
Semenjak Mario dirawat di rumah sakit, Aurelin tetap setia menemaninya di sana. Ia tidak ingin meninggalkan Mario sedetikpun. Nyonya Boru Silalahi memaklumi perasaan putrinya. Ia mengetahui kalau Aurelin sangat mengkhawatirkan kondisi Mario saat ini.
Sementara Ayeuna dan Prasetya berpamitan untuk kembali ke rumah keluarga Perez yang ada di kota Medan. Berniat untuk istirahat mengingat semenjak mereka berada di Medan, istirahat Prasetya cukup terganggu.
"Sayang, kamu lebih baik istrihat dulu, nanti kamu sakit loh." ujar Mario kepada Aurelin. karna Mario mengetahui semenjak Mario dirawat dirumah sakit, Aurelin selalu setia menemani Mario dirumah sakit.
"Sudah jangan terlalu mengkawatirkan Aurelin. Aurelin tidak apa apa kok, yang penting mas sudah baik baik saja." ucap Aurelin sambil memberikan Mario segelas teh hangat.
"Jangan gitu dong sayang, kamu juga harus menjaga kesehatan kamu. Mas tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu sayang." ucap Mario sambil berusaha meraih tangan Aurelin.
"Aurelin mengembangkan senyumnya melihat kearah Mario yang begitu mengkhawatirkannya. Sambil tetap membersihkan area nakas tempat makanan Mario selama berada dirumah sakit.
*****
Ditempat lain terlihat Saida sibuk merawat bayinya. Ia benar benar menyayangi baby Neptunus. Walau Andre tidak peduli dengannya tetapi Saida tetap sayang kepada baby Neptunus. Apalagi kedua orangtuanya sudah menerima Saida dengan lapang dada.
Dan ingin merawat baby Neptunus cucu pertama mereka.
Walau awalnya mereka tidak mengharapkan Baby Neptunus hadir di tengah tengah keluarga mereka. Karna Saida hamil diluar nikah. Dan laki laki yang menghamilinya tidak bertanggungjawab. Ibu Amelia datang menghampiri Saida yang sedang sibuk mengganti popok baby Neptunus.
"Wah cucu Oma sedang pup ya? tanya ibu Amelia sembari menghampiri Saida dan Neptunus.
"Ia Oma, sekarang mami sedang ganti popok Neptunus." ucap Saida menirukan suara bay khas anak kecil. Terlihat ibu Amelia sangat bahagia melihat baby Neptunus aktif dan sehat walau terlahir prematur.
Tiba tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga ibu Amelia dan Saida. Tetapi bukan seperti suara mobil pak Walson. Ibu Amelia langsung berlalu meninggalkan Saida dan baby Neptunus untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Kebetulan dirumah keluarga Saida tidak ada petugas keamanan. Hanya ada asisten rumah tangga untuk membantu membantu keluarga Saida untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Ibu Amelia begitu begitu terkejut dengan kedatangan Jonathan disana.
"Assalamualaikum ibu!" sapa Jonathan sambil memberi salam kepada ibu Amelia .
"Waalaikumsalam," sahut ibu Amelia sambil menerima salam dari Jonathan.
"Silahkan masuk nak Jonathan."ujar ibu Amelia mempersilahkan Jonathan masuk kerumah utama keluarga pak walson.
Ibu Amelia langsung memanggil Saida yang baru siap mengganti popok baby Neptunus. Saida menghampiri ibu Amelia dan melihat Jonathan ada disana.
"Mas..... , Saida terkejut melihat kehadiran Jonathan disana. Ternyata Jonathan tidak berbohong akan mampir kerumah keluarga saida.
Saida langsung mendudukkan bokongnya di disofa tepatnya di sebelah Jonathan sambil menggendong tubuh mungil baby Neptunus.
" Kirain tadi mas tidak jadi mampir." ucap Saida sambil mengebangkan senyumya.
Tidak perlu berterimakasih mas, lagian itu belum ada apa apanya dibandingkan pertolongan mas untuk saida dan baby Neptunus. Mungkin kalau tidak ada mas, entah apa yang sudah terjadi kepada Saida dan baby Neptunus." sahut Saida sambil terus menimang baby Neptunus.
Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja dirumah keluarga pak walson datang membawa dua gelas kopi late dan makanan ringan kesukaan Saida.
"Silahkan diminum mas." ucap Saida setelah Asisten rumah tangga itu kembali kedapur.
"Trimakasih sudah merepotkan kalian." ucap Jonathan sambil menyeruput kopi late yang ada di hadapannya.
"Bagaimana kondisi baby Neptunus apa dia rewel?
__ADS_1
"Tidak mas, dia baik budi. Mungkin dia tau kalau dirinya tidak diinginkan ayahnya. jadi dia benar benar baik, paling dia menangis kalau sudah buang air." ucap Saida sambil menatap baby Neptunus dengan tatapan sendu.
"Jangan bersedih masih ada yang sangat menyayangi baby Neptunus. Rawat dia baik baik,pasti suatu saat Andre akan menyesali perbuatannya kelak. Cobalah berdamai dengan keadaan saya yakin suatu saat kebahagiaan akan menghampiri kalian." ucap Jonathan kelas Saida.
Saida terdiam ia seolah meratapi nasibnya.
"Kamu kenapa diam?tanya Jonathan penuh dengan selidik.
"Tidak apa apa mas, hanya Bingung aja dengan jalan hidupku." ucap Saida sambil menatap Jonathan dengan tatapan sendu.
Jangan terlalu dipikirkan, sekarang yang harus kamu pikirkan kebahagiaan kamu dan kebahagiaan Baby Neptunus yang sangat tampan ini." ucap Jonathan sambil meraih tubuh baby Neptunus dari gendongan Saida dan memberikan kecupan hangat diwajah tampan baby Neptunus.
"Aduh tampannya, ucap Jonathan sambil kembali memberikan kecupan diwajah tampan baby Neptunus.
"Seandainya papa mu sendiri yang melakukan itu kepada mu nak, pasti mama akan bahagia melihatnya." gumam Saida sambil langsung memalingkan wajahnya, agar Jonathan tidak melihat air bening mengalir diwajah cantik Saida.
"Apa yang harus mama lakukan nak? tanya Saida dalam hati. Ia tidak dapat membayangkan, baby Neptunus tumbuh berkembang tanpa figur seorang ayah. Tanpa Saida sadari, Jonathan sudah memperhatikan Saida. Walaupun Jonathan menimang baby Neptunus. Tetapi netranya tetap menelisik kearah Saida yang memalingkan wajahnya dari Jonathan dan baby Neptunus.
Jonathan langsung meraih tubuh Saida kepelukannya.
"Jangan sedih, ada aku disini. kalau kamu membutuhkan bantuan dan butuh teman untuk berbagi, kamu bisa cerita kepadaku" ucap Jonathan berusaha menenangkan Saida.
Saida berusaha mengembangkan senyumnya. Walau senyuman itu terlihat dipaksakan oleh Saida.
"jangan pernah merasa sendiri. Aku akan selalu setia menemanimu." ucap Jonathan sambil memberikan kecupan di kening Saida. hal itu membuat hati Saida merasa heran melihat Jonathan yang begitu perhatian terhadapnya.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏