
"Sudah jangan menangis lagi, Papi sudah tidak apa-apa kok. Kan kamu sudah lihat Papi berdiri kokoh di sini?"ucap Damian sambil langsung menggendong tubuh putranya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Ayeuna dari belakang. Terlihat Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston perez sudah menyambut kedatangan Damian dan Ayeuna.
"Ya Alloh ternyata putraku akhirnya kembali kerumah ini." ucap nyonya Julia sambil langsung memeluk Damian putra sulungnya. Terlihat para asisten rumah tangga dan pekerja lainnya memberikan salam kepada Damian yang terlepas dari maut.
"Ya Alloh Tuan!" buat jantung bibi copot saja, mendengar kabar tentang Tuan." ucap wanita paruh baya yang sudah lama bekerja di kediaman Damian.
"Tapi sekarang kan saya sudah tidak apa-apa bi sahut danian sambil tersenyum kepada wanita Apa itu.
Sementara Mario dan Aurelin ingin langsung berpamitan kepada Damian Perez dan keluarga besar untuk segera kembali ke Medan. Karena pekerjaan Mario sudah menunggu di sana. Padahal Aurelin saat ini sangat gelisah karena nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez berniat langsung menemui kedua orang tuanya untuk memastikan hubungan Mario dengan Aurelin.
"Kak.... Mario hari ini harus segera kembali ke Medan karena ada pekerjaan penting yang menunggu Mario di sana.x ucap Mario kepada Damian Perez.
"Ya sudah tidak apa-apa terima kasih kamu sudah membantu Kakak selama ini."
"Sudah kewajiban Mario untuk membantu Kakak dalam segala hal. Kakak itu adalah satu-satunya kakak Mario." sahut Mario sambil memeluk Damian.
"Tapi bagaimana dengan Sania apakah sudah ada perkembangan dari pihak kepolisian atau pihak kepolisian sudah menemukan di mana Sania berada?" tanya Tuan Gaston perez kepada Mario Perez.
"Kalau masalah itu Mario sudah menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib. Biarkan mereka yang mengerjakan itu semua.Mario yakin pihak berwajib akan menegakkan kebenaran." ucap Mario sambil memberi salam kepada Tuan Gaston perez dan nyonya Julia Perez. Karena hari itu dirinya harus segera kembali ke Medan. Yang kebetulan salah satu asistennya sudah menghubunginya agar segera kembali ke Medan.
Aurelin dan Mario berlalu dari sana. Di perjalanan Aurelin tampak gelisah, tetapi Mario Tampak santai membuat Aurelin kesal terhadap Mario.
__ADS_1
"Semua ini gara-gara pak Mario. Gara-gara kebohongan yang Bapak ciptakan membuat saya jadi tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana jika tante Julia dan Om Gaston benar-benar datang ke rumah untuk menemui kedua orang tuaku?" ucap Aurelin kepada Mario dengan nada meninggi.
"Iya tidak apa-apa. Paling kita dinikahkan." ucap Mario dengan santai membuat Aurelin semakin emosi.
"Bagaimana bisa menikah tanpa adanya rasa cinta jangan berbicara omong kosong. Lebih Baik pak Mario pikirkan Apa yang harus kita lakukan jika tante Julia dan Om Gaston benar benar datang menemui papa dan mama saya." ucap Aurel kepada Mario tetapi Mario tampak terlihat santai.
"Sudah aku bilang kita tinggal menikah saja. Kan gampang."
"Dasar manusia aneh bin ajaib diajak serius bicara malah main-main."gerutu Aurelin sembari menatap jalanan melalui celah jendela mobil yang menghantarkan mereka ke bandara.
Beberapa menit kemudian Aurelin dan Mario tiba di bandara. Setelah melakukan cek in, Mario dan Aurelin pun menunggu pesawat di ruang tunggu sebelum jam keberangkatan mereka tiba.
Selama berada di ruang tunggu, Aurelin terus gelisah mondar-mandir tanpa duduk sama sekali. Membuat Mario terkekeh melihat tingkah Aurelin.
"pak Mario sih bisa santai. Karena sudah biasa berbohong kepada setiap orang. Bagi Aurelin berbohong itu adalah dosa yang sangat besar. Saya menyesal sudah menyepakati permintaan dari pak Mario. karena ulah pak Mario Aurelin jadi terjebak dalam kebohongan ini."gerutu Aurelin membuat Mario tertawa.
"Dasar manusia aneh diajak berbicara serius malah tertawa. Sudah dalam situasi genting seperti ini pun masih saja bisa tertawa ngakak."
"Ngapain harus dipikirin buat pusing saja. Paling kalau disuruh menikah ya menikah saja.
"Memangnya pak Mario pikir pernikahan itu hanya permainan? bagi Aurelin pernikahan itu sangat sakral jadi tidak bisa bermain-main.
__ADS_1
"Memangnya siapa yang ingin bermain-main? ucap Mario sambil mengembangkan senyumnya
"Sudahlah capek berbicara kepada orang yang tidak pernah bisa diajak berbicara serius." pekik Aurelin sembari meninggalkan Mario di ruang tunggu.
"Hei kamu mau ke mana?
"Bukan urusan kamu.
"Tentu urusan aku dong kamu itu asistenku sudah sewajarnya aku harus mengetahui kemana kamu pergi." ucap Mario kepada Aurelin. Tetapi Aurelin terus berjalan meninggalkan Mario. Dia tidak peduli dengan ocehan Mario.
Aurelin berniat untuk membeli sesuatu yang iya perlukan saat berada di dalam pesawat. Tetapi sayangnya Aurelin tidak dapat keluar kembali setelah melakukan check in.
"Aduh gimana ini padahal ada sesuatu yang ingin aku beli. Tetapi sudah tidak bisa keluar lagi." gumam Aurelin dalam hati sembari kembali berjalan ke arah ruang tunggu.
"Memangnya Apa yang ingin kamu beli?
"Mau tau aja urusan perempuan."sahut Aurel sambil menatap Mario dengan tatapan tajam.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
__ADS_1
jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya