Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]

Till The End Of Time [ Inuyasha Fanfiction ]
Prologue


__ADS_3

...Berapa lama kau sanggup mencintaiku?"...


..."Selamanya. Tidak peduli napasku telah berhenti, tidak peduli ragaku telah tiada, selama jiwaku masih ada —tidak. Bahkan jikapun jiwaku telah tiada, cintaiku pada anda tidak akan pernah berubah. Aku akan selalu mencintai anda, hingga akhir waktu."...


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


Salju turun dengan perlahan dari langit menutupi tanah coklat di bawahnya, membuat bumi seakan tertutup oleh sebuah karpet putih. Tidak ada bunga yang disukai gadis itu yang tumbuh. Dalam musim dingin di mana semua yang ada membeku, tidak ada kelopak bunga berwarna merah, kuning, merah muda, jingga ataupun hijaunya daun yang ada, sejauh mata memandang, yang ada hanyalah warna putih—putihnya salju.


Dalam kesunyian yang ada, gadis itu duduk sendirian di atas futon menatap alam putih itu melalui jendela yang terbuka dalam kamar. Usianya terlihat sekitar enam belas tahun—usia di mana merupakan masa paling germelang dalam kehidupan seorang manusia.


Dengan rambut sehitam langit tanpa bintang, kulit seputih salju, hidung yang mancung, bibir yang munggil, mata coklat besar yang selalu jernih dan bersinar penuh keluguan—gadis itu sangat cantik. Namun, sekali melihat saja, dia tahu, ada yang salah dengan gadis itu sekarang. Pipi dan bibirnya yang selalu merona merah seperti kelopak mawar musim semi, kini telah tiada. Wajahnya yang selalu melambangkan musim semi, kini telah digantikan dengan putihnya musim dingin—gadis itu sedang sekarat.


Musim dingin adalah musim di mana yang kuat hidup dan yang lemah mati. Musim yang seharusnya paling disukainya dari empat musim yang sirih berganti setiap tahun. Tapi kini, untuk pertaman kali, dia tidak menyukainya. Kenapa?—karena dia takut gadis itu tidak dapat bertahan dalam kerasnya musim dingin.


Gadis itu begitu berbeda dengan dirinya. Siapapun yang melihat akan mengatakan mereka berdua bertolak belakang. Keras dan lembut, kuat dan lemah, kejam dan baik hati, putih dan hitam—youkai dan manusia. Namun, meski begitu, dalam hidupnya yang panjang, gadis itu merupakan keberadaan yang paling penting dan berharga baginya. Karena itulah, dia tidak akan pernah dapat melepaskannya. Dia akan selalu ada untuknya, di sampingnya, seperti yang diharapkannya—selamanya dan selalu; hingga akhir waktu.


Dengan pelan, dia kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut. Menyadari kehadiran seseorang dalam kamar, gadis itu segera menolehkan kepala menatap dirinya. Mata coklat itu segera berbinar gembira dan seulas senyum indah merekah menghiasi wajah gadis itu—senyum sehangat dan seindah musim semi, senyum yang terukir abadi di dalam hatinya.

__ADS_1


.......


.......


.......


.......


...Berapa lama anda sanggup mencintai Rin, Sesshoumaru-sama?"...


..."Selamanya. Tidak peduli napasmu telah berhenti, tidak peduli ragamu telah tiada, selama jiwamu masih ada—tidak. Bahkan jikapun jiwamu telah tiada, cintaiku padamu tidak akan pernah berubah. Sesshoumaru ini akan selalu mencintaimu, Rin, hingga akhir waktu..."...

__ADS_1


__ADS_2