Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.138 MENUNJUKKAN PERKEMBANGAN


__ADS_3

Pagi itu ayeuna dan Damian pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Saida. Terakhir Ibu Amelia dan Pak walson memberitahu kalau Saida masih tetap seperti semula. Hal itu yang membuat Ayeuna semakin khawatir, Saida sudah satu minggu koma berada di ruang ICU.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari kediaman Damian Perez menuju rumah sakit tempat Saida dirawat, Damian Perez dengan Ayeuna tiba di rumah sakit. Ayeuna dan Damian langsung menghampiri orang tua kandung Saida. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kesehatan Saida.


Ayeuna menangis, ketika ibu Amelia memberitahu kalau kemungkinan Saida sembuh itu sangat tipis. Karena kondisi Saida tidak menunjukkan perkembangan apa apa. Ayeuna meminta izin kepada dokter Handoko agar dirinya diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi kesehatan Saida di ruang ICU


Tetapi sebelum Ayeuna masuk ke ruang ICU Ayeuna pergi ke ruang bayi. Untuk melihat kondisi bayi anak Saida. Ayeuna sudah melihat ada perkembangan di tubuh anak yang terkahir dari rahim Saida. Berat badannya sudah mulai naik dan pergerakannya pun sudah mulai stabil layaknya bayi terlahir normal.


Ayeuna meminta persetujuan dari dokter Handoko, untuk membawa bayi itu ke ruang ICU. Berharap bayi itu dapat membangunkan ibunya dari tidur panjangnya. Ayeuna meminta persetujuan dari Pak walson dan ibu Amalia. Pak walson dan ibu Amelia pun setuju dengan rencana Ayeuna. Tentunya dengan pengawasan dokter Handoko.


Sudah satu minggu lamanya Saida Belum sadar dari tidur panjangnya. Setelah Ayeuna mendapat izin dari dokter dan juga kedua orang tua Saida, bayi yang terlahir dari rahim Saida itu pun dibawa masuk oleh Ayeuna dibantu dengan dokter dan suster masuk ke ruang ICU. Berharap kontak batin Bayi itu dengan Saida dapat membangunkan Saida dari tidur panjangnya.


Setelah berada di ruang ICU, Ayeuna menghampiri Saida. Ia meneteskan air matanya melihat kondisi Saida yang tidak berdaya. Terlihat berbagai selang dan alat-alat medis terpasang di tubuh Saida.


"Saida!" ini aku Ayeuna kamu pasti masih mengenaliku bukan? Saida kamu harus bertahan untuk anak kamu dan kami. Kami sangat menyayangi kamu. Jadi tolonglah bertahan Saida. Aku yakin kamu mampu karena kamu adalah wanita yang kuat. Kita kenal bukan dengan waktu yang singkat kita.Tetapi kita saling mengenal sudah cukup lama.


"Apa kamu tega membiarkan putramu hidup sendiri bersama orang lain? anak yang kamu perjuangkan selama ini? anak yang tidak diterima dari ayah kandungnya? Bagaimana kehidupanNeptunus nanti? jika Putra kamu jatuh ke tangan orang orang yang tidak memiliki hati itu? hanya kamu yang mampu merawat anak kandung sendiri. Jadi kamu harus bertahan Saida." ucap Ayeuna sembari mendekatkan tubuh Putra Saida kepadanya.


Saida sama sekali tidak memiliki respon. Tetapi Ayeuna tidak merasa bosan untuk berbicara dan bermonolog sendiri kepada Saida. Seolah-olah Saida itu sudah sadar dari komanya. Jonathan dan Damian datang menghampiri Ayeuna yang sudah terlalu lama berada di ruang ICU. Dan meminta kepada Ayeuna untuk segera meninggalkan Saida di sana tetapi ayeuna menolak.

__ADS_1


Ayeuna tidak ingin meninggalkan Saida tinggal sendirian di ruangan itu. Tentunya itu menakutkan bagi Saida. Hingga Ayeuna meminta izin kepada Demian untuk memberikan waktu tambahan duduk bersama Saida.


Suara tangis Neptunus menggema di seisi ruang ICU. Entah karena merasa haus atau sudah merasa tidak nyaman di ruangan itu sehingga Neptunus menangis. Hal itu mengundang perhatian dari dokter Handoko yang kebetulan bertugas di sana.


"Ada apa ini mengapa tangis Bayi Neptunus begitu kencang dokter?" tanya Ayeuna kepada dokter Handoko


"Itu pertanda bagus nyonya. Jika bayi Neptunus Sudah menangis seperti ini, maka kondisi kesehatan bayi Neptunus berarti sudah semakin membaik. Karena semenjak Neptunus lahir, ia sama sekali belum mengeluarkan tangisnya.


Saya justru semakin yakin kalau bayi Neptunus akan baik-baik saja. Karena jantung bayi Neptunus sudah berfungsi dengan baik. dokter Handoko memeriksa bayi Neptunus dan kondisinya sudah normal. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan di sana.


Tetapi Ayeuna bingung Mengapa bayi Neptunus tiba-tiba menangis terus di samping Saida?Itu mengundang kekhawatiran di wajah Ayeuna. Ayeuna takut terjadi sesuatu kepada Saida. Tanpa mereka sadari jari telunjuk Saida mulai menunjukkan responnya.


Suara teriakan bayi Neptunus kembali menggema di seisi ruangan. Suara tangisan bayi Neptunus mengundang perhatian dari Saida. Saida mulai membuka kelopak matanya. Perlahan menggerakkan bola matanya ke kiri dan ke kanan, seolah dirinya bingung dia berada di mana.


Tetapi ketika Ayeuna sudah mengucek netranya, Ayeuna kembali melihat Kalau Saida benar-benar sudah terbangun dari tidur panjangnya.


"Allahu Akbar."


"Allahu Akbar,"

__ADS_1


"Allahu Akbar." ucap Saida.


"Ya Allah Saida!" Kamu sudah bangun? tanya Ayeuna. Air bening mengalir begitu deras di wajah cantik Ayeuna. Ketika melihat sahabatnya Saida, sudah terbangun dari tidur panjangnya.


Padahal sebelumnya dokter Handoko mengatakan kalau kemungkinan Saida untuk sembuh, itu cukup tipis. Ayeuna langsung memeluk Saida. Tetapi Saida belum bisa sepenuhnya menggerakkan tubuhnya.


"Terima kasih kamu sudah kembali!" aku yakin kamu pasti mampu melewati ini semua. Ayeuna memberikan bayi Neptunus kepada Saida dan dokter pun memanggil kedua orang tua Saida. Memberitahu kabar baik itu kepada mereka.


Suara tangis Ibu Amelia menggema di ruang ICU, ketika dokter sudah memberitahu kepada mereka. Kalau Saida sudah terbangun dari tidur panjangnya. Ibu Amelia dan Pak walson pun langsung menangis dan memeluk Saida. Mereka terus-menerus meminta maaf kepada Saida. Karena sudah mengusir Saida dari rumah mereka.


Padahal saat itu Saida, membutuhkan pertolongan atau bantuan dari orang-orang yang sangat ia sayangi. Saat itu Saidah terpuruk. Tetapi kedua orang tuanya memilih untuk mengusirnya Karena rasa malu, yang mereka miliki sebagai petinggi kejaksaan di negara ini.


"Saida!" Putri Mama memaafkan Mama, karena mama sudah mengusirmu dari rumah disaat kamu membutuhkan kami. Sesungguhnya Mama sangat menyayangimu. Tetapi Mama sangat kecewa, akan apa yang kamu lakukan tanpa sepengetahuan kami. Padahal kami tidak pernah mengajarkanmu seperti itu. Maafkan mama." ucap Ibu Amelia sambil memeluk Saida.


Saidah hanya mengedipkan bola matanya. karena dirinya tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Apalagi saat ini bayi Neptunus berada di sampingnya. Sungguh luar biasa. Menurut Ibu Amelia rencana yang dilakukan Ayeuna berhasil. Kalau bayi Neptunus mampu membangunkan Saida dari tidur panjangnya.


Dokter Handoko mengembangkan senyumnya, melihat interaksi keluarga itu di sana. Dokter Handoko mengatakan kalau Saida sudah dapat dipindahkan ke ruang rawat inap. Karena kondisi Saida saat ini sudah stabil. Tetapi masih membutuhkan perawatan yang intensif.


Ibu Amelia dan suaminya pun setuju apa yang dikatakan dokter Handoko kepada mereka. Sementara Demian dan Jonathan pun ikut berpelukan karena mereka merasa berhasil menyelamatkan Saida. Karena bagaimanapun Kalau tidak ada Demian Perez yang memberikan perintah kepada Jonathan untuk membantu mencari donor darah kepada Saidah, kemungkinan besar Saida saat itu tidak dapat bertahan.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2