Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 31.PONSEL


__ADS_3

Ayeuna meninggalkan ponselnya di bangku samping kemudi.Ada senyum licik di wajah Damian Ia pun langsung meraih ponsel itu setelah ayeuna turun dan masuk ke dalam supermarket.


Demian Perez langsung meraih ponsel milik Ayeuna yang terletak di bangku samping kemudi. Senyum licik menyeringai wajahnya tampan Damian. Dengan gerak cepat Damian langsung membuka aplikasi WhatsApp yang sedari tadi mengganggu pikiran Damian.


Ia menemukan nomor ponsel milik Leonardo di sana yang mengirimkan banyak pesan whatsapp dan panggilan diabaikan dari Leonardo disana. Tetapi Ayeuna sama sekali tidak ada menjawabnya membuat senyum miring di wajah Tampan itu terlihat jelas. Seketika ia menelisik pesan whatsapp yang beradu masuk yang ada di group teman kampus Ayeuna.


Satu persatu teman kampus Ayeuna banyak yang sangat perhatian kepada Ayeuna. Tidak sedikit dari laki-laki yang selalu menggoda Ayeuna dalam pesan whatsapp itu. Ada rasa tidak nyaman di hati Damian Ketika pesan whatsapp dari seorang lelaki yang berada di group teman kampus Ayeuna mengucapkan kata sayang kepada Ayeuna.


"Banyak sekali pria di kehidupan kamu, tapi mengapa kamu masih bisa menjaga diri dan hanya saya yang merenggut mahkotamu."gumam Damian di dalam hati sembari buru-buru meletakkan ponsel memiliki Ayeuna di bangku samping kemudian. Karena Damian sudah melihat Ayeuna keluar dari supermarket menuju mobil yang terparkir di halaman supermarket itu.


"Maaf agak lama, soalnya pembayarannya agak ngantri!"ucap Ayeuna sambil langsung mendudukkan bokongnya di samping bangku kemudi. Ia pun langsung meraih ponselnya kembali ada senyum manis di wajah Ayeuna ketika mendapat deringan telepon dari seorang sahabatnya.


"Hallo beb!'


"Tumben amat kamu menghubungi saya sore seperti ini? ada apa?


"lo ada di mana Yun!"


"lagi di jalan!"


"Sama siapa ?


"Tidak sama siapa-siapa!"Memangnya ada apa?


"Kita nonton yuk!"

__ADS_1


"Nonton sepertinya hari ini saya tidak bisa, karena aku ada pekerjaan penting yang harus segera Aku selesaikan."Maaf ya beb."ucap Ayeuna sembari menyudahi sambungan telepon selulernya kepada temannya.


Sementara Damian yang sedari tadi sudah menatap Ayeuna dengan tatapan tajam. Tetapi Ayeuna tidak memperdulikan tatapan dari Damian. Karena menurutnya hubungannya dengan Damian hanyalah sebatas atasan dan bawahan. Tidak lebih dari itu.


Bahkan ia beranggapan dirinya dianggap Damian seperti sampah yang sangat kotor yang tak ada gunanya bagi siapapun. sejujurnya Ayuna ingin sekali keluar dari kehidupan Damian. Ia ingin sekali menyudahi permainan ini. Tetapi karena ancaman dari ibu tirinya sehingga dirinya harus bertahan untuk sementara waktu dan bersembunyi dikediaman Damian, sampai studinya selesai. yang hanya tinggal menghitung Minggu.


"Banyak sekali pria bersamamu!"


"Apa urusan kamu?


"Tentu menjadi urusanku. Kamu bekerja sama aku dan tinggal bersamaku. aku tidak ingin kinerja mu tidak maksimal karena hanya memikirkan para kekasihnya itu.


"Maaf tuan Damian yang terhormat. Selama saya bekerja di rumah tuan menjadi pengasuh Prasetya, sepertinya tidak ada yang salah di dalam pekerjaan saya. Dan saya selalu menjaga Prasetya dengan segenap hati karena saya sudah menganggap Prasetya sebagai anak saya Walaupun dia hanya anak didik saya sendiri." ucap Ayeuna dengan nada sedikit meninggi.


Damian terdiam Ia hanya menatap Ayeuna dengan tatapan tajam. Karena Ayeuna sudah mulai berani menantang nya.


"Saya memang tidak siapa-siapa bagi anda Tuan Damian, tetapi saya begitu berarti di kehidupan Prasetya. untuk itu berhenti mengancam saya. Karena saya sudah lelah Anda ancam selama ini. Jika aku mau, aku bisa berhenti bekerja menjadi pengasuh Prasetya sekarang juga. Tetapi karena aku sudah terlanjur menyayangi Prasetya dengan segenap hatiku sehingga aku bertahan walaupun dengan melihat wajah Tuan yang menyebalkan itu." ucap Ayeuna memberanikan diri.


"Apa segitu bencinya dia samaku? tanya Damian dalam hati sembari menatap Ayeuna dengan tatapan sendu seolah dirinya merasakan sesuatu yang aneh ketika dirinya bersama Ayeuna Bahakan ada rasa.cembueu jika Ayeuna berdekatan dengan pria lain. Tetapi Damian langsung menepis Ayeuna dari pikirannya. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak jatuh cinta kepada Wanita lain selain almarhum istrinya Nurma ibu kandung Prasetya


Perdebatan yang mereka lakukan didalam mobil, membuat mereka tidak menyadari kalau mobil yang dikendarai oleh Damian sudah tiba dikediaman Damian kompleks perumahan elit. Gerbang terbuka otomatis ketika klakson mobil milik damian tiba di gerbang rumahnya.


Ayeuna langsung Turun dari mobil tanpa peduli dengan tatapan Damian yang tajam.Semetara Prasetya yang mendengar suara Ayeuna menyapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Damian langsung berlari menelusuri anak tangga.


"Sayang hati hati dong jangan lari lari." teriak Ayeuna sambil langsung mengejar Prasetya agar tidak berlari.

__ADS_1


"Miss Ayeuna!" Miss darimana saja, aku sangat merindukanmu." ucap Prasetya sambil langsung mencium wajah cantik Ayeuna dan Ayeuna juga membalas kecupan Prasetya membuat bocah kecil itu senyum sumringah.


"Miss kata mbak Mbak Tati Miss pacaran sama papi ya, makanya miss sama papi tidak pulang semalam?tanya Prasetya membuat Ayeuna sontak membulatkan matanya.


"Miss pacaran itu Apa Miss? tanya Prasetya kepada Ayeuna membuat Ayeuna kewalahan untuk menjawab pertanyaan Prasetya. Ayeuna terdiam, ia menatap Tati dengan tatapan tajam. Kemudian menoleh kearah Damian. Tetapi Damian memilih untuk cuek saja dan mengalihkan pandangannya.


"Begini sayang!" Pacaran itu suatu hubungan sebelum menikah." jawab Ayeuna


"Apa Miss akan menikah dengan papi dan menjadi mamiku? tanya Prasetya.


"Ayeuna terdiam. untuk mengalihkan pembicaraan yang Begitu menyulitkan dirinya itu, Ayeuna langsung menyogok Prasetya dengan coklat yang ia beli di supermarket.


"Miss sangat lelah, boleh ya Miss istirahat dulu, soalnya pekerjaan Miss hari ini sangat melelahkan." ucap Ayeuna dengan nada memohon kepada Prasetya.


"Okey mami!" sahut Prasetya sambil berlari kecil masuk kedalam kamarnya membuat Ayeuna menggelengkan kepalanya.


"Beda bangat kamu nak, sama ayah kamu yang begitu menyebalkan itu. Kamu selalu buat Miss gemas. semetara papi kamu buat Miss sebal. Maafkan Miss,sayang!" karna suatu waktu Miss akan pergi dari rumah ini meninggalkan kamu bersama papi Mu. Karna bagaimanapun papi kamu akan menikah dengan Sania. cobalah menerima Sania menjadi ibu sambung kamu." gumam Ayeuna dengan nada yang sangat kecil. Tetapi masih bisa didengar oleh Damian Perez.


Ketika Ayeuna berniat ingin masuk ke kamarnya, alangkah terkejutnya dirinya melihat sosok yang membuat dirinya sebel masih berdiri kokoh disana. Tetapi ia tidak peduli dan melewatinya Damian disana.


"Kamu mau kemana? suara bariton terdengar jelas ditelinga Ayeuna."


"Maaf Tuan saya lelah. saya ingin istirahat." ucap Ayeuna sembari terus melangkah menuju kamarnya dia tidak ingin berdebat dengan pria menyebalkan menurut dirinya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2