
Ketika saat ini Mario sudah berhasil memainkan gunung kembarnya, Aurelin memang tipe wanita yang pintar menjaga diri. karena dirinya benar-benar memegang teguh prinsipnya sendiri. Mario merasa bahagia saat dirinya mengetahui kalau aurelin benar-benar belum ada lelaki yang menyentuhnya sama sekali.
Walaupun ia dapat merasakan gunung kembar milik Aurelin. Perlahan Mario menuntun tangan Aurelin.Agar memainkan adik kecil yang sudah lancang depan. adik kecil Mario benar-benar berukuran yang dapat memuaskan setiap wanita.
Ketika Mario menuntun tangan Aurelin agar memainkan adik kecilnya. Aurelin pun berusaha melakukan apa yang diminta suaminya. Walau ia merasa sedikit malu melakukannya. Tetapi Mario meyakinkan kepada Aurelin, bahwa saat ini mereka memang benar-benar sudah sah menjadi suami istri di mata hukum.
Hal itulah yang membuat semakin Mario melancarkan aksinya hingga Mario merasakan sensasi yang sangat luar biasa, mendapatkan gerakan tiba-tiba dari istrinya. Mario sudah merasa tidak tahan lagi, Ia pun meminta persetujuan kepada istrinya kalau dirinya dapat melakukan hal inti permainan itu.
"Mas, Bisa kan melakukannya saat ini? kamu tenang saja ,Mas akan melakukannya dengan selembut mungkin. Aurelin menganggukkan kepalanya dan memohon kepada Mario, agar melakukannya dengan selembut mungkin. karena bagi Aurelin Ini pertama kali melakukannya.
Ketika Mario mendapatkan persetujuan dari istrinya, Mario pun memainkan tangannya di bagian sensitif milik Aurelin yang masih benar-benar original. Membuat kebanggaan tersendiri bagi Mario. Dapat menemukan sosok wanita yang masih belum pernah disentuh lelaki manapun.
Mario langsung melepaskan seluruh pakaian yang digunakan Aurelin dan mencampakkannya di sembarang arah. Sementara Mario sebelumnya sudah membuka seluruh pakaiannya, hingga tubuh sixpack pria atletis itu, terlihat mempesona di mata Aurelin.
Begitu juga dengan Mario Perez yang menatap tubuh sosok istrinya tanpa dibaluti sehelai benang pun, Terlihat seksi dan membuat dirinya semakin ingin langsung melahap Aurelin saat itu juga. Wanita yang membuat Mario berubah dan tergila-gila kepadanya.
Mario langsung memainkan adik kecilnya di bagian sensitif milik Aurelin. Ia benar-benar melakukannya dengan selembut mungkin. tetapi karena Aurelin masih belum pernah disentuh oleh lelaki manapun, membuat Aurelin meringis kesakitan.
Pelan-pelan Mario mulai memasukkan Adik kecil Mario perlahan, kemudian setelah gagal beberapa kali melakukannya Mario akhirnya berhasil menembus tembok pertahanan milik Aurelin. Hingga Aurelin meringis kesakitan dan darah perawan terlihat jelas, mengenai sprei yang digunakan di atas tempat tidur mereka.
Hal itu membuat Mario semakin bahagia. ketika pasangan suami istri itu sudah merasa puas, Mario Perez mengucapkan banyak terima kasih kepada Aurelin karena sudah menjaga dirinya untuk Mario Perez. Mario Perez langsung membuka sprei yang mereka gunakan.
__ADS_1
Mario tidak ingin asisten rumah tangga langsung mencuci sprei itu, seolah dirinya tidak rela darah perawan Aurelin dilihat orang lain. Ia ingin sekali melihat darah perawan itu lebih lama.
"Mas sakit loh!" keluh Aurelin
"Sakitnya hanya sementara kok sayang, kamu tenang saja. Itu biasa dirasakan wanita yang baru sekali melakukannya dengan suaminya.
Itu pertanda kamu benar-benar menjaga diri kamu untuk Mas." ucap Mario Perez sambil mengecup kening Aurelin dan mengungkapkan isi hatinya kepada Aurelin "Terima kasih sayang, kamu benar-benar wanita yang luar biasa.
Sejujurnya banyak wanita yang Mas temui sebelum kamu. Tetapi kamu memang benar-benar wanita yang mampu menjaga diri. itu merupakan nilai plus tersendiri di hati Mas. Kamu wanita yang sangat mas dambakan ." ucap Mario Perez sambil memeluk istrinya dengan pelukan cinta.
Malam itu sepertinya bukan istirahat yang mereka lakukan. Tetapi entah mengapa Mario tetap seolah tidak merasa puas, ia ingin sekali terus melahap istrinya. Hingga permainan pun kembali mereka lakukan malam itu hingga beberapa kali.
Mario Perez melakukannya dengan selembut mungkin. Hal itu yang membuat Aurelin merasa bahagia mendapat lelaki yang begitu lembut kepadanya.
"Apa kamu merasa bahagia sayang? tanya Mario Perez kepada Aurelin.
Aurelin menganggukkan kepalanya. Pertanda ia benar-benar bahagia melayani suaminya dengan segenap hati, tanpa ada unsur paksaan sedikitpun. Pukul 04.00 dini hari pasangan suami istri itu akhirnya tertidur pulas. Setelah satu malaman bergulat di ranjang.
***
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga matahari masuk melalui celah-celah gorden kamar yang ditempati pasangan suami istri itu. hingga sinar mentari itu menelisik ke wajah wanita cantik dan anggun itu.
__ADS_1
Hal itu membuat tidur seorang Aurelin merasa terganggu. Ia pun bergeliat berusaha membuka matanya yang masih terasa ngantuk. Ia pun meraba ponsel miliknya yang ada di atas nakas dan Melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Itu berarti mereka sudah beberapa jam telat bangun pagi.
Tetapi entah mengapa tak ada seorangpun yang membangunkan mereka pagi itu. Aurelin berniat bangkit dari pembaringannya karena ia sudah melihat Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi. Aurelin ingin ke kamar mandi berniat untuk melakukan ritual mandinya.
Tetapi ketika ia mencoba berdiri, tubuhnya terasa remuk bagian sensitifnya terasa perih. hingga dirinya tidak mampu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Mendengar rintisan istrinya, Mario langsung terbangun Ia pun menatap istrinya dengan senyuman. senyuman Manis dari wajah tampan Mario yang mampu memporak-porandakan hati Aurelin
"Sakit banget tubuh Aurelin. Aurelin ingin ke kamar mandi. Tapi Aurelin tidak mampu bangkit dan berdiri. Karena tubuh Aurelin terasa remuk dan bagian bawah nih perih." keluh Aurelin. Membuat Mario Perez merasa bersalah kepada istrinya, yang membuat Aurelin saat ini merasa kesakitan.
Ia pun bangkit dari pembaringannya lalu berniat untuk membantu Aurelin masuk ke kamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya. Mario pun langsung menggendong tubuh Aurelin masuk ke kamar mandi dan membantu Aurelin membersihkan diri.
Mereka pun akhirnya mandi bersama di kamar mandi yang sama. Aurelin menikmati sikap manis suaminya. Begitu juga dengan Mario begitu menikmati kasih sayang yang ditumpahkan Aurelin terhadapnya. Bahkan Aurelin sudah melayani dirinya satu malaman hingga Aurelin sampai merasa kesakitan. tubuh remuk dan bagian sensitif miliknya terasa perih.
Hal itu terjadi karena Aurelin masih pertama kali melakukan hubungan seperti yang mereka lakukan malam itu. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Aurelin dan Mario pun menggunakan pakaian santai yang biasa mereka pakai di rumah.
Sebelumnya Mario mengoles salep ke bagian tubuh sensitif Aurelin agar Aurelin tidak merasa kesakitan jika Aurel berjalan. Setelah selesai menggunakan pakaian dan sudah terlihat rapi. Mario berniat membawa istrinya sarapan pagi di bawah. Tetapi ia juga tidak tega melihat istrinya jalan kesakitan sehingga Mario memilih akan sarapan pagi di kamar.
Kamu tunggu saja di sini sayang, Biar mas yang mengambilkan sarapan pagi untuk kita. Jamu tenang saja, Lagian tidak mungkin kan kamu jalan seperti bebek di hadapan Papi dan Mami." ucap Mario sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1