeriksaan kepada Prasetya.
ketika dokter itu melakukan pemeriksaan, dokter spesialis anak itu langsung menggelengkan kepalanya pertanda kondisi Prasetya Perez tidak baik.
"Bagaimana keadaan Putra saya dokter apa dia baik-baik saja?
"Maaf Pak, Mengapa Tuan muda Prasetya sampai mengalami seperti ini?
"Saya juga kurang tahu dokter, Tetapi setelah kepergian Ayeuna dari rumah membuat dirinya tidak bersemangat. Bahkan ia lebih sering mengurung diri di kamarnya sendiri. Makan juga susah dan asisten rumah tangga saya sampai kewalahan membujuknya untuk sekedar makan.
"Maaf Tuan Damian yang terhormat sepertinya Prasetya mengalami stres berat sehingga dirinya sampai tidak bisa mengontrol diri.
demamnya juga tinggi, untung fisiknya kuat kalau tidak Prasetya bisa mengalami step.
"Apa yang harus aku lakukan dokter?
dokter spesialis itu menggelengkan kepalanya sambil memberikan suntikan jarum infus di punggung tangan Prasetya.
Demian Perez begitu rapuh ketika melihat putranya tak berdaya. Tiba-tiba Prasetya mengigau.
"Mami Ayeuna Jangan pergi tinggalin Prasetya"
"Mami Ayeuna Apa kau tidak sayang padaku?"
"Mami Ayeuna Jangan pernah tinggalin Prasetya." Prasetya sayang sama Mami Ayeuna
Aku benci sama Papi sudah mengusir Mami Ayeuna."igauan itu terdengar jelas di telinganya Damien Perez dan juga dokter spesialis anak yang ada di ruang IGD itu.
Bahkan dokter spesialis anak itu menatap tajam kepada Demian Perez.
"Ada apa ini Tuan? Sepertinya dia sangat menyayangi yang bernama Ayeuna. Apakah Tuan Damian bisa mengabulkan permintaan Tuan muda Prasetya? Saya rasa dengan hadirnya wanita yang bernama Ayeuna itu akan membuat Tuan muda Prasetya akan cepat Sembuh. Sepertinya tuan muda stress karena ditinggal oleh seseorang yang sangat menyayanginya." ucap dokter itu kepada Damian
__ADS_1
"Tapi dokter Saya tidak mengetahui kemana Wanita itu pergi.x
"Maaf kalau bisa saya tahu, wanita itu Siapa Tuan? Apakah itu calon mami barunya Prasetya?
Damian menatap dokter itu dengan tatapan tajam membuat nyali dokter spesialis anak itu pun langsung menciut.
"Maaf tuan Damian, saya tidak berniat untuk ikut campur dengan urusan pribadi anda. Tetapi menurut saya demi kesembuhan Tuan muda Prasetya ada baiknya anda mempertemukan Ayeuna dengan Tuan muda Prasetya.
Damian menghela nafas berat, tidak tahu harus berbicara apa. Kemudian ia meraih ponsel yang ada di saku celananya untuk menghubungi salah satu asisten nya agar segera menemukan Ayeuna.
Igauan itu kembali terdengar jelas di telinga dokter spesialis anak itu dan juga Damian
"Mami Ayeuna Mengapa kau tega meninggalkanku? Apa kau tidak menyayangiku? kalau kau membenci papiku Kenapa kau tidak membawaku pergi? Aku membenci papi Karena dia sudah mengusirmu. Aku sayang sama Mami Ayeuna," Igauan itu membuat hati Damian semakin merasa bersalah.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang, aku juga tidak mengetahui dimana Ayeuna sekarang." gumam Damian di dalam hati.
Setelah memberikan suntikan obat kepada jarum infus yang tertancap di punggung tangan Prasetya, dokter itu pun meminta agar Prasetya dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP.
Setelah berada di ruang VVIP Damian terlihat sangat kacau, Ia pun meminta kepada Tati dan salah satu asisten nya untuk menjaga Prasetya di sana. Sementara Damian pergi untuk mencari Ayeuna.
"Tolong jaga Putra saya baik-baik, Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putra saya."Perintah ah Damien Perez dengan nada yang tegas.
Damian berlalu dari rumah sakit. Ia berniat untuk menemui beberapa teman kampus Ayeuna. Tetapi ketika Damian bertanya kepada beberapa teman kampus Ayeuna tak seorang pun yang tahu di mana keberadaan Ayeuna membuat demikian semakin frustasi.
Riana yang sedang berada di rumah sakit melihat sosok Prasetya didorong dengan menggunakan Branker masuk ke ruang rawat inap VIP.
"Itukan anak didik Ayeuna?" gumam Riana dalam hati tetapi dirinya tidak ambil pusing akan hal itu. Karena Ayeuna sudah menceritakan segala sesuatu yang ia alami ketika dirinya menjadi di pengasuh Prasetya.
Ayeuna yang berada di dalam kamar kos Riana, tampak gelisah. Ia tidak mengetahui apa yang membuat dirinya begitu gelisah. Tetapi yang pasti pikirannya hanya kepada Prasetya. Sosok bocah yang berhasil mencuri perhatian Ayeuna.
"Ada apa ini mengapa perasaanku tiba-tiba tidak enak, dan pikiranku selalu tertuju kepada Prasetya apa yang terjadi kepada Nya? pertanyaan itu timbul di hati Ayeuna. Dia semakin gelisah memikirkan bocah kecil itu.
"Ya Allah semoga Prasetya baik-baik saja." doa Ayunan di dalam hati. Tiba-tiba jaringan ponsel milik Ayeuna pun terdengar jelas di telinga Ayeuna. Ia melihat Riana yang menghubunginya.
"Yun Kamu lagi di mana?
" Aku masih di kost!"
__ADS_1
"Kamu tahu tidak Prasetya sekarang dirawat di rumah sakit, sepertinya kondisinya sangat buruk.
DUGH
Jantung Ayeuna langsung berdegup kencang ketika Riana memberitahu kalau Prasetya dirawat di rumah sakit.
" Ya Allah ada apa ini ternyata Prasetya sakit.Pamtas saja pikiranku sedari tadi sama Prasetiya melulu." gumamnya Ayeuna dalam hati.
"Rin gue bisa minta tolong tidak?
"Minta tolong apa?
"Tolong lihat kondisi Prasetya, Aku sebenarnya sangat merindukan anak itu.
"Maaf Yun tetapi penjagaan ketat di depan ruang rawat inap Prasetya ada beberapa bodyguard berjaga di sana.
"Tolong Rin Aku ingin sekali melihat bocah itu Aku sangat merindukannya.
"Kemudian Riana pun menemui salah satu bodyguard yang bertugas di sana.
"Maaf kalau Boleh saya tahu Tuan muda Prasetya sakit apa ya pak?
"Kamu siapa? tanya bodyguard itu penuh selidik
"Saya Riana teman dari Ayeuna.
"Ayeuna?
"Apakah anda mengetahui Dimana keberadaan Ayeuna sekarang? sepertinya Tuan muda Prasetya menginginkan wanita itu tolong beritahu kepada dia kalau keadaan Prasetya sekarang sangat memburuk. Dalam ketidak sasarannya pun Prasetya selalu memanggil nama Ayeuna.
Untuk itu jika anda mengenal Nona Ayeuna Tolong beritahu kepadanya tentang kondisi kesehatan Tuan muda Prasetya sekarang.
"Jika kalian ingin bekerja sama, saya bisa mempertemukan Prasetya kepada Ayeuna tetapi dengan catatan tidak diketahui oleh Tuan Damian. Apakah kalian setuju?
Ketiga bodyguard itu terlihat saling pandang sepertinya mereka terlihat berembuk untuk membuat keputusan. Salah satu diantara bodyguard itu pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Maaf jika kalian ada yang memberitahu kepada Tuan Damian, maka Ayeuna tidak akan pernah datang lagi untuk menemui Prasetya." Ancam Riana.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏